3 Tahun Kemudian....
DARA jalan dengan terburu-buru saat keluar dari kamarnya.
"Dara kamu jalan nya kenapa buru-buru?"
tanya Miraㅡtantenya.
"Hmm...tante,Dara pamit dulu ya mau ke kampus udah telat."ucap Dara sambil mencium tangan Mira.
"Iya,mau dianter sama kak Tasya gak Dar?"
"Gak usah tante,Dara naik taksi di depan aja."
"Oke deh,hati-hati ya.."
Flashback On
Dara telah sampai di Jakarta.Dia lalu mencari-cari kontrakan untuk ia tinggali.Saat sedang berjalan menyusuri jalanan ibu kota,ada seorang wanita paruh baya menabrak Dara hingga ponsel yang Dara pegang terjatuh.
"Aduh...maaf ponsel kamu jadi rusak,"ucap ibu-ibu itu dan menunduk mengambil ponsel Dara.
Saat wanita paruh baya itu menatap manik mata Dara,dia langsung terkejut.
"Kamu 'kan Dara?!"
"Tante Mira! Ya ampun,Dara senang banget ketemu tante,"ucap Dara.
"Kamu kenapa ada di Jakarta?bukan nya kamu harusnya berada di Cirebon?"tanya Mira.
Dara menunduk malu,"Dara di usir sama Ibu dan Ayah,tante."
"Loh kenapa?"
"Gak tau,mungkin gegara Roni nuduh Dara pecahin ponsel nya,Dara jadi di usir,padahal Dara berani bersumpah bukan Dara yang pecahin ponsel Roni,tapi mungkin ini cuman alasan ibu aja buat ngusir Dara,percuma Dara ada di rumah ayah dan ibu lagian tiap hari Dara selalu di kasarin dan dibentak,mungkin memang jalan terbaik nya adalah meninggalkan rumah yang ayah dan ibu tempati,mungkin kalau Dara pergi ibu dan ayah pasti senang,karena Dara gak ngerepotin lagi,"ucap Dara
"Kamu ikut ke rumah tante aja ya,kamu akan tante kuliahkan,kamu mau bukan?"
"Gak usah tante,Dara gak mau ngerepotin orang lagi,Dara mau berusaha sendiri aja,Dara gak mau repotin tante."
"Dar,ayo ikut tante aja ya,Jakarta ini luas dan keras loh Dar,tante gak mau kamu diapa-apain sama orang-orang yang gak kamu kenal di jakarta ini,ikut tante ya..."
Dara akhirnya mumutuskan untuk ikut ke tantenya dan tinggal serumah dengan tantenya.
"Nah,kalau kamu udah setuju kita langsung pergi aja yuk ke mobil tante di parkiran."
"Iya,tante...Kak Tasya gimana kabarnya?"
"Dia baik kok,sehat juga..."
"Oh gitu,kalau Kak Tasya katanya udah ada persiapan buat menikah tante 'kan pas tante ke Cirebon,Kak Tasya bawa pasangan nya tuh,kali aja ada rencana pernikahan diwaktu dekat,"
"Katanya nikah nya kalau kuliah nya telah selesai."
"Nah...udah sampai di rumah tante,ayo turun barang-barang nya biar nanti bibi yang bawain."
"Wah...besar banget rumah nya tante,kayak di sinetron-sinetron,"ucap Dara melihat nya dengan takjub.
"Ah..bisa aja kamu Dar."
Flashback Off
Dara berjalan berlarian di koridor kampusnya saat masuk di kelas,untung saja dosen nya belum masuk.
"Untung belum masuk alhamdullilah,"ucap Dara lalu membuka buku pelajaran nya dan membacanya.
"Adara,"panggil Arkan.
Dara langsung menatap Arkan yang duduk di depan nya,"Kenapa Arkan?"
"Ini kliping tugas buat presentasi kelompok kita udah jadi."ucap Arkan menyerahkan kliping tugas kelompok ke Dara.
"Coba sini gue lihat,"ucap Dara dan mengambil kliping dari tangan Arkan.
Arkan menatap wajah Dara,dari mulai alis hingga bibir tipis kemerahan milik Dara,membuat Arkan jadi panas dingin jika sudah menatap bibir Dara lama-lama.
Dara yang tau Arkan sedang mengamati
nya dan menepuk bahu Arkan dengan kliping tugasnya.
"Aduh kenapa gue di pletak pake kliping?"
"Lo ngapain sih lihatin wajah gue?risih tau Ar!"
"Emang gak boleh ya lihatin wajah lo sebentar?"
"Terserah,eh...kok dosen belum dateng sih,ini kan bentar lagi jam kuliah nya bakal selesai."
"Dosen gak dateng kata Vinka,lagi ada urusan rapat ke kampus lain,jadi nya dia ngasih tugas,"jawab Arkan.
"Tugas nya mana?di grup kelas belum ada tugas nya,"ucap Dara sambil melihat ke chat grup kelas di WhatsApp.
"Nanti di share sama si Vinka,"
"Ouh,oke...ya udah itu kliping tugas kelompok nya di elo aja ya Ar,gue mau ke kantin dulu,"ucap Dara.
"Oke,siap Dar."
****
Dara berjalan di koridor dengan ponsel di tanganya,dia tidak sadar bahwa dia baru saja menabrak seorang pria berpakaian Jas rapih berwarna hitam.
"Kamu bisa tidak jalan dengan benar?!"maki pria berpakaian jas rapih itu pada Dara.
"Saya salah ya?"tanya Dara bingung.
"Sudah jelas kamu itu salah!kamu itu bisa tidak sih kalau jalan jangan memainkan handphone ?!"
"Maaf,saya tidak tau kalau saya baru saja menabrak anda pak,"balas Dara.
"Apa kamu bilang?!Pak?kamu pikir saya sudah bapak-bapak!saya masih muda kamu dengan enak bilang saya bapak?!"
"Masa saya panggil tante sih?masih bagus saya panggil 'pak' daripada tante,"sahut Dara cuek.
"Heh!saya ini masih umur 28 tahun!emangnya wajah saya sudah terlihat tua di panggil bapak-bapak?!"
"Iya."ucap Dara lantang.
"Kamu tau tidak siapa saya?"
"Bapak 'kan dosen di fakultas hukum kan?"tebak Dara.
"Saya itu CEO bukan Dosen!"
"Oh."
"Saya kesini itu mau menyumbangkan dana untuk kampus ini."
"Oh,tapi saya gak nanya.Saya permisi ya pak,saya mau ke kantin laper,"ucap Dara dan pergi dari hadapan pria itu.
"Dasar ABG!"
"Saya bukan ABG!"balas Dara dan berbalik badan menghadap ke pria berjas rapih itu lalu melanjutkan langkah nya ke kantin kampus yang ramai.
Tbc.
Enjoy gimana part ini?masih rada gak jelas ya?atau gak seru ya?maaf deh kalau masih gak jelas...kalau kalian gak suka silahkan hapus aja cerita ini,aku gak maksa kalian buat baca cerita aku kok.
Ini part masih awal-awal jadi aku bikin nya masih rada datar kalau sudah part tengahan pasti greget deh.
Aku ingetin ya cerita ini mengandung konten 17+++ pembaca yang di bawah umur harap menyingkir karena ini bukan area kalian.
Kalau gak peduli ya udah gak papa wkwk dosa di tanggung kalian sendiri yaw,author udah banyak dosa gak mau nanggung dosa kalian wkwwk.udah gitu aja bye.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY FUTURE CEO
General FictionAdara Felinna Gempita atau dikenal dengan Dara,dia seorang gadis pendiam yang berwatak jutek tapi baik,mempunyai masa lalu yang begitu kelam dengan keluarga nya membuat nya menjadi gadis yang rapuh dan bergantung pada obat penenang. Hingga akhirnya...
