siapa pria itu?

21K 2.1K 96
                                        

Hari ini zia akan pergi ke mall untuk membeli skincare yang sudah habis,zia juga sudah tidak memakai make up seperti ondel ondel semenjak keluar dari rumah sakit,banyak yang mengatakan zia caper kepada Aby atau sebagainya

Zia menuruni tangga sembari bernyanyi kecil,zia menggunakan kaos hitam yang pas di badannya dan rok selutut berwarna coklat

"I want you to,take me home a fallin~" zia terus menyanyi

Zia menatap Aby dkk dan dua Abang kembar nya sedang tertawa di ruang keluarga jangan lupakan ada tata juga yang di jadikan seperti ratu

Zia yang melihat itu pun bergidik ngeri

"Iuw bisa bisanya tu cowo bisa mau ama tu cewe"

"Di pelet ini mah kayaknya" zia melanjutkan langkahnya

"Zia,sini ikut gabung sama kita" panggil tata

Zia menoleh dan mengangkat satu alisnya

"Kumpul bareng kalian?gak lepel"

"Kok kamu kaya gitu hiks"

"Heh rubah muda,gausah sok nangis gitu deh jijik gue liatnya,aneh ya ada aja yang mau temenan sama manusia modelan iblis kaya lo" zia menunjuk ke arah tata yang sedang menangis

"Zia!" Aby hendak menampar zia

"Apa?mau tampar gue?silakan,tampar gue sepuas lo,tapi inget satu tamparan akan di balas seribu penderitaan" lagi lagi zia membuat semua orang disana mematung kecuali tata yang masih menangis

Zia meninggalkan rumahnya,zia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,moodnya sudah hilang untuk membeli skincare,mood zia kadang berubah ubah sesuai kondisi zia sekarang

"Huh awas lo ta,sebentar lagi identitas lo yang sesungguhnya bakal kebongkar" zia tersenyum smirk

____

Malam ini zia akan balapan untuk menenangkan pikiran nya,zia juga sudah lama tidak balapan

Zia sudah siap di arena balapan,tiba tiba motor sport berwarna merah hitam berhenti di sampingnya,zia mengetahui lawannya sekarang, melihat dari motornya saja zia tau siapa orang itu

Gadis ber rok minim sedang berjalan di depannya membawa sebuah kain

"Ready?" mereka mengangguk

"One two three" gadis itu membuang kainnya ke segala arah

Dua motor sport itu melaju cepat,zia sudah handal dan mengetahui strategi lawannya

Posisi zia berada di belakang lawannya membuat lawannya itu tersenyum kegirangan karena pasti nanti zia akan kalah,namun ketika mendekati garis finish zia menancap gas dengan kecepatan yang tak terkendali alhasil Zia lah pemenangnya

"Gue akui hari ini lo menang" ucap pria itu yang tak lain adalah aby

"Kekalahan mengajarkan kita untuk tidak menyerah dan jangan jadikan kekalahan itu menjadi suatu kedendaman" zia melajukan motornya meninggalkan arena

Aby menatap punggung Zia yang perlahan menghilang,aby terus memandangi motor itu, menurut nya motor itu tidak asing baginya

Sesampainya di rumah zia langsung merebahkan tubuhnya,untung saja tidak ada satu keluarga pun yang tahu zia keluar,jam menunjukkan pukul 2 dini pagi,zia ingin tidur namun sepertinya tidak mengantuk

Tok tok tok

Zia mendengar suara ketukan dari arah pintu,siapa yang mengetuk pintunya sepagi ini,sungguh zia merinding

"Gila siapa yang ngetok pintu" gumamnya

"Sayang ini mamah" zia menghembuskan nafas dengan lega,zia sudah berfikir yang tidak tidak ternyata itu malah mamahnya

"Masuk aja mah"

Nea pun masuk ke kamar zia,mengunci pintu kamar dengan rapat rapat

Zia yang memperhatikan nea sedikit aneh, perasaan nya mengatakan bahwa nea seperti nya sedang tidak beres

