Esok pagi nya Dirga sangat lesu untuk bergegas berangkat ke sekolah. Rasanya tidak ada gairah untuk pergi kesekolah jika Ashalina tidak ada. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 05.54 dan membutuhkan waktu perjalanan 20 menit untuk sampai ke sekolah, dan biasanya pukul 06.30 gerbang sekolah sudah di tutup.
Ia merapikan pakaian sekolah nya dengan lambat, seperti tidak ada sleera untuk berangkat.
Lisa sudah menunggu lama Dirga keluar dari kamar nya. Ia memanggil anak lelaki nya itu berkali-kali, hingga ia memutuskan untuk menemui nya langsung ke kamar.
"Sayaanngg..." Ucap Lisa seraya membuka pintu kamar Dirga. "Kok dari tadi gak selesai-selesai siap-siap nya?"
"Habis ini selesai Bun."
"Udah mau jam 6 ini, kamu nanti telat sampai sekolah, belum sarapan juga."
"Dirga gak usah sarapan Bun, makan mie ayam aja di sekolah."
"Kenapa gitu?" Tanya Lisa.
"Lagi gak nafsu makan Bunda." Ucap nya seraya membuka pintu kamar nya untuk menemui bunda nya itu. "Yaudah, Dirga pamit berangkat ya Bun, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.. ati ati."
"Iya Bun."
***
Sesampai nya disekolah
Benar saja, tinggal beberapa langkah lagi gerbang sekolah akan ditutup.
"Pak saatpaaammm sebentaar!!" Teriak Dirga yang dari kejauhan mempercepat laju motor nya supaya tidak ketinggalan masuk sekolah. Hingga akhirnya ia rem mendadak di depan pak satpam.
"Oalah, piye awakmu iki, wes jam piro iki le." Ucap Pak Satpam dengan logat jawa nya. "Ayo melbu."
"Ha-ha," Dirga tertawa kecil, tanda tidak mengerti maksud omongan yang dikatakan pak satpam itu. "Saya masuk dulu ya pak."
"Inje-ojok dibaleni ngge le."
"Hah?-ha-iya pak."
***
Ia berlari kecil di sepanjang koridor, sedikit sedikit ia merapikan rambutnya dengan tangan, hal itu yang membuat ketampanannya terlihat semakin bertambah, kata kaum hawa di SMANUDA.
"Pagi Dirga ganteng," Ucap beberapa murid yang sedang asyik berbincang di area koridor
Sepeti biasa, Dirga hanya melewati sapaan tersebut tanpa membalas nya. Kini ia hanya memikirkan jika guru matematika akan menghukum nya.
Di tengah perjalanan, seseorang membuat langkah Dirga terhenti. Ya, Berlian Syafa hadir tepat di depan Dirga seraya menyapa nya.
"Pagi Dirga."
Dirga sontak memposisikan diri nya supaya bersikap santai dan tenang ketika bertemu Berlian, ia sudah menduga hari ini ia akan bertemu dengan mantan kekasih nya itu.
Dirga memutuskan untuk tidak menghiraukan Berlian dengan cara pergi meninggalkan Berlian dari sana.
Tapi, sontak perilaku Berlian membuat Dirga terdiam kaku seperti patung. Berlian berani memeluk Dirga dengan erat. Hingga akhir nya seluruh siswa dan siswi mata nya tertuju pada kejadian itu. Mereka berfikir Dirga dan Berlian balikan lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
ASHALINA
Teen Fiction"Hidup Bahagia ya, Ciara, Dirga. I love u and I miss you so much." -ASHALINA Since 2021 by mella azka