Chapter 19: Ketahuan Anna

194 27 8
                                        

Huh....huh...Ann..

"hisk.. sakit sekali disini.... sakit sekali... saya tidak tau sampai kapan saya mampu bertahan"

"Saya butuh kamu Erson, tolong kesini. Kuatkan saya..." 

Tidur Jack terganggu oleh mimpinya. Tubuhnya banjir keringat dingin, kepalanya menggeleng pelan dengan mulut yang terus memanggil nama "Anna" pelan.

"Ann.....saya disini...huh,"

"Jangan kesakitan..."

"AANNA!!" teriak Jack dengan tubuh terpelonjak bangun. Huh...huh.. Pria itu menudukkan kepala dengan tangan menyentuh dada kiri, berusaha menormalkan detak jantungnya.

"Anna" panggil Jack pelan dengan pundak yang masih naik turun, "Ann.."

Merasa tidak ada tanggapan pria itu mendongakkan kepala dan melihat situasi sepi di ruangan inapnya. Dirinya sendiri disana, artinya Anna pergi keluar meninggalkannya ketika tertidur.

"Anna, pasti kamu nyari saya" tanya Jack dengan risau memikirkan sudah lama dia tidak melakukan time travel.

"Pasti sekarang kamu sudah dekat dengan Angga." Jack tersenyum membayangkan kedekatan Anna dan Angga seperti keinginannya sejak awal.

"Tapi kenapa aku barusaja mimpi kamu mencariku An? Apa kamu baik-baik saja" Jack mulai khawatir dengan kondisi Anna. Pria itu bergegas mengambil HP di nakas dan mengetikkan sesuatu.

"Gege harus tau ini, aku pengen ketemu kamu An" monolog Jack

Ttokk..tok..tok..

"Ngapain lo chat gw suruh kesini?" tanya Gege sambil berdiri di tengah pintu rawat inap Jack. "Masuk dulu kali, gw pengen ngomong serius. Pintunya tutup juga" perintah Jack

Gege memutar bola matanya malas "Kalau lo nggak sakit gw ajak gelud, enak aja nyuruh-nyuruh gw" racau Gege. Jack yang mendengar itu hanya tersenyum tipis.

"Ge, gw pengen ketemu Anna lagi" ucap singkat Jack. Gege yang mendengar permintaan itu, terkejut dengan mata melotot.

"Tubuh lo masih lemah anjir. Buat kesana butuh banyak tenaga, gw nggak mau resiko" Gege lantas melipatkan tangannya didada.

"Gw kuat ge, gw pasti bisa"

"Gabisa Jack. Plis ngertiin gw sebagai dokter lo, gw gak mau lo justru drop gara-gara kecapekan lagi"

"Please ge, kali ini aja. Pasti Anna disana nyariin gw. Bantuin gw ge," Jack menyatukan tangannya menguncup meminta Gege menuruti keinginannya

"huh..Lo bisa pergi, tapi nggak sendiri Jack." Gege akhirnya menyerah, "Harus ada nemenin lo, jadi kalau ada apa-apa waktu transport ada yang bantuin lo keluar" lanjutnya

"Lo bantuin gw ya??" pinta Jack. Sekali lagi Gege menghela napas kemudian melirik jam di pergelangan kirinya.

"Habis ini ada jadwal operasi, gw gabisa nemenin lo"

"Duh gimana dong ge" Jack mulai bingung dengan hal yang perlu dia lakukan kini.

"Biar saya saja yang temani Jack" sahut seseorang dari arah pintu. Anna

"Saya saja yang menemani Jack pergi" ucap Anna tenang. Berbeda dengan kedua pria yang tampak terkejut sekaligus bingung, bagaimana bisa Anna di masa depan ingin bertemu dengan Anna di masa lalu.

Duh.. makin ribet kan jadinya, batin Gege

Jangan sampai Anna bertemu dengan dirinya sendiri, batin Jack

"Kok diem?" interupsi Anna melihat kebungkaman kedua pria itu

"Emang kamu mau kemana sih?" tanya Anna pada Jack. Jack bingung harus jawab apa, dia tidak pernah berpikiran akan dihadapkan pada situasi seperti ini.

"hah??"

Alis Anna mengerucut bingung dengan respon suaminya, "Kamu lo mau kemana? Biar aku anter"

"Gimana ya bilangnya" ucap Jack dengan menggaruk rambut belakangnya, bingung

"hmm, gw izin keluar. Kayaknya ini masalah rumah tangga, gw ngga ada hak buat dengerin" interupsi Gege, lantas berjalan keluar kamar Jack.

"Gimana?" tanya Anna dengan satu alis yang terangkat

"Sebelumnya, aku minta maaf kalau habis ini kamu pasti marah atau bahkan benci sama aku. Tapi percayalah kalau ini yang terbaik buat kita" jelas Jack

"Apaan sih? Jangan buat aku bingung Jack"

Tangan Jack terulur mengambil kedua tangan Anna kemudian menggenggamnya pelan.

"Jadi gini........."

Jack menceritakan semua kejadian yang dia lakukan sejak awal time travel untuk bertemu dengan Anna di masa lalu. Benar saja, dapat dilihat ekspresi Anna yang menahan emosinya beberapa kali.

"Sebegitunya kamu tidak mau bertakdir dengan aku?" tanya Anna

"Bukan gitu sayang. Aku cuma pengen kamu bahagia dengan pilihan kamu, cinta pertama kamu. Aku harap juga dengan kedekatan Anna dan Angga, mereka bisa ditakdirkan bersama." Jawab Jack

Anna menggelengkan kepala heran. Dadanya kian sesak, mendengar suami yang selalu dia cintai berniat merubah takdir mereka. Tidak menginginkan mereka bersatu.

"Sama saja artinya. Kamu tidak mau bersatu denganku Jack. "

"Maaf sayang, aku hanya nggak mau kamu hidup sendirian di masa tua. Mengurus pria penyakitan yang cuma bisa merepotkan kamu kayak gini. Aku pengen kamu bahagia."

Tanpa sadar air mata Anna menetes. Wanita itu tidak menyangka suaminya akan mengambil langkah gila seperti ini.

"Jadi tujuan kamu time travel itu untuk memutus takdir kita? Iya!" tanya Anna dengan suara tegas

"Maaf" Jack menundukkan kepala, merasa bersalah

Huh...

"Oke, kalau emang itu tujuan kamu akan aku bantu. Tapi perlu kamu tau satu hal Jack," Anna menggantungkan ucapannya

"Kita bertemu karena takdir Tuhan. Tuhan yang ingin kita bertemu, kita berjodoh, kita bareng-bareng sampai sekarang. Artinya dengan time travel ini kamu sudah menghianati takdir Tuhan. Kamu orang jahat Jack, pilihan Tuhan adalah yang terbaik dan kamu malah menghianati itu" kacau Anna dengan sesekali menyeka air mata

"Maaf"

"Aku sangat kecewa sama kamu Jack." Anna berdiri berniat meninggalkan Jack. Pikiran wanita itu kalang-kabut. Kemarin dirinya terkejut dengan penyakit suaminya, dan sekarang kejutan baru hadir untuknya

"Tunggu na" Jack menarik tangan Anna untuk tidak meninggalkannya

"Aku mohon, bantu aku. Setidaknya kita bisa menyelamatkan Anna di masa lalu, untuk tidak bertemu denganku." Anna menggelengkan kepalanya, heran,

"Sebegitunya kamu menilai dirimu buruk Jack. Kamu bukan pria buruk, kamu pria terbaik yang dikirim Tuhan padaku. Kamu selalu buat aku bahagia, kamu selalu memprioritaskan kebahagiaanku bahkan diatas dirimu sendiri. Kamu pria terbaik yang rela menahan kesakitan..... bertahun tahun..... sendirian.... hanya untuk tidak mau membuatku kesusahan. Kamu terbaik, bahkan terlalu terbaik Jack.... kamu bukan aib atau pria kotor... kamu pria terbaik ..buat aku" racau Anna

"Maaf an" Jack menundukkan kepala, pria itu juga menangisi keadaan ini

"Jujur aku kecewa sama kmu. Tapi aku bakal tetep bantu kamu. " Anna menyeka air matanya kasar

"Tapi kamu harus ingat satu hal. Kita manusia hanya berusaha merubah takdir, tapi kalau Tuhan ingin kita bertakdir. Jangan pernah memaksa kehendak, Tuhan jauh tau segalanya dibanding manusia"

Jack mendengar itu hanya menganggukkan kepala, pasrah 

------------------------00000----------------------

TBC. 

Jujur kalian kalau punya Jack/Erson gimana? 

Kalau kalian jadi Anna bakal gmn?

KOMENTAR DONG!!

Feign [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang