"Halo"
"Iya,ada apa zoey?" Tanya lio pada zoey,mereka sedang melakukan panggilan telepon
"Kamu kapan pulang nya?"
"Gatau zoey,disini urusan nya masih banyak"
"Huftt cepat pulang ya,aku punya sesuatu buat kamu"
Lio mematikan sambungan nya,dan melempar ponselnya ke sembarang arah
____
Zia terus memegangi perutnya,zia terus berfikir apakah dirinya harus menggugurkan kandungan nya atau tidak
"Gua gamau gugurin anak gua,dia ga salah" gumamnya
"Terus gua harus gimana" perlahan air mata zia turun,zia sangat pusing dengan apa yang di alaminya
"Zea" panggil lio yang ada di belakang zia
Lio segera mendekati zia yang sedang menangis dan duduk di sebelahnya
"Ze gua bakal tanggung jawab"
Zia menatap lio dengan tatapan yang sulit di artikan
Zia hendak pergi,namun dengan cepat lio memeluk nya
"Lepas li, hiks"
"Gak ze,gua gak akan lepasin lo,di dalem perut lo ada anak gua,dan gua harus bertanggung jawab atas apa yang gua lakuin"
Zia terus menangis,dirinya sangat benar benar bingung,zia masih belum bisa memaafkan lio,namun dirinya juga sedang mengandung anak nya,zia tak mau menjadi orang berdosa yang menggugurkan kandungannya karena sebuah kebencian di masa lalu
____
Hari ini zia akan pergi ke Indonesia karena katanya nea sedang sakit keras,itu makanya zia segera pulang ke Indonesia
Sesampainya di bandara zia langsung menaiki pesawat dan duduk di kursi yang sudah di pesannya
Zia duduk di sebelah laki laki yang sedang tidur menggunakan kacamata hitamnya
"Kayanya cogan nih" batin zia sambil melirik ke arah pria itu
"Ekhem" dehem zia
Pria itu pun bangun dan menatap zia,dan melepaskan kacamata nya
"Lo" ucap zia ketika melihat pria itu
"Kenapa lo disini si"
"Gua mau pulang" jawabnya
"Katanya mau tanggung jawab,gimana sih"
"Berarti mau aku nikahin hm?"
Zia yang mendengar itu gelagapan dan bingung harus menjawab apa
___
Brakk
"Mamahhh" teriak zia(zea) ketika memasuki rumah nea
Zia melihat nea sedang berjalan menuju dapur pun berlari dan memeluknya
"Mah"
Tuk
"Awhh mamah sakit tau,anak baru dateng bukannya di sambut malah di pukul" gerutu zia
"Kamu sih,bukannya salam dulu malah dobrak pintu kaya rentenir"
Zia hanya cengengesan seperti orang yang tidak bersalah
"Zia anak papah" zia menoleh lalu memeluk nino erat
Zia juga memeluk kakak kembarnya
"Kak ziaaa" teriak zio lalu memeluk zia sampai zia hampir terhuyung ke belakang
"Huek" zia berlari menuju toilet
"Hosh hosh huekk" zia terus muntah
"Sayang kamu kenapa,kamu sakit?" Zia menggeleng
"Zio pake parfum banyak banget ya"
"Engga ye,gua ga pake parfum malah" ujar zio
"Udah udah,mending kamu istirahat dulu sayang" nea mengantar zia ke kamarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigration Zea
Teen Fiction[END] PART MASIH LENGKAP! mau di revisi karena alurnya kurg jelas,yu yang penasaran langsung di baca aja sebelum sebagian part di hapus,happy reading gils! ga pinter bikin desc,intinya aja ini cerita tidak terlalu mengarah ke sebuah transmigrasi,me...
