MBS 5

5.6K 481 33
                                        

Selamat membaca



Tiba-tiba terdengar suara pecahan kaca dari kamar Lisa.

"Prakkk"

Jennie putar balik lalu membuka pintu kamar adik nya sedikit kasar. Ia terkejut melihat apa yang terjadi didalam.

"Lalisa!!!!" Jennie berlari menghampiri Lisa yang terduduk di lantai sambil memegangi lutut nya.

"Apa yang kau lakukan!" Ujar Jennie sedikit meninggikan suaranya. Ia terkejut melihat pecahan kaca dari bingkai foto keluarganya yang terjatuh.

"Hiks.... Kakak maaf, hiks Lisa gak sengaja jatohin foto itu hiks" Jawab Lisa sambil menangis sesegukan.

Mata kucing Jennie menatap wajah sembab adik nya dengan dingin, matanya berpindah menatap lutut Lisa yang mengeluarkan darah lumayan banyak, ia terkejut.

Jennie segera mengambil kotak P3K dari lemari ayah nya lalu menyuruh adik nya bangkit dan duduk di atas kasur. Ia meringis melihat luka di lutut adik nya itu. Jennie segera membersihkan darah-darah yang terus keluar.

"Bagaimana lutut mu bisa terluka?!"

Lisa mencoba menjawab disela-sela tangisan nya, "Hiks, Lisa tidak bisa tidur jadi Lisa ingin mengambil foto Ayah Ibu dan Kakak untuk Lisa peluk saat tidur hiks..... Tapi Lisa gak sengaja jatuhin foto nya terus hiks... Lisa juga jatuh dari kursi, lutut Lisa kena pecahan kaca hiks.... Sakit"

Jennie menghela nafas kasar "Dasar bodoh" hanya dua kata itu yang keluar dari bibir gadis berpipi mandu itu.

Lisa hanya menangis sambil memandang wajah cantik kakaknya. Jennie tidak sengaja menekan luka Lisa, sehingga sang empu meringis kesakitan. "Hiks kak itu sakit"

"Diam jangan merengek!" Kata Jennie sewot.

Setelah diberi obat Jennie membungkus luka nya dengan perban. "Mana lagi yang terluka?" Tanyanya pada Lisa.

"Ini" Lisa menjulurkan telapak tangan bagian kirinya yang juga mengeluarkan sedikit darah segar. Jennie segera mengobati luka itu.

Selesai mengobati luka Lisa Jennie segera membersihkan pecahan kaca itu sampai bersih agak tidak melukai orang.

"Cepat tidur aku akan kembali ke kamar ku"

"Kakak tunggu!" Lisa mencegah kakak nya pergi dari kamarnya.
Jennie menghela nafas kasar "Apa lagi?"

"Aku tidak bisa tidur sendiri"

"Lalu?" Jennie menolak untuk peka.

"Temani aku tidur"

"Kau itu sungguh merepotkan!" Dengan terpaksa Jennie menuruti permintaan adik nya itu agar malam ini cepat berakhir dan dia bisa tidur dengan tenang di kamar nya.

Jennie memosisikannya dirinya duduk di samping Lisa yang sudah berbaring sambil memeluk boneka kelinci kesayangannya.

"Hanya 5 menit! jika kau tidak segera tidur aku akan pergi" ujar Jennie penuh penekanan. Tapi Lisa tidak menanggapinya ia terlalu senang karena bisa tidur di temani kakak nya bahkan ia sudah lupa akan rasa sakit di lutut dan tangan nya.

Waktu seakan berjalan dengan lambat, Lisa mulai mengantuk, ia mengubah posisi menghadap kakak nya lalu mata sayu Lisa menatap wajah sang kakak dan bergumam pelan. "Kakak sangat cantik, sama seperti Ibu bukan? Kakak jadi terlihat seperti Ibu yang menemani Lisa tidur malam ini"

"Lisa sayang kakak, seperti Lisa menyayangi Ayah dan Ibu"
Lisa tertidur pulas Setelah mengatakan itu.

Jennie Pov

My Beloved Sister (Jenlisa)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang