Meskipun hari minggu karena jadwal concerto sudah semakin dekat maka tak ada libur bagi ketiga peserta terpilih karena waktu nya hanya berjarak tiga hari antara busan dan Osaka. sambil menunggu Miss Rose datang, Winwin yang merasa bosan pun mendatangi dapur tempat dimana Taeyong mengekspresikan semua karya nya. Dia selalu terlihat sibuk dengan buku resep dan adonan, tak lupa alunan lagu klasik yang menemani nya sekaligus menaikan mood nya.
“Kau sedang membuat apa?”
Winwin mendekati sang koki yang masih terfokus pada resepnya.
“Lasagna” jawabnya singkat. Winwin mengangguk paham. Sambil melihat dekorasi dapur yang megah ini. Winwin jadi teringat saat dia bekerja di cafe sebagai seorang barista.
“Aku boleh pinjam alat pembuat kopi?” sejenak Taeyong menoleh kearah nya. Alisnya naik turun curiga. Dia seperti memgklaim jika semua dapur dan isinya adalah miliknya maka selain orang yang tak ada bakat dalam masak tak boleh menyentuh nya.
“Kau mau apa biar aku buatkan.”
“Aku agak sensitif jika dengan coffe, lagipula aku pernah bekerja sebagai barista sebelum sekolah disini” ujar winwin apa adanya. Kini alis Taeyong mengerut.
“Barista?” ulang nya. Winwin mengangguk kemudian mengambil alat peracik kopi dan memasukan biji kopi yang ada. Dia memilih moca java coffee sebagai bahan utama.
“Oh ya boleh aku mengetahui bagaimana kisah mu?” Taeyong tiba-tiba merasa penasaran dengan latar belakang Winwin meskipun pada awalnya dia tidak perduli tapi semakin lama bersama, membuat rasa penasaran itu makin membuncah.
“Sebelum itu Aku juga ingin tahu bagaimana kehidupan mu” Winwin balik memantangi. Kemudian ia memasukan beberapa sendok gula dan crimer secara bersamaan dan mulai mengocok coffee nya.
“Ha, aku ya!” sejenak perhatian Taeyong teralihkan.
“Aku seharusnya berterima kasih pada Hyena karena memberiku kesempatan untuk mengembangkan bakat ku dalam kuliner. Jika saja menuruti kemauan ayah yang egois itu , mungkin Aku akan merasa depresi dan pada akhirnya bunuh diri” Winwin menaruh olahan coffee itu di gelas tinggi hingga atas nya penuh dengan busa. Kemudian mendengarkan ocehan Taeyong dengan seksama. Bahkan seorang keluarga yang harmonis saja , membuat Taeyong depresi dan putus asa karena keinginan kuat yang tak terealisasi. Bagaimana jika dia di posisi winwin? Rasa minder dan putus asa selalu menyerang nya. Terlebih- saat membuat seorang ratu telah jatuh padanya. Winwin jadi mengingat kejadian semalam di rumah jamur dimana Hyena benar2 membuka hati untuk nya. Saat itu perasaan Winwin langsung bimbang. Tapi, sampai saat ini – ia masih membutuhkan nya. Ya! Sedikit picik jika menggunakan kelemahan wanita demi ambisi nya.
“Nah sekarang giliran kau!” sebagian pikiran winwin melayang , tahu2 Taeyong sudah selesai bercerita.
“Sebelum itu, kau harus percaya diri dengan kemampuan mu. Menjadi chef dan musisi sekaligus pun tak masalah. Karena masakan buatan mu sangat enak. Hey! Aku mendukung mu!” Winwin menepuk2 pundak nya.
“Kau tak sedang berbasa basi kan?” Taeyong menatapnya curiga. Winwin menggeleng polos. Kemudian mengambil satu potong lasagna yang sudah jadi. Rupanya saat bicara tadi, tangan Taeyong tetap bekerja dan tak mengurangi rasa fokus pada masakan nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Melody in the dark | 21+
Fiksi PenggemarKematian seorang siswa kelas 2 sempat menggemparkan satu sekolah asrama 'Weston academy' . Dia yang tergabung dalam tim elite club musik. Tak ada yang mengenal baik dengan nya karena sikapnya yang misterius dan antisosial. Namun suatu waktu, untuk...
