warn mature! (setiap part mature bakal aku kasih tanda) bocil polos/readers suceh jangan di mari ya bebih.
lokal wenyeol
Wanda Ayuni anak Pak Camat yang bekerja di kantor kelurahan, harus ketahuan sang ayah saat sedang nyambi jadi biduan.
"Suara m...
Wanda hari ini kerjanya harus lembur, gadis itu meneguk air putih yang tadi ia bawa dari rumah sembari beristirahat sejenak, iseng iseng scroll sosial media miliknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"hm?," gumam wanda yang lagi capek capeknya sama kerjaan, ia harus melihat yang kaya gini.
"ini mas chandika, tapi udah tahun 2019 kan?, udah lama juga, gak ada lagi sih berita terbarunya, hmm," gumam wanda sendiri, dia tuh tadi iseng pengen lihat berita perusahaan chandika, eh malah ketemu yang kaya gini.
"wanda, ora mulih? (gak pulang?)," tanya rekan kerja wanda. sebut saja namanya zulfa.
"hm?, emang wes mari? (emang udah selesai?)" tanya wanda balik, soalnya barusan dia dibilangin juga masih ada yang harus di ketik.
"wes mari kok!, disusul pak camat to awakmu? (udah selesai kok!, kamu di jemput pak camat kah?)," wanda menggeleng.
"enggak, mlaku lah! (jalan lah),"
"bareng ae ayo!, aku ambek bojoku! (bareng aja yuk!, aku sama suamiku!)"
"nggak wes jul, kamu ae, aku pingin beli kentang ulir dulu," zulfa yang kerap dipanggil ajul itu mengangguk. agak khawatir sih, tau kan ya wanda itu se-cantik, dan se-molek apa. bahaya kalau sore gini jalan sendirian.
baru aja wanda keluar check lock, dilihatnya mobil chandika udah terparkir rapi di depan gapura kelurahan. wanda mendengus, niatnya hari ini ngambek kok soalnya sedari tadi chat chandika belum di balas sama sekali. "wanda?, ayo pulang," wanda menggeleng.
"pulang sendiri aja!, males kalau nggak dikasih kepastian kaya gini!, dikira lonte apa main obok obok anak orang doang, tapi nggak resmi resmi," chandika menahan tawanya kala melihat wanda cemberut.
"kepastian apa sih?," tanya chandika dengan nada gemas.
"yo mboh!, pikiren dewe! (yo gatau!, pikir sendiri!)" senyum chandika malah makin mengembang.
"sini makanya," wanda dengan muka yang masih di tekuk itu mendekat, kemudian pria tinggi di hadapannya ini memeluknya.
"sabar yaa, saya udah bilang sama bapakmu kok," wanda mendongak.
"bilang apa?,"
"mau ngajak kamu rabi (nikah)," gadis itu terdiam.
"ini berita udah lama kan ya?," tanya wanda menunjukkan berita yang tadi dia temukan.
"iya sayang, udah lama," chandika mengelus puncak kepala wanda, kemudian mengecup pelan bibir pink wanda.
"cantik ya mantannya mas chandika," kata wanda, padahal ambar itu masih pacar chandika, tunangannya chandika, yaa chandika berbohong lagi.
***
ambar keluar dari hotel yang ia tempati bersama dean. setelah membayar keduanya langsung check out dari sana dan duduk di salah satu sudut restoran sambil menikmati sarapan.