❝If i'm given a choice: Live rich but alone or live simply but with you? Then i will choose: rich and live with you.❞
➤ BXB || GAY || HOMO || YAOI
➤ JISUNG X CHENLE
➤ ROMANCE - FLUFF
➤ HOMOPOBIC (❓) GET OUT (❗)
"Kenapa tidak tinggal disini saja?" tanya Mrs Zhong saat putra semata wayangnya mengatakan jika ia akan tinggal dihotel untuk beberapa hari.
"Tidak Momm, suamimu pasti akan marah jika melihatku ada disini."
Itu benar, ayah Chenle pasti akan marah jika melihatnya ada dirumah.
"Baiklah.." ucapnya, padahal wanita 50 tahun itu berharap jika putra semata wayangnya menetap dan tinggal dirumah setelah 3 tahun lamanya tidak bersama.
Bukannya apa-apa. Kebiasaan seperti itu sudah menjadi tradisi di keluarga Zhong, setelah anak cucunya menadapatkan hak waris minimal sudah lulus kuliah dan bekerja mereka diharamkan untuk tinggal bersama orang tuanya ataupun saudaranya.
"Tidak ingin makan dulu sebelum pergi?"
Chenle menggeleng ia datang kerumah hanya untuk mengambil barang yang pernah Jisung berikan padanya tiga tahun lalu sebelum akhirnya lelaki manis ini kembali pergi meninggalkan rumah untuk membeli beberapa pakaian ganti dimall.
"Tolong berhati-hati dalam mengendara pak.." pesan sang ibu pada supir taxi. "Kabari Mommy jika kau sudah sampai dihotel."
Iya, Chenle masih menggunakan jasa taxi untuk pergi kesana kemari karena supir pribadi rumahnya mengalami masalah saat dalam perjalanan menuju bandara untuk menjemputnya tadi pagi.
Dimall Chenle hanya membeli beberapa stel pakaian dan makan siang sebelum akhirnya mendatangi sebuah hotel bintang lima untuk ia jadikan tempat peristirahatan.
Ting!
"Aku merindukanmu.."
Satu pesan masuk. Itu dari Guanlin sepupu bodohnya yang berada Di China.
Chenle mendengus, "Baru beberapa jam kutinggal dia malah seperti itu, dasar idiot!"
Ting! Ting!
"Cepetlah pulang!"
"Ah tidak! Aku akan menyusulmu ke Korea!"
"Apa dia sudah gila?!"
"Tidak.. Aku akan berlibur dan melamar Renjun disana."
"Menyusahkan!"
***
"Jisung-ah?"
Tepukan pada bahu sedikit membuat Jisung tersentak, ia monoleh menatap seorang wanita yang tersenyum manis kearahnya. "Oh.. Nuna? Kenapa?"
"Trimakasih sudah membantuku untuk menjemput klien dibandara tadi. Apakah nanti malam kau sibuk?"
"Tidak masalah, lagi pula itu memang kewajibanku untuk membantumu. Sepertinya tidak, menangnya kenapa Nuna?"
"Sebagai rasa terimakasihku, aku ingin mengajakmu makan malam."
"Tidak perlu Nuna."
"Kumohon.."
Sebenarnya Jisung ingin menolak namun karena melihat binar harap dimata Nuna teman kerjanya ia jadi tidak tega. Berdehem, "Ah, Baiklah.."
"Okay! Aku akan memberitahu alamatnya nanti. Selamat makan!"
Tbc
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.