Chapter 10: Buat Erson

205 68 19
                                        


Hishh.. hishh...

"Tidak ada gunanya saya hidup" kata Anna masih dengan posisi yang sama

"Kata siapa?"

Anna terkejut dan langsung menegakkan duduknya

"Kamu?"

"Lanjutin aja, aku cuma numpang duduk"

"Mana bisa saya lanjutin kalau kamu disini"

"Lagipula tadi siang kamu saya cari hilang, sekarang tiba-tiba datang udah malem padahal"

Pria itu tersenyum. Benar,, Erson tengah duduk dibangku yang diduduki Anna saat ini. Pria itu masih tersenyum tidak berniat membalas apapun.

"lanjutin aja nangisnya, anggep saya nggak ada" ucap Erson sambil mengilangkan tangan di dadanya

"Mana bisa saya nangis dihadapan orang"

"haha, malu kan" Erson kembali menggoda gadis yang terduduk disampingnya

Aku makin tau sekarang, kalau aku belum tau apapun, batin Erson

"kamu jangan goda saya, atau saya pergi saja"

Anna berdiri, mulai berjalan meninggalkan Erson

"Kata siapa?"

Langkah Anna terhenti, Erson tiba-tiba berucap

"Kata siapa hidup bunda nggak berguna?"

Anna terdiam, dirinya hanya berniat mendengar kata-kata pria itu

"Sangat berguna. Bahkan buat Erson, bunda lebih dari apapun. "

Bibir Anna benar-benar terkunci, dirinya bahkan bingung hendak merespon apa.

Erson yang melihat keterdiaman Anna lantas berjalan menposisikan diri berhadapan dengan Anna

"kalaupun seluruh dunia nggak memihak bunda, bunda tenang aja"

Erson menepuk dadanya beberapa kali

"Anak bunda ini, akan selalu ada buat Bunda"

"Jadi nggak usah nangis, atau sedih," Ucap pria itu dengan senyum manis khasnya.

"Appan sih, jangan sok puitis kamu itu!!"

"Monmaap ya anak hindie saya tuh" ucap Erson dengan menepuk dadanya bangga

Anna mengerutkan kedua alis dan memutar matanya pelan

Dasar orang nggak jelas, batin Anna

"Yuk, bunda aku anter pulang"

Erson menarik pelan tangan Anna. Anna hanya bisa menurut patuh dan berjalan mengikuti tarikan pria didepannya.

"tadi kenapa hilang? Saya cari waktu istirahat kok nggak muncul?" tanya Anna tiba-tiba

"Orang sibuk ya aku tuh, harus meeting sana-sini, ribet lah."

"Bunda masih SMA belum paham"

Anna memicingkan matanya,

"Gini-gini wawasan saya luas ya, ragu saya kalau kamu tuh beneran orang sibuk"

"Liat aja, mana ada orang sibuk yang meeting sana sini, jam kerja ke SMA pake kaos oblong. Sekarang aja kamu cuma pake kaos"

"Astagfirullah bunda, nih aku juga pake celana kali. Bukan kaos dong, bikin ambigu aja...ih" ucap Erson sambil menyincing celana kain yang dipakainya.

"Ya nggak gitu juga kali ha...haa" Anna tertawa

Erson ikut tersenyum ketika melihat Anna tersenyum, dirinya merasa tenang, setidaknya perasaan gadis itu terobati sedikit demi sedikit,

"Udah didepan rumah, Erson balik.. dada bundaa" Ucap Erson sambil melambaikan tangannya.

Anna tidak sadar tersenyum dan melambaikan tangan membalas Erson, Erson berjalan menjauh dan akhirnya hilang

Sekarang tinggal dirinya berdiri didepan pintu. Lagi-lagi dengan perasaan gundah, harus berhadapan lagi dengan kedua orangtuanya.

--------------------0000000---------------------

Di belahan waktu yang lain,

Cekklek,

Seorang pria memasuki rumah dan berjalan mengendap-ngendap, berusaha tidak menimbulkan suara keras. Dirinya takut penghuni rumah akan terganggu dengan kedatangannya.

Pria itu melebarkan pandangannya di ruang tamu, kemudian dapur, melihat apakah penghuni rumah itu telah tertidur atau belum.

"Ngapain itu, kayak maling!" suara tiba-tiba dari arah belakang.

"Dari mana aja? Sekarang, baru dateng. Kemarin hilang berhari-hari nggak ngabarin aku" ucap seorang wanita yang kini berhadapan dengan sang pria.

"Sayang, kan aku ada kerjaan. Bukan keluyuran nggak jelas..." ucap sang pria seraya mengelus rambut wanita didepannya lembut

Huft

Wanita itu menghembuskan napasnya kasar, tangannya terulur mengambil tangan yang tengah mengelus rambutnya dan mengenggamya erat.

"okey, hari ini aku bakal percaya sama kamu, jangan pernah ada yang kamu tutupi dari aku"

"Kita suami istri, jangan buat aku bodoh atas kamu. Bahkan denger info tentang kamu dari orang lain... rasanya nggak pantes" sambung sang wanita dengan tangan yang masih mengenggam tangan sang pria dan mengelusnya pelan

"Iya sayang aku"

Cup

Sang pria mendekatkan kepalanya, mencium kening sang wanita..

"Aku kekamar dulu kalau gitu" ucap sang wanita dan berjalan meninggalkan sang pria sendiri

Aku harap di masa depan kamu nggak akan benci sama aku na, batin sang pria 

--------------------0000000---------------------


Singkat banget kali ini,,,,,,,

KASIH SEMANGAT DONG KAKA BAIK

klik vote aja gitu, gratis, cuma sedetik  <3


Feign [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang