Chapter 22: Rela Kehilangan

311 35 3
                                        

Masih dengan perasaan cemas, Anna berdiri tepat didepan pintu ruang inap Jack. Wanita itu melirik jam dipergelangan tangannya, pukul 4 sore. Artinya sudah lebih dari 4 jam Gege menangani suaminya dan belum juga keluar.

Cckklekk...

Gege berdiri didepan pintu menatap Anna tepat didepannya,

"An, Jack nyariin kamu" ucap Gege pelan

Anna terkejut dengan ucapan Gege, artinya suaminya telah sadar. Anna dengan senyum merekah masuk kedalam ruangan menemui suaminya.

"Aaann...." panggil Jack dengan suara sangat pelan

Anna yang mendengar itu, berjalan cepat mendekati suaminya dan menggenggam tangan pria itu. "Apa sayang? Ada yang sakit?" tanya Anna

Jack hanye menggelengkan kepala,

"Kamu butuh apa? Biar aku ambilin," tanya Anna dengan senyum yang masih merekah di bibirnya

Sekali lagi suaminya menggelengkan kepala,

"Ann... maaf" ucap Jack

"maaf...."

"Maaf kenapa? Kamu gaada salah sama aku Jack. Gausah minta maaf, kamu sehat aja aku udah seneng" jawab Anna dengan tangan yang masih menggenggam tangan suaminya.

"Maaf aku belum bisa membahagiakan kamu....maaf aku masih belum bisa melindungi kamu..... maaf Anna....." ucap Jack dengan air mata yang terus menetes dipipinya

"Kamu sudah cukup untuk aku, keberadaan kamu sudah bahagaiakan aku, sudah melindungi aku. Jangan pernah minta maaf lagi Jack," balas Anna

Entah kenapa hati Anna merasa tidak nyaman dengan kondisi ini, hatinya terus saja bergemuruh

"Maaf mungkin setelah ini aku gabisa melindungi kamu lagi Ann.... Kepalaku sakit sekali... aku takut Tuhan ambil aku, disaat aku belum bisa memberikan kamu pelindung disini"

Ucapan Jack berhasil mendobrak pertahanan Anna, wanita itu menangis melihat ketidakberdayaan suaminya

"Aku nggak butuh....pelindung lagi....aku Cuma butuh kamu..." balas Anna

Jack menggelengkan kepala,

"Ann, aku nggak tau kapan Tuhan manggil aku. Kalau waktu itu datang, aku mohon untuk lanjutin hidup kamu ya.....jangan pikirin aku..... buka cerita baru dengan orang lain.....kamu berhak bahagia sama orang lain" ucap Jack dengan air mata yang terus saja menetes

"Gimana aku bisa bahagia, kalau gaada kamu. Kamu pasti sembuh kok, ya kan ge?" Anna menengok kearah Gege meminta persetujuan

Gege hanya mampu menganggukkan kepala. Pria itu tidak mampu bersuara. Didepannya saat ini, seorang sahabat yang berhasil menemaninya melewati segala masalah, suka duka, bersama tengah terbaring tak berdaya berjuang antara hidup dan matinya.

Tuhan jangan ambil dia dulu, saya akan jadi dokter paling buruk, jika tidak mampu menyelamatkan sahabat saya, batin Gege

"ge, sini" panggil Jack pada sahabatnya

Gege yang mendengar itu berjalan mendekati Jack dan berdiri tepat disamping kiri Anna.

"Gue minta tolong buat jaga Anna ya. Kalaupun lo gak bisa jaga dia sebagai seorang pasangan, setidaknya jaga dia sebagai seorang adik" pinta Jack. Gege yang mendengar itu menggelengkan kepala kuat.

"Nggak, lo yang akan jaga Anna. Bukan gue. Jadi lo harus sembuh buat dia" tolak Gege

"Gue mohon, ya pak dokter" goda Jack lirih dengan tersenyum tulus.

"Ge, lo dokter hebat. Lo berhasil bantuin gue sampai detik ini. Gue sangat bangga punya sahabat kayak lo. Gue selalu berdoa lo jadi dokter yang berguna, sukses. Makasih udah mau jadi sahabat gue sampai sekarang"

Anna dan Gege tak kuasa menahan air matanya. Entah kenapa sedari tadi ucapan Jack mengarah pada perpisahan mereka.

Hisk... Gege menghapus air matanya kasar

"Lo harus sembuh Jack! Lo harus sembuh buat liat gue nikah! Lo harus sembuh buat dampingin gue lamar anak orang nanti. Lo juga harus sembuh buat dateng di opening rumah sakit gue. Lo harus sembuh buat selalu disamping gue Jack. Jangan pernah lo bilang mau ninggalin gue sendiri disini... karena lo bakal terus disamping gue" elak Gege

Jack menggeleng pelan "Maafin gue"

"maafinn...gue..."

"maafin—" kepala Jack terjatuh kearah kiri diiringi dengan suara

Ttiiiiiiiiittttttt.......... *suara hemodenamik

Anna dan Gege yang melihat itu mendongakkan kepala menggoyangkan badan Jack untuk menyadarkannya

"Jack bangun....." ucap Anna

"Jack jangan tinggalin gue" teriak Gege

Suster yang masih berada di dalam ruangan itu berjalan memeriksa kondisi Jack

"Maaf dokter, pasien sudah meninggal dunia"

Hancur sudah semua pertahanan Anna. Wanita itu terduduk dilantai dengan tangisan kacau nya

"JAAAACKKK!!!!"

----------------------00000000----------------------

TBC



ENJOY THIS STORY 

HABIS HIATUS LAMA, UPDATE LANGSUNG 3 DONG!! 

SESAYANG ITU AKU SAMA KALIAN

.

INNALILLAHI WAINNAILAIHI RAJIUN JACK

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 03, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Feign [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang