Pitu

629 63 0
                                        

Enjoy for reading guys!

...




Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.





Malam minggu, bagi si jomblo di luaran sana tentunya merupakan malam keramat. Karena banyaknya pasangan-pasangan, baik itu yang sudah halal, hanya sekedar dekat, memiliki komitmen atau pun yang berusaha untuk menjalin kasih, mereka berbondong-bondong keluar untuk merayakan malam yang katanya mah sebagai malam euforia-nya para couple-couple uwu ini.

Atau hal itu hanya berlaku pada beberapa orang saja? Mungkin sepertinya iya~ 

Selepas melaksanakan sholat isya berjamaah yang diimami oleh kakak tertua Dwija aka mas Ajun. Mereka memutuskan untuk melepas rindu kebersamaan yang sudah diimpikan mereka selama beberapa bulan ini. 

Iya beberapa bulan, soalnya anggota Dwija junior ini belum lengkap. Kan mas Rama belum pulang ._.

Ditemani dengan secangkir kopi ataupun teh hangat sebagai pendamping setianya, para jomblo boy Dwija ini bersantai ria menikmati semilir angin malam yang rasanya begitu menyejukkan malam ini––tidak hangat dan tidak dingin, cocok untuk yang senang nongki-nongki santai di tempat terbuka.

"Tumben banget mas Arkan ngga keluar."

Pernyataan yang merujuk pada pertanyaan tersirat dari Nana ini menjadi pembuka pembicaraan di malam ini.

Merasa namanya dipanggil, Arkan yang sedang meminum kopi hangatnya nampak tersedak, "Uhuk uhukk."

Ajun yang di sampingnya membantu memukul pelan tengkuk adiknya itu lalu memberinya air putih yang ada di sekitarnya, dan segera diminum oleh Arkan.

Karena Arkan ini mahasiswa tingkat akhir plus dia ini orangnya setia––setiap tikungan ada, makanya dia suka banget keluar rumah. Kalau ngga buat nyari inspirasi otak, ya nyari pencuci mata.

Jangan cuma otak aja yang diasah, mata juga perlu dicuci biar makin bening -mas Arkan si orang setia.

"Makasih mas Ajun," ujarnya dengan mata tersenyum. Kemudian ia mendelik ke arah Nana dan menangkup pipi Nana dengan tangan kanannya gemas.

"Kamu ya Na, mas lagi minum malah ditanyain," ujarnya dengan senyum yang masih bersandar di mata sipitnya. Tapi di mata Nana, senyum masnya kali ini agak seram.

"Hehehe, pisss." 

Nana mulai nunjukkin aegyonya ke Arkan sembari melepas paksa tangan Arkan yang masih bertengger di pipinya saat ini. Arkan yang melihat aegyo adiknya itu pun hanya membalasnya dengan cengiran terpaksanya.

 Arkan yang melihat aegyo adiknya itu pun hanya membalasnya dengan cengiran terpaksanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
ABHINARA | Lee HaechanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang