Anna masih terdiam dalam pikiran kalutnya. Gadis itu bimbang, mana yang harus dia percaya. Pengakuan Erson sebagai anak dari masa depannya atau kehadiran pria mirip Erson yang dia lihat hari ini.
"Bisa saja mereka adalah dua orang yang berbeda, tapi bagaimana bisa dua orang dari dua dimensi waktu berbeda memiliki lebih dari 90% kesamaan fisik. Ini sangat aneh"
"Jika memang sebenarnya Erson menipu saya, untuk apa dia lakukan itu. Kita tidak pernah kenal satu sama lain " monolog Anna
Tap..tap..tapp
"Duaar!!" kejut seseorang dari arah belakang, sambil menepuk pundak Anna
Anna refleks membalikkan badan menatap Angga yang berdiri dibelakangnya.
"Lo ngapain disini sendirian?" tanya
"Mana melamun, ngliat danau lagi. Kesambet baru tau rasa, haha" goda lelaki itu.
Anna hanya menatap datar Angga, entah kenapa dirinya sedikit malas untuk sekedar bergurau.
"Maaf ngga, pikiran saya sedang kacau habis ngerjakan olim. Saya ke kamar dulu" pamit Anna kemudian berjalan meninggalkan Angga yang bingung sendiri.
Aneh bukan.
Harusnya ketika lelaki idaman datang menemui kita, perasaan gembira akan muncul, mood menjadi lebih baik, bahkan semua masalah terasa ringan. Hal ini juga yang harusnya terjadi pada Anna ketika Angga datang menemuinya pasca ujian, namun gadis itu justru mengabaikan kedatangan Angga.
------------------------00000----------------------
"Sebelumnya, terimakasih atas partisipasi seluruh peserta dalam Olimpiade Nasional Bali tahun ini. Banyak peserta dari seluruh daerah di Indonesia, tapi harus tetap percaya diri untuk jadi juaranya" ucap MC pada sesi akhir penutupan sore ini
"Dan disampailah kita di sesi paling ditunggu yaitu pengumuman peringkat 3 besar dalam setiap bidang. Saya akan membacakan nama-nama peringkat, nanti jika nama kalian tersebut langsung maju untuk penerimaan hadiah"
"............... Selanjutnya, dalam olimpiade fisika." Lanjut MC
Anna berharap-harap cemas. Meskipun ini bukan kali pertamanya mengikuti olimpiade nasional, namun tetap saja dalam pengumuman peringkat selalu membuat jantungnya berdetak lebih kencang.
"Saya mohon Tuhan, bantu saya untuk melunakkan hati ayah dengan awarding ini" ucap Anna dengan mata tertutup
"Untuk peringkat ketiga dicapai Kartika Putri dari SMA Bhakti Jakarta. Bisa menaiki panggung ya." Ucap MC dengan ramah
"Peringkat dua dicapai oleh Keanna Amanda dari SMA Dharma Wijaya Bandung"
Mata Anna melebar, tubuhnya mendadak kaku, dirinya terkejut. Namanya memang tersebut, namun untuk peringkat kedua. Gadis itu mengingat ulang, apa kesalahannya selama pengerjaan olimpiade. "Saya harusnya dapat peringkat pertama, bukan kedua" ucap Anna lirih
"Bagaimana respon ayah nanti jika tau, saya hanya dapat peringkat 2. Saya tidak ingin ibu menjadi samsak Ayah dan kesakitan lagi karena saya"
"Keanna? Bisa maju kedepan?" interupsi sang MC. Anna lantas berjalan maju menaiki panggung untuk penerimaan hadiah
"Kita akan lanjutkan, untuk peringkat pertama diperoleh... Garry Jack Endorson dari SMK Persada Bandung. Bisa naik keatas panggung Garry"
Deg,
"Dia?" tanya Anna
Lelaki yang mirip dengan Erson -Garry Jack Endorson atau Jack- berhasil mendapat peringkat pertama dalam olimpiade fisika dan mengalahkan Anna. Sebuah kejutan besar.
Jack berjalan menuju panggung dengan langkah tegas dan ekspresi dingin, sama sekali tidak memberi senyuman.
Jika Erson sering goda saya dan banyak senyum, lelaki ini justru terlihat dingin, batin Anna
Pandangan Anna tetap mengunci disetiap langkah lelaki itu. Bahkan hingga lelaki itu berdiri disamping kirinya, Anna tetap tidak bersedia mengalihkan pandagannya.
Jack yang terasa terusik dengan pandangan Anna memandang balik Anna. Pandangan keduanya terpaku satu sama lain dalam beberapa menit, hingga
"Untuk peringkat tertinggi Fisika bisa Maju untuk sesi penyerahan hadiah oleh ketua panitia" interupsi MC yang berhasil memutus pandangan Anna dan Jack
Kenapa jantung saya tiba-tiba berdetak kencang ketika berdiri disamping dia, batin Anna
Ketiga peringkat mendapatkan hadiah lantas berjalan melalui pintu kiri untuk turun dari panggung.
"Tunggu!" interupsi Anna untuk menghentikan langkah lelaki yang berjalan didepannya. Sialnya, lelaki itu tidak merespon justru berjalan lebih cepat.
"Heh!! Kamu! Berhenti kamu" teriak Anna sambil berlari menjajarkan langkahnya pada Jack
"Tunggu saya Erson, maksud saya Jack. Saya ingin bicara sama kamu"
Pria itu menghentikan langkahnya, namun masih memunggungi Anna
"Saya percaya kalau kamu itu Erson! Saya akan buktikan hal itu." Ucap Anna dari belakang
"Ibu bilang Jangan pernah mengobrol dengan orang aneh yang tidak kamu kenal, dan gw nggak mau menghabiskan banyak waktu untuk orang yang aneh dan yang nggak gw kenal" jawab Jack lantas melanjutkan jalannya
"Ketika saya berhasil membuktikan kalau kamu adalah Erson. Saya akan temui kami, dankamu tidak akan bisa menghindar dari saya. Karena saya percaya dimasa depan saya punya ikatan dengan kamu." Teriak Anna
Namun lelaki itu tetap berjalan, menghiraukan segala perkataan Anna
"Walaupun saya tidak tahu ikatan apa yang ada diantara kita." Lanjut Anna lirih
------------------------00000----------------------
Wah.....
Makin kesini makin buat pikiran puyeng
Kalian tim mana nih
ANNAxERSON
ANNAxJACK
ANNAxANGGA
KAMU SEDANG MEMBACA
Feign [ON GOING]
Novela JuvenilBaru saja ditolak pria idaman sejak jaman SMP, Anna dibuat terkejut dengan kemunculan pria dewasa dari masa depannya, "Bunda lupa sama Erson?" balas pria dewasa itu dengan mata berbinar "hah? Bunda?" Imbuh Anna bingung seraya mengerutkan dahi "Iya...
![Feign [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/287516531-64-k816905.jpg)