"Nyebelin banget, udah lah temenan sama lo kga asik."
"Siapa bilang kita temenan?"
"Kita kan pacaran."
"Idih alay, pasti dia belajar dari lo." Ujar Naomi pada Aksa, tadi ketika dia sedang mengejar Aksa dia tak sengaja mendengar Andreas
"Mana ada, gue yang belajar dari abang lo."
"Kok masih ada mahluk jenis beginian."
"Beginian gimana maksud lo? Ganteng, oh iya dong jelas engga ada yang bisa nandingin kegantengan gue."
Naomi merotasi kan matanya "Nyerah gue, udah diem jangan deket-deket!"
"EZRA!"
Aksa merangkul bahu Naomi dan membawanya berlari "I love you too, Naomi!"
—☆☆—
"Aku tak mau kalau aku di— eh ada tamu." Ujar Naomi begitu dia masuk dan melihat seorang yang tampak tak asing sedang duduk
Seperti pernah melihat nya tapi dimana, oh ya, perempuan tadi yang berada di lapang bersama Andreas
"Andreas nya mana?" Tanya Naomi karena dia tak menemukan siapapun disana
"Lagi ngambil minum."
"Oh, kok mau sih sama—"
"Berisik lo! Jangan deket-deket, kasian dia sawan ngeliat lo."
"Mana ada sawan, dia pasti terpesona ngeliat gue yang cetar membahana ini, iyakan teh?" Tanya Naomi dengan mengangkat kedua alisnya
"Gak usah so kenal, sono masuk jangan ganggu orang pacaran." Naomi berlalu dan tak lupa mengangkat jari tengah nya kepada Andreas
"Sorry dia emang gitu, aga gila."
"GUE DENGER LIAM!"
Andreas mengajak Sheila kerumahnya untuk melanjutkan tugas yang tadi, sebenarnya itu sudah beres namun ada tangan-tangan yang kurang ajar merusaknya, jadi mereka harus mengerjakan nya kembali.
Ini tugas kelompok tapi mereka berdua yang mengerjakan, lebih sedikit lebih cepet beres kalo kata Andreas.
"Gue lupa bawa bahan nya, sorry."
"Gimana sih, makanya jangan mikirin gue terus jadi lupa kan."
"Please deh."
"Haha ya udah sans aja, gue beli dulu kalo gitu, lo tunggu disini aja diluar panas, kasian nanti lo pusing."
"Lelaki buaya darat, buset." Saut Naomi yang baru saja datang
"Sirik."
"Apaan orang gue lagi nyanyi juga, mau kemana lo? Gue nitip dong."