Malam ini zea sedang duduk di teras pinggir kolam renang,zea sedang memikirkan perkataan zoey tadi siang
"Gua bukan pembunuh,tata mati karena depresi,bukan karena gua" batinnya
Zea terus memandangi air di kolam,dan terus memikirkan tentang kejadian tahun lalu
"Gua harus bawa El pergi dari sini, sekarang zoey udah keluar dari penjara,bahkan anaknya juga deket sama el,gua gamau anak gua jadi korban selanjutnya, walaupun gua dulunya ketua gangster tapi gua gamau tangan gua kotor lagi" gumamnya yang terus memandangi air kolam
"Bunda" tiba tiba el datang sembari membawa guling
"El?el kok belum tidur?" Zea memangku el
"El nda bisa tidur bunda"
"Ayah udah tidur?" El mengangguk
"Yaudah nanti bunda temenin el tidur ya,tapi sebelum nya bunda mau tanya sama el"
"Tanya apa bunda?"
"Kalau semisal besok kita pindah ke china apa el mau?kita pindah di deketnya oma zara,dan nanti bakal ada om zio juga disana" ucapnya
"Tapi bunda,nanti zoya gimana?el sama zoya udah temenan,bahkan tadi zoya kasih ini ke el" el menunjukan sebuah gelang di tangannya
"Zoya bilang ini gelang pertemanan,dan El ga bole lepas gelang ini kalau el belum gede dan belum ketemu sama zoya" ucapan el barusan membuat zea memikirkan tentang dirinya dulu saat bertemu dengan lio
"Tapi el,kita harus pindah,ini demi keselamatan kita semua"
"Emang kita kenapa bunda?bukannya mama nya zoya temennya bunda ya?dan keliatannya dia baik bunda"
Zea yang bingung harus menjawab apa pun mengalihkan pembicaraan lalu mengajak el pergi tidur
___
Pagi ini zea bersama el akan pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan yang sudah habis
Ketika di jalan tiba tiba zea melihat anak kecil yang sedang sendirian
Zea dan el pun menghampiri anak itu
"Hai cantik,kamu kok sendirian?mamah kamu kemana?" tanya zea sembari mengusap rambut anak itu
"Bunda itu zoya" ucap el
Zea yang mendengar ucapan el barusan pun menghempaskan tangan nya
"Bunda kenapa?" Zea menggeleng
"El kita pulang aja yuk,gak jadi kepasar kita suruh bi re aja yang ke pasar"
"Tapi kenapa bunda?zoya sendiri lho,kasian dia mamahnya gak ada"
"Gak papa sayang,perut bunda sakit" bohongnya
"Zoya el pulang dulu ya,kamu hati hati ya,tunggu aja disini sampai mama kamu dateng" ucapnya dan di angguki oleh zoya
Zea yang melihat itu sebenarnya tidak tega jika harus memisahkan el dan zoya,namun zea juga tidak ingin jika el terlibat dengan zoey,takutnya zoey menyakiti el,karena sekarang zoey semakin menjadi jadi.
___
"Kamu dari mana aja sayang?" Tanya lio tiba tiba memeluk zea dari belakang
"Jalan jalan" ucapnya
"Uhm by,gimana kalau kita pindah ke china?"
"Emang kenapa tiba tiba pengen pindah hm?"
"Ga papa,aku pengen sama bunda"
"Yaudah besok aku pesenin tiketnya,tapi el udah setuju belum?" Zea mengangkat bahunya
"El nda mau pindah ayah" el lari lalu di peluk oleh lio
"Tapi bunda pengen pindah el" tegas zea
"Tapi el nda mau tinggalin zoya"
"El!kamu lebih memilih dia daripada bunda?" Kini zea emosi,entah mengapa zea tidak bisa mengontrol emosi nya
Zea yang terengah engah pun pergi ke kamar
El yang di bentak zea pun menangis kencang
"Ayah kenapa bunda bentak el si hiks el salah apa hiks"
"Cup cup udah ya el,mungkin bunda lagi kecapean aja itu makanya bunda ga sengaja bentak el" lio mengusap air mata el
"El harus nurut ya sama bunda,besok kita pindah,el ga boleh nolak ini,oke?" El mengangguk
"Tapi sebelumnya,el pengen ketemu sama zoya,el pengen ngomong kalo el mau pindah"
"Zoya siapa?temen el?" El pun mengangguk
"Yaudah nanti kita cari zoya" lio pun membawa el ke kamar guna menyusul zea.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigration Zea
Teen Fiction[END] PART MASIH LENGKAP! mau di revisi karena alurnya kurg jelas,yu yang penasaran langsung di baca aja sebelum sebagian part di hapus,happy reading gils! ga pinter bikin desc,intinya aja ini cerita tidak terlalu mengarah ke sebuah transmigrasi,me...
