MBS 11

4K 427 28
                                    

Happy Reading










Hari ini tanggal 27 Maret, Hari kelahiran Lisa dan hari meninggalnya Chaerin. Hari paling menyakitkan bagi Jennie dan hari yang begitu menyesakkan bagi Jiyong.

Memilih salah antara istri dan anak nya untuk diselamatkan adalah pilihan yang paling berat bagi Jiyong.

Sejak Chaerin mengandung Lisa dokter sudah memperingatkan jika kandungan Chaerin membahayakan nyawa nya sendiri. Bahkan saat mengandung Lisa Chaerin sudah kehilangan banyak berat badan sangat berbeda dengan kebanyakan ibu hamil pada umumya. Tapi Chaerin bersikeras untuk mempertahankan bayi nya.

Chaerin juga meminta Jiyong berjanji untuk menyelamatkan Bayi nya apapun yang akan terjadi meskipun ia harus kehilangan nyawanya. Dan Jiyong dengan berat hati mengangguki permintaan terakhir istrinya saat itu.

-Flashback-

"Sayang ku mohon jangan katakan itu" Jiyong menatap sendu wajah Istrinya yang tengah berbaring di ranjang rumah sakit.

"Tidak Jiyong, kumohon berjanjilah padaku selamatkan bayi kita" dengan sisa tenaga yang hampir habis karena menahan rasa sakit di perut nya, Chaerin terus memohon pada suaminya.

"Bagaimana dengan ku dan Jennie? Kau tega meninggalkan kami?"

"Lalu? Kau tega membunuh bayi kita? Dia bahkan belum melihat dunia Jiyong! Ku mohon berfikirlah dewasa, apa pun yang terjadi selamatkan bayi kita!" Chaerin meremas tangan Jiyong antara menahan rasa sakit di perut dan dadanya. Chaerin juga tersiksa dengan ini semua. Ia harus meninggalkan suami dan anak-anak nya. Ia juga berharap untuk hidup lebih lama bersama orang-orang yang ia sayangi.

Rambut yang sudah acak-acakan itu kembali dibuat beratakan oleh Jiyong karena meremas kuat rambunya sendiri, rasanya ia akan gila sekarang.

"Jiyong" panggil Chaerin dengan suara purau nya. Jiyong pun pasrah.

"Baiklah aku berjanji padamu" Chaerin tersenyum mendengarnya.
"Tapi bejanjilah padaku untuk bertahan hidup demi kami ber 3" ujar Jiyong lagi. Chaerin menganguk.

Tubuh rapur itu ia dekap dalam pelukannya seakan itu adalah pelukan terakhir.

Namun takdir berkata lain, Chaerin benar-benar pergi meninggalkan suami dan kedua putrinya.

-Flashback off-


Berhubung hari ini adalah hari sabtu, dan ke 2 putrinya libur sekolah. Jiyong memutuskan untuk membawa Jennie dan Lisa ke makam Istrinya. Mereka pergi pagi-pagi sekali dengan baju serba hitam.

Sebelum masuk ke area pemakaman Jiyong membeli dua keranjang bungan yang di jual di sekitar area pemakaman.

Mereka berjongkok di samping makam Chaerin. Hening tidak ada yang bersuara, yang terdengar hanyalah suara burung yang berterbangan di atas mereka. Semua nya sibuk dengan fikiran masing masing. Lisa juga enggan untuk mengatakan sesuatu.

Ini kali pertama Lisa mengunjungi makam Ibunya. Jiyong tidak pernah mengajak Lisa sebelum ini. Tapi beberapa hari yang lalu Lisa bilang pada Jiyong ingin pergi ke makam saat ulang tahun nya. Jiyong pun menurutinya.

Lisa menatap nisan Ibu nya. Bulir-bulir air turun dari mata bulat nya melewati pipi. Mengetahui fakta bahwa Ibunya pergi karena melahirkannya membuat dadanya sakit. Ia tidak punya kenangan apa pun bersama ibu nya. Lisa hanya bisa mendoakan Ibu nya agar bahagia ditempat nya sekarang. Ayah nya bilang ibunya berada di tempat yang paling indah yaitu Surga. Lisa juga ingin ke sana, tapi ia tidak tahu caranya. Ia ingin bertemu ibunya dan membawanya pulang.

My Beloved Sister (Jenlisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang