Chapter 3: Perhatikan saya

689 122 26
                                        

"udah lah, yuk balik!" Ucap Lita mengajak kedua sahabatnya keluar rooftop

Mereka mulai membalikkan badan dan berjalan menuju tangga

"Bunda, sabar dikit napa"

Ketiganya berbalik dan menforkuskan pandangan ke pria dewasa yang tengah tersenyum didepannya

Ketiganya berbalik dan menforkuskan pandangan ke pria dewasa yang tengah tersenyum didepannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gilaa ganteng banget anak si Anna

Ini mah kek om om anjir bukan anak ini mah..

Kedua sahabat lita terkejut dengan kemunculn Erson secara tiba-tiba, mereka tidak menyangkan anak yang dimaksud lita bukan anak imut, kecil sesuai bayangannya. Namun pria dewasa dengan badan kekar tegak dengan dada bidang yang eksotis. Kalau gini mah bukan future child, tapi future Husband

"Halo tante, sahabatnya Bunda kan?" Saut Erson dengan senyum manisnya

"Ehe.. Eh.. Haaii" balas mereka dengan gugup

Gila, suaraya seksi banget, batin Lita

"Bisa tinggalin aku sama bunda?"

Kedua sahabat lita meninggalkan mereka berdua. Erson lekas menarik tangan Anna menjauhi tempat mereka ke sisi rooftop yang lebih sepi.

"Nanti di jam 12, kelas Angga ada praktik sepak bola. Dia bakal main sama temennya di lapangan sebelah kiri. Bunda duduk aja di tribbun bagian kiri paling bawah " ucap Erson tiba-tiba

"Bola nanti bakal kenain Bunda, agak sakit si tapi apasalahnya dicoba"

"Kamu gila ya, nama mau saya kesakitan demi dia" balas Anna

Erson sudah hafal dengan respon yang akan diberikan Anna, wanita didepannya selalu mengandalkan ego

"Katanya mau dapet cinta ayah, ya berkorban lah"

Anna semakin membesarkan bola matanya. Dirinya terkadang memang melihat Angga sewaktu latihan futsal, tapi bukan berarti harus mengorbankan diri buat dapat perhatian juga kan?

"Ayolah, pasti habis ini dia nyamperin bunda, percaya sama aku"

Erson melihat ekspresi wanita didepannya tetap sama. Menatapnya dengan ekspresi yang sulit buat dijabarkan, antara masih bingung, heran, atau bahkan semakin aneh melihatnya.

Kalau gini terus nggak selesai-selesai misi gue anjir, batin Erson

Erson menghela napas, wanita didepannya tidak menampilkan respon apapun

Huft

"Buruan ke lapangan, nanti aku tunjukin tempat duduk bunda"

Erson mendorong punggung Anna untuk berjalan menuju tangga menuruni rooftop

--------------------0000--------------------

"Masih mau nglanjutin"

"Gue harus jadi dapetin kepercayaan dia"

"Tapi nggak gini juga keless"

"Kan gue udah bilang, demi cinta bakal gue lakuin"

"Tugaslu cuma bantu gue bukan malah ngrusak rencana bangsat"

"Terserah lo, gue mau balik "

---------------------------00000--------------------------

Entah kenapa hari ini Anna merasa menjadi kucing yang habis dipukul kepalanya. Dirinya secara sadar duduk di sisi kiri tribbun lapangan futsal hanya untuk melihat lelaki idamannya yang sedang bermain futsal. Anna menatap bosan, dirinya menyebarkan pandangan di sekeliling tribbun, mencari pandangan yang lebih menarik daripada menunggu bola mendatanginya.

Jika kalian tanya dimana Erson, lihat saja! Dia sekarang duduk dengan cengiran khasnya di bangku tribbun seberang tempat duduk Anna dengan tatapan dan senyum khasnya pada Anna.

Flashback On

"Duduk di baris kedua bunda" ucap lelaki itu sambil menunju sisi bagian kiri lapangan

"bukan situ bawahnya"

"Nah bener, agak kekiri"

Anna memutar bola matanya malas kemudian menggeser duduknya sesuai perintah Erson cerewet

"Terlalu kiri bundaaa, geser kanan dikit! Dikit aja tapi" 

"Lah bener, sekarang duduknya serong ke kanan"

"huft, gimana sih??" helah Anna capek dengan perintah aneh-aneh Erson dari tadi

"Sekarang diem, udah bener. Gausah banyak gerak!"

Flashback Off

Tiba-tiba

Bugh

Aww..ashh... Sakit

Benar saja, Kepala Anna baru saja mendapat bola nyasar. Anna meringis sambil memengang kepalanya erat.

Pasti berbekas ini nanti,batin Anna

"Sorry gue nggak sengaja" ucap seorang laki-laki didepannya

"Sini gue bantu jalan ke UKS"

Anna paham suara ini, dia bergegas menegakkan kepala. Dan benar saja, Angga tengah menatapnya khawatir, lelaki itu bahkan dengan sadar menyentuh kepalanya

"hah?" Jawab Anna tiba-tiba sambil meredamkan detakan jantung yang kian kencang

Angga tekekeh pelan,

"Masih sakit kan? Gue anter ke UKS ya?" Jawab Angga sambil menarik pelan tangan Anna dan berjalan keluar lapangan menuju UKS

Erson sedari tadi melihat semua kejadian itu dari jarak jauhnya. Sejak wanita itu melamun enatah memikirkan apa. Erson hanya tersenyum melihat Anna  yang tengah duduk dengan cemberut akibat perbuatannya tadi. Hingga saat ini Anna yang sudah berjalan bersama lelaki idamannya menuju UKS, Erson tersenyum lega.

Inikan yang kamu inginkan sejak awal bunda, batin Erson 

Inikan yang kamu inginkan sejak awal bunda, batin Erson 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Feign [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang