"Dara bangung Dara!!!"ucap Tasya membangunkan Dara.
"Kenapa sih kak?hoam...."
"Ayo cepat kamu mandi!!!"
"Emang kenapa?mau kemana sih?mau jalan-jalan?gak mau ah kalau jalan-jalan!kita itu ke Cirebon buat jenguk ibu di rumah sakit kak,"ucap Dara dan berjalan ke kamar mandi.
"Serah deh ya!buruan mandi nya jangan lama-lama!"
"Iyaaa."
Setelah Dara selesai bersiap-siap,Dara langsung masuk ke mobil Tasya.
"Udah siap?"
"Iya kak,ayo buruan kita mau kemana sih?"
"Diem!kakak lagi ngebut nih,"ucap Tasya.
"Loh kok?kita ke rumah sakit nya ibu?ibu kenapa kak?"ucap Dara dan langsung keluar dari mobil Tasya.
Tasya langsung menggandeng tangan Dara.
Dara melihat ruang inap ibu nya dipenuhi oleh orang-orang.
"Kenapa ini?!apa yang terjadi sama ibu?"tanya Dara pada Revan yang memeluknya.
"Kamu yang sabar ya,ini semua udah takdir Dara,apapun yang terjadi kamu harus tabah,"ucap Revan yang masih memeluk Dara.
Dara melepas kasar Revan dari pelukan nya dan masuk di ruang inap ibu nya,disana ia melihat ibu nya tertutupi kain.
"Gak!gak mungkin!ini gak mungkin!"teriak Dara.
"Tante Mira!tolong bilang kalau ini cuman mimpi!"lanjut Dara tapi Mira tidak menjawab nya dia hanya menangis.
Dara membuka penutup yang menyelimuti wajah ibunya.
"Ibu Dara udah maafin ibu,sekarang ibu bangun ya.Ibu Dara sayang ibu!ibu ayo bangun ibu!ibu jangan buat Dara kehilangan seseorang lagi!ibu Dara mohon...."teriak Dara menangis tersedu-sedu.
****
Dara menatap makam ibunya,dan menaburkan bunga diatas makamnya,"Ibu tenang ya disana,jujur Dara belum siap kehilangan ibu,Dara masih pengen dapetin kasih sayang ibu yang gak bisa Dara dapetin pas masa kecil,baru kemarin Dara ditinggal Ayah,sekarang ibu juga ninggalin Dara?Dara selalu sayang sama ibu."
"Kamu yang sabar ya nak,"ucap Kaira dan memeluk Dara dari samping.
"Iya,tante,"ucap Dara.
"Sekarang ayo berdiri,kamu harus istirahat di rumah,kamu juga belum makan 'kan?"
Dara menurut saja,tubuhnya lemah dan wajahnya terlihat pucat.
"Mau saya gendong aja?"taya Revan.
Dara menggeleng,"Gak usah."
Tapi Revan memaksa dan akhirnya menggendong nya ala bridal style.
"Lepasin!saya bisa jalan sendiri!"tolak Dara.
"Udah kamu nurut aja sama Revan ya Dara,Revan khawatir sama kamu,takut kamu pingsan jadi biarin Revan gendong kamu,Rev mamah ikut mobil nya Tasya aja ya,biar kamu berdua sama Dara,"ucap Kaira dan berlalu pergi.
Revan mendudukan Dara di samping kursi pengemudi.
"Makan dulu nih,kamu pucat."perintah Revan.
"Gak mau!gak nafsu makan,"
Revan menyendokan nasi,"Kamu belum makan dari pagi,ayo buka mulutnya."
"Udah dilangin gak mau!jangan maksa!"
"Kalau kamu tetap gak mau,saya akan---"
"Akan a-apa?"
"Cium bibir kamu,"ucap Revan menatap mata Dara lekat-lekat.
Dara refleks memegang bibir nya yang sedikit pecah-pecah dan pucat.Dia tidak mau Revan mencium bibir nya yang sedang dalam keadaan pecah-pecah dan sedikit pucat.
Alhasil Dara langsung mengambil makanan dan di tangan Revan dan langsung menyuapkan ke dalam mulutnya.
"Diancam cium bibir aja langsung takut,"ucap Revan terkekeh.
Dan Revan lalu melajukan mobil nya membelah jalanan.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY FUTURE CEO
Ficción GeneralAdara Felinna Gempita atau dikenal dengan Dara,dia seorang gadis pendiam yang berwatak jutek tapi baik,mempunyai masa lalu yang begitu kelam dengan keluarga nya membuat nya menjadi gadis yang rapuh dan bergantung pada obat penenang. Hingga akhirnya...