Nea mendekat ke arah zia lalu memeluk nya,air mata nea turun, sepertinya nea sedang menangis

"Mamah kenapa nangis?" Tanya zia

Nea masih menangis,zia yang melihat itu membiarkan mamahnya untuk menangis terlebih dahulu baru zia akan bertanya lagi

Nea mengusap matanya,menarik nafas dalam dalam dan menghembuskan dengan kasar

"Mamah kenapa?" Tanya zia sekali lagi

"Nino selingkuh,dia udah bohongin mamah" nea menahan air matanya untuk tidak jatuh

Nea menceritakan semuanya kepada zia,Zia yang sudah emosi mengepalkan tangannya ingin sekali zia membogem pria paruh baya itu

"Mamah pengen pisah zi"

"Huftt,kalo itu keputusan mamah zia ngikut mamah"

"Tapi kita jangan biarin gitu aja mah" zia tersenyum smirk

"Maksud kamu?"

Zia menyusun rencana,nea dengan senang hati pun mengikuti rencana zia,nea juga ingin suami nya itu sadar

__

Pagi ini zia berangkat naik bus,zia sudah lama tidak naik bus, terakhir zia naik bus ketika di China

Sesampainya di sekolah zia berjalan santai sambil bersenandung kecil, memakai headset di telinganya dan tas yang di selempang kan di bahu kanannya,baju yang sedikit di keluarkan dan rambut yang tidak di gerai

"Awhh" zia merasakan headset nya di tarik

Zia menoleh dan menatap orang yang menariknya

"Apa?" Lio menatap tajam zia,perlahan langkah lio mendekat ke zia

Zia terus memundurkan langkahnya ketika lio mendekat,namun zia sudah berada di tembok membuat nya tak bisa lepas dari cengkeraman lio

Zia menutup matanya,pikirannya membayangkan yang tidak tidak,jangan lupakan bahwa di dalam jiwanya adalah zea yang sering menonton drama

"Bajunya jangan di keluarin" ucap lio membisikkan ke telinga zia

Zia membuka matanya,ternyata apa yang di pikirnya tidak terjadi,zia memutar mata nya malas dan meninggalkan lio

Lio hanya terkekeh melihat zia yang meninggalkan nya dengan cuek

Sepulang sekolah zia hendak ke markas,ketika di jalan zia melihat seorang wanita paruh baya dan satu gadid sedang bersama seorang pria,zia sangat tidak asing dengan gadis itu,mereka pergi ke sebuah restoran,zia yang kepo langsung membuntutinya

Zia duduk agak jauh dari tempat duduk mereka,namun zia masih bisa mendengar mereka ketika berbicara

Zia menatap gadis itu dengan jelas

"Gila tuh nyokap tata,udah rebut bokap zia eh malah main cowo lagi di belakang" zia terus menatap mereka yang sedang tertawa ria

Setelah pulang dari restoran zia langsung pulang ke rumah,niatnya untuk ke markas gagal karena zia membuntuti tata

Setelah zia membersihkan dirinya zia turun menemui nea yang sedang di dapur

"Mah" nea menoleh kearah zia

"Kenapa sayang?"

Zia menceritakan semuanya kepada nea,nea yang geram mendengar nya ingin sekali mencakar cakar wanita itu,berani sekali dia merebut suaminya dan sekarang dia malah sedang jalan jalan dengan pria lain

"Mamah lurusin aja rencana yang aku buat" nea mengangguk mengerti

Zia memang meminta nea untuk membalikan nama nino menjadi nama nea lagi,kantor,rumah dan beberapa barang yang mereka punya sebenarnya milik nea namun saat itu nea terobsesi dengan nino sehingga semuanya sudah menjadi nama nino

Nea akan menjalankan misinya dengan hati hati supaya tidak ada yang tahu dan nea akan menghapus semua jejaknya, sebelum nea menikah nea  adalah seorang intelejen namun setelah menikah dengan nino nea sudah tidak lagi menjadi intelejen.


hai maaf gaje hehe,jangan lupa vote dan follow, makasiii uu.

Transmigration Zea Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang