"Ya tuhan,gue harus gimana ini?!"tanya Dara pada dirinya sendiri.
Tasya masuk ke dalam kamarnya dan manaruh susu cokelat di meja.
"Kamu baik-baik aja 'kan Dar?daritadi kakak perhatiin kamu bolak balik mulu kayak setrikan,"ucap Tasya.
"Hmm...Dara gak papa kok kak,"ucap Dara.
"Cerita aja sama kakak,kakak pasti bantu kamu kok,tuh minum dulu susu cokelat nya."
Dara menurut dan langsung meminum susu cokelat nya,lalu Dara memutuskan untuk bercerita pada Tasya,"Jadi 3 hari yang lalu Dara hampir tertabrak mobil tapi Dara selamat dari tabrak mobil karena ditolong oleh Revan,Dara merasa utang budi pada Revan,Dara berniat membalas utang budi itu dengan bayar rumah sakit serta merawatnya,tapi Revan menolak nya.Dia pengen nya Dara nikah sama dia,dengan begitu utang budi Dara lunas,tapi kalau Dara tidak mau menikah dengan nya.Dia akan memasukan Dara ke penjara dan dia akan berbohong pada semua orang bahwa dia tertabrak adalah rencana Dara.Masa yang nabrak siapa yang dimasukin penjara siapa?!Sinting banget itu orang!"
"Kamu nikah aja sama Revan,"ucap Tasya tersenyum.
"Apa?!kok saran kakak kayak gitu sih?"
"Daripada kamu di penjara,ya mending nikah aja sama Revan.Pelaku mobil yang nabrak udah ketemu?"
"Pelaku nya aku kurang tau itu yang ngurus nya keluarga Revan.Gimana ini kak?aku harus kasih keputusan hari ini."
"Mamah udah tau tentang ini?"
"Belum,"
"Nanti kakak aja yang jelasin ya,kakak yakin saran mamah juga sama kayak kakak,"
ucap Tasya lalu keluar dalam kamarnya.
"Aih!sial!"umpat Dara lalu mengambil obat penenang di lacinya dan memakan 3 butir obat sekaligus.
****
"Kamu kenapa sih Revan?kok daritadi lihatin pintu mulu?ada yang kamu tunggu emang?"tanya Kaira.
"Iya,ada mah.Revan lagi nunggu calon istri Revan."
"Stela?dia 'kan hari ini gak kesini gegara sibuk urusan kantor,kamu ngapain sih ngarepin dia?!"
"Bukan Stela mah,tapi Dara."ucap Revan.
"Dasar mau nya yang muda,mamah setuju kalau Dara jadi calon istri kamu,tapi ini udah malam Revan,gak mungkin Dara kesini."
"Pasti Dara kesini mah,Revan yakin."
Dan kemudian Dara masuk ke ruangan,
membuat Revan terkejut karena sedang membicarakan dirinya.
"Benar 'kan mah?"tanya Revan melirik Dara.
"Iya,benar.Ya udah mamah ke luar dulu ya,mau cari makan juga,silahkan kalau kalian mau pacaran dulu,pacaran nya lama juga gak papa kok,"goda mamah Revan lalu keluar dari ruangan.
"Jadi ... bagaimana keputusan kamu?"
tanya Revan.
Dara duduk di samping Revan dan menjawab,"S-saya ingin menikah dengan anda."
"Kamu yakin?"
"Iya."
"Saya tau kamu belum mencintai saya,tapi saya janji akan membuat kamu jatuh cinta pada saya."
Dara memutar matanya malas.
"Apa keluarga saya perlu tau tentang utang budi ini?"tanya Revan.
"Gak perlu,nanti ribet urusan nya,"jutek Dara.
"Tante Mira tau?"
"Dia tau."
"A-apa anda sudah mendingan?"tanya Dara.
"Perhatian sekali calon istri saya,sampe gugup begitu nanya nya,saya sudah mendingan setelah mendegar keputusan kamu,saya tidak sabar ingin menikah dengan mu,bagaimana jika kita menikah setelah saya keluar dari rumah sakit?"
"Tidak!itu terlalu cepat!"
"Lebih cepat lebih baik bukan?"
"Terserah!dasar keras kepala!"
"Melihat kamu cemberut begitu membuat saya ingin menerkam kamu,"ucap Revan terkekeh.
Dara melotot,"Apa maksudnya?"
"Tidak lupakan saja,"ucap Revan tersenyum dan tangan kanan nya mengusap pipi Dara dengan halus.Tapi Dara langsung menepis
nya.
"Gak boleh kasar sama calon suami,masa calon suami megang pipi kamu aja gak boleh sih,"ucap Revan.
"Saya mau pulang,"ucap Dara dan bangkit dari duduknya.
"Saya telepon sopir pribadi saya aja ya buat antar kamu pulang?"
"Tidak usah."
"Hmm...Dara bukan nya kamu sudah punya pacar ya?"
"Kenapa memangnya?"Dara malah balik bertanya.
"Cowok yang saya lihat saat makan bareng dengan mu,apa itu benar-benar pacar kamu?"
"Arkan maksudnya?"
"Saya tidak tau namanya,kalau dia pacar kamu,tolong putus dengan nya."
"Belum jadi suami tapi udah berani ngatur,gak kebayang kalau udah jadi suami,pasti saya akan tertekan!"ketus Dara.
"Saya cemburu kalau kamu dekat dengan cowok lain,karena kamu calon istri saya.Jadi gak papa kalau saya nyuruh kamu untuk putus dengan cowok kamu,tapi kalau saya lihat dan perhatiin dia bukan cowok kamu tapi seperti teman mu,saat kamu sedang makan bersama dengan nya kamu pasti ngaku-ngaku kalau dia pacar kamu biar saya gak deketin kamu lagi iya 'kan?padahal aslinya dia bukan pacar kamu,"ucap Revan terkekeh.
Wajah Dara seketika memerah menahan malu.
"Tuh benar 'kan?kalau kamu dan dia bukan pacaran,sudah terlihat di wajah kamu yang memerah itu,"goda Revan.
"Sialan!"umpat Dara.
Dan tak lama masuk dengan sopir pribadi.
"Dara sudah malam,kamu ingin pulang 'kan? Kamu pulang sama sopir pribadi Revan aja ya?"ucap Kaira.
"Makasih tante,tapi maaf repotin.Padahal Dara bisa pulang sendiri."
"Gak repotin kok."
Dara langsung mencium tangan Kaira.
"Dara pulang dulu tante,"ucap Dara pada Kaira.
Kaira mengangguk dan tersenyum.
Selepas kepergian Dara,Kaira langsung duduk disamping Revan.
"Jadi ... kapan kalian menikah?mamah gak sabar loh punya cucu pertama."
"Revan juga gak tau mah,tapi secepat nya kok."
"Halah bilang nya secepatnya ntar malah gak jadi,biar mamah sama papah aja ya yang nentuin bagaimana?"
"Terserah mamah deh,Revan mau tidur dulu."ucap Revan dan memejamkan matanya.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY FUTURE CEO
General FictionAdara Felinna Gempita atau dikenal dengan Dara,dia seorang gadis pendiam yang berwatak jutek tapi baik,mempunyai masa lalu yang begitu kelam dengan keluarga nya membuat nya menjadi gadis yang rapuh dan bergantung pada obat penenang. Hingga akhirnya...
