siapa wanita itu?

15.7K 1.4K 50
                                        

"Kak"

Zia menoleh kearah pintu dan melihat zio yang sedang berdiri, sepertinya zio melihat kegilaan zia,sungguh zia sangat malu

"Eh kenapa?" Zio mendekat ke arah zia lalu duduk di sampingnya

"Bwahahahaha" zio tertawa lepas sembari memegangi perutnya

Zia yang kesal dengan zio melempar bantal ke mukanya membuat zio berhenti tertawa

"Kakak gila" zio melempar guling ke arah zia,zia yang tak mau kalah pun melempar balik

Mereka saling lempar lemparan bantal hingga sekarang apartemen zia sudah berantakan akibat ulah mereka

___

Malam ini zia akan pergi ke penjual seblak yang ada di depan Indomaret,zia sangat lapar karena makanan yang ada di apartemen nya habis di makan oleh zio

"Pak beli seblak komplit spesial pake telor 2,ceker 1,krupuk nya jangan kebanyakan,mie nya sedikit,sama cabe nya banyakin" ucap zia panjang lebar

"Nunggu sebentar gapapa neng?" Tanya penjual itu

"Iya pak gapapa,saya udah biasa kok nunggu, walaupun akhirnya bukan milik saya"

"Lagi patah hati ya neng?" Ucap penjual seblak itu

"Engga juga si,cuma lagi kesel aja"

Zia membuka ponselnya,zia mencoba memainkan game mobile legend,membuat dirinya sangat fokus menatap handphone nya itu

"Fokus banget" tiba tiba lio datang menghampiri dan duduk di sebelahnya,zia tak menghiraukan lio dan tetap fokus dengan game nya

Lio yang merasa kesal karena tidak di tanggapi pun mengambil ponsel zia

"Ih apaan sih" kesal zia

Lio yang melihat zia kesal pun terkekeh

"Ketawa aja terus,sampe mati" zia mengambil ponselnya

"Kok kamu jadi sensi ke aku si?" goda lio

"Kik kimi jidi sinsi ki iki si bodoamat!" Zia berdiri menghampiri penjual seblak itu

"Amat aja ga bodo" lio merangkul zia,zia yang di rangkul hanya diam,hatinya sangat senang namun sekarang zia sedang marah kepada lio

"Kalo marah jangan lama lama nanti kangen"

Blush

Pipi zia memerah namun dengan segera zia menetralkan wajahnya agar tetap cuek

Zia melepas rangkulan lio kasar

"Gausah rangkul rangkul bukan muhrim" zia membayar seblak nya yang sudah jadi lalu pergi meninggalkan lio

Zia terus menggerutu karena perlakuan lio kepadanya tadi,zia tak mau di beri harapan palsu seperti ini

"Sukanya kok nge ghosting" gumamnya

"Ke ghosting sendiri nanges" zia mengkomat kamit kan mulutnya hingga tak sadar dirinya menabrak orang

"Eh sorry sorry sengaja" ucapnya

"Ga sengaja maksud nya" sambungnya

Orang itu menatap zia

"Loh aby?"

"Kenapa?"

"Ah engga sorry ya tadi mata gue lagi mampir ke Indomaret jadi gabisa liat" ucapnya tersenyum

Aby hanya menggelengkan kepalanya melihat zia, sungguh aby menyesal waktu itu membully zia

"Mau gue anter pulang?" Tanya aby

Zia melihat lio dari kejauhan,tangan lio mengepal ketika melihat dirinya bersama aby

"Uhm boleh kok"

Zia menaiki motor aby,dan memeluknya dari belakang,Aby yang mendapat perlakuan itu hanya tersenyum senang, seperti nya zia masih mencintainya

Zia yang melihat wajah lio dari jauh pun tertawa kecil,sungguh zia sangat senang mengerjai lio

---

Hari ini zia akan bersiap untuk besok,zia mencoba menghindari makanan berminyak agar besok saat tampil zia tidak serak

Ketika zia hendak ke kantin zia berpapasan dengan tata dkk dan ada zoey juga

"Wah wah ternyata masih hidup juga?"

"Bacot" zia hendak meninggalkan tata,namun rambut zia di jambak oleh tata keras membuat zia menunduk dan terjatuh di lantai,rambut zia juga rontok

"Nih rambut kayanya banyak dosanya deh" tata membuang rontokan rambut zia ke wajah zia

Zia yang geram dan ingin membalasnya mengurungkan niatnya dan hanya menghembuskan nafas kasar

"Kok diem?bingung ya mau ngelawan gue dengan cara apa" Ejek tata dan di ketawai oleh sely dan zoey

Zia yang melihat itu hanya tersenyum sinis,lalu berdiri menghadap mereka

"Gue diem bukan berarti bodoh" zia meninggalkan mereka, sebelum meninggalkan zia sempat menoleh mereka

"Kita liat besok" ucapnya lalu pergi meninggalkan mereka.

-

Sepulang sekolah zia ingin pergi ke kantor nya,sudah lama zia tidak kesana,sebelum zia kesana zia memesan makanan di sebuah rumah makan untuk karyawan nya

Zia memasuki rumah makan itu dan mulai memesan makanan yang ingin di pesannya

Sembari menunggu zia duduk dan memainkan ponselnya,tiba tiba zia mendengar suara tawaan yang menurutnya tidak asing baginya

Zia menoleh ke arah orang itu,sejenak zia mematung,tiba tiba zia menangis,zia tidak menyangka dengan apa yang di lihat nya

Zia menghampiri orang itu,menatap nya dalam dalam dan benar dia adalah orang yang selama ini di rindukannya.




















hayo siapa ya orang itu,jangan lupa buat vote dan follow makasiii.

Transmigration Zea Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang