Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu marah ya sama aku?"
Entah sudah berapa kali Sana melontarkan pertanyaan yang sama kepada Womwoo sejak kepulangan mereka dan sampai di hotel. Di kamar suite yang lumayan luas itu hanya ada mereka berdua karena Juan tengah diajak jalan jalan oleh Jiwon serta Jojo ke tempat sekitar untuk menikmati udara Italia.
"Tuh kan marah..." Cicit Sana ketika melihat Wonwoo tak kunjung merespon pertanyaannya.
Wonwoo berbalik menyudutkan Sana hingga punggungnya mengenai tembok, menaruh kedua tangannya di sisi kepala wanita tersebut sambil menatap sang istri. Sedetik kemudian Wonwoo melumat bibir Sana namun tak lama ia langsung melepas ciuman mereka.
"Aku enggak marah sama kamu." Ucap Wonwoo.
Sana mendongak berusaha mencari kebohongan di mata Wonwoo namun nihil. "Terus kenapa cuekin aku?"
"Aku enggak cuekin kamu cuma emang agak kesel aja sama ucapan cowok freak tadi."
"Jangan didengerin dia aneh gak jelas." Sana langsung memeluk tubuh Wonwoo erat.
Wonwoo menghela nafasnya lalu membalas pelukan Sana sambil memejamkan matanya.
"Serem liat kamu kaya tadi..." Bisik Sana.
"Maafin aku ya udah kelepasan kaya tadi padahal ada Juan." Ucap Wonwoo.
"Gapapa deh ada keren kerennya juga aku liat, mantep suami aku gagah banget dia emang perlu digituin biar jera mulutnya asbun harusnya kamu sekalian aja jadiin abon." Omel Sana.
Suara tawa Wonwoo mengudara, suasana hatinya yang buruk langsung sirna begitu saja ketika mendengar celetukan istrinya.
"Makasih ya." Ucap Wonwoo sembari mengusap kepala Sana.
"Buat?"
"Selalu jadi pelawak dikala aku pengen meledak marah."
"Pelawak! Pelawak! Apaan deh emangnya aku andre." Dengus Sana namun sedetik kemudian wanita itu malah tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Wonwoo.
"Nah gitu dong ketawa kan ganteng banget jadinya."
"Gantengan aku apa cowok gak jelas tadi?" Tanya Wonwoo.