Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pagi ini rumah keluarga Dwija terlihat ramai, siapa lagi pelakunya kalau bukan kelima anak badung pak Dwija.
Loh kok cuma lima?
Iya benar kok, soalnya mas Rama sama mas Ajun ngga tinggal di rumah.
Mas Rama kerja di luar kota, sekitar dua tahunan ia sudah merantau di kota orang. Dia biasanya pulang ke rumah tiga bulan sekali, itupun kalau pekerjaan di kantornya sedang tidak terlalu banyak.
Pas awal mas Rama diterima kerja di tempatnya sekarang tuh, orang rumah pada seneng banget. Soalnya mas Rama sudah dari dulu ingin sekali bekerja, dia ngga tega harus terus-menerus melihat bapaknya kerja membanting tulang sendirian. Ya, walaupun anak-anak yang lain juga sudah ada yang bekerja sih. Walaupun pekerjaan kecil-kecilan, menjadi kasir di salah satu kafe ataupun pekerjaan lainnya yang dapat menambah pemasukan mereka.
Saat itu mas Rama baru saja pulang dari kampusnya. Bukan––bukan mas Rama yang masih kuliah, kan mas Rama baru saja lulus. Mas Rama ke kampus buat jemput adeknya, ya siapa lagi kalau bukan si Abin yang memang saat itu masih menjadi mahasiswa baru.
Loh kenapa Abin dijemput? Katanya udah dikasih motor sama bapaknya?
Iya memang benar si Abin sudah dikasih motor sama bapaknya itu. Tapi motornya harus dipinjam mas Rama buat keliling nganterin berkas pendaftaran di kantor yang dia pengen. Soalnya motor mas Rama lagi nyalon, jadilah mas Rama meminjam motor si tengil Abin.
Ya walaupun ujung-ujungnya dia harus rela jadi kang ojek dadakannya si Abin sih, tapi demi dapetin pekerjaan itu, apapun akan ia dilakoni -mas Rama 2k15
Singkat cerita, saat mas Rama yang senangnya bukan main pas tahu dia diterima di pekerjaan yang dia pengen itu, dia langsung datengin kantornya tersebut. Tentunya dia kesana bareng sama temannya yang juga keterima di kantor yang sama. Dan akhirnya dia langsung bekerja beberapa hari kemudian, tentunya setelah melewati serangkaian tahapan tes lagi di sana.
Sedangkan mas Ajun, sudah satu tahun ia bekerja di salah satu perusahaan yang berada di kotanya. Karena tempat kerjanya ini agak jauh dari rumah, makanya mas Ajun ngekos di sana.
Mas Ajun ini beda dari mas Rama, dia langsung ditawari pekerjaan sebelum lulus kuliah sama pemilik perusahaan percetakan yang cukup ternama kala itu. Karena memang mas Ajun juga lagi butuh kerja, akhirnya dia terima deh pekerjaannya itu, dan awet sampai sekarang.
Mas Ajun ngga seperti mas Rama yang harus pulang tiga bulan sekali kok, mas Ajun ini malahan pulang tiap minggunya, tepatnya setiap hari sabtu dan minggu––saat hari libur kantornya. Itupun jika sedang tidak ada lembur tentunya. . .