Seri kedua dari Creepy Horror.
Apakah kisah Creepypasta kali ini lebih 'abnormal', lebih santai, ataukah lebih mencengkam?
Well, kau tidak akan tahu sebelum kau membacanya.
Jangan baca ini sendirian. Karena satu hal yang pasti, you are not alone...
Halo semua, apa kabar? Saya paham kok kalian udah bosan banget lihat saya hilang berkali-kali. Apalagi di lapak CH 2, ngilangnya lama banget. Tapi tenang, saya punya kejutan kecil untuk kalian.
Singkatnya, saya turut andil dalam sebuah penulisan buku antologi yang di mana buku itu akan segera dicetak. Saat ini, buku antologinya sedang dalam masa PO.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Cuplikan cerita: ---- Sehabis pulang bekerja, aku biasa duduk di taman ini dan meneguk beberapa kaleng beer. Disaat aku sedang bersantai untuk melepas lelah pada otot-ototku, seorang wanita tua dengan jubah hitam aneh datang mendekat dan menyerahkan selembar brosur padaku. “Aku akan memberikanmu bantuan.” Suara wanita tua itu terdengar berat dan parau, lalu senyumannya terasa sangat janggal. Senyuman itu terlalu lebar, lebih seperti sebuah seringai. ---- “Apa-apaan ini.” Aku bergumam pada diriku sendiri. Dengan perasaan campur aduk, kubuka pintu apartemenku dengan perlahan. Pemandangan yang kulihat didalam apartemen membuatku semakin terkejut. Banyak sekali kertas brosur yang berhamburan di dalam apartemenku, melapisi setiap jengkal sudut ruangan. Brosur itu penuh dengan bercak darah, aku bahkan bisa mencium bau amis darah yang pekat dari sini. Aku berlutut lemas, kugosokkan mataku dengan keras untuk mengenyahkan pandangan mengerikan itu dari mataku, dan benar saja. Ketika aku membuka mataku kembali, seluruh brosur penuh darah itu hilang, seakan tidak pernah ada disana. ----
Jika kalian tertarik, kalian bisa menghubungi saya di nomor yang tertera pada brosur, atau kunjungi saja website dari penerbitnya; http://www.sambooks.press