Anna berdiri melamun mandangi jalanan dari atas rooftop. Gadis itu binggung, terlalu banyak hal yang dipikirkan otak kecilnya. Apalagi hubungannya dengan sang ayah yang tidak kunjung baik, membuat otaknya seakan hendak meledak.
"huft... kepala saya pusing," hela Anna
"Kalau saya bunuh diri, kira-kira ada yang datang ke makam saya nggak ya?" ucap Anna dengan pikiran aneh
"Gak bakal tau kalau gak dicoba," saut suara dari arah belakangnya.
Napas Anna mendadak terhenti mendengar suara itu. Matanya membola terkejurt, pikirannya hanya tertuju pada seseorang
"Erson..." lirih Anna, lantas membalikkan diri cepat melihat apakah benar Erson atau bukan.
Dan benar saya,
Erson berdiri menyandar di salah satu tembok menatap Anna dengan senyum manisnya.
"Erson?" tanya Anna dengan menaikkan alisnya bingung. Pria itu tiba-tiba datang didepannya, dengan senyum tanpa dosa, padalah berminggu-minggu dia menghilang...tanpa pamit...
Erson tersenyum dan berjalan mendekati Anna. "Iya, Erson disini" ucapnya dengan tangan yang terlipat diatas dada.
"kamu kemana saja, banyak hal yang harus saya bicarakan sama kamu" omel Anna
Erson tertegun, sesuai yang terjadi dimimpinya. Anna mencari dirinya, bahkan disaat gadis itu berhasil dekat dengan pria idamannya.
"Kenapa masih cari aku, kan udah deket sama Angga?" tanya Erson memastikan kebingungannya
"Ini itu nggak ada sangkut pautnya sama Angga, ini masalah saya dengan kamu." Anna memutar bola matanya pelan.
"Kamu itu kemana aja? Udah seminggu lebih nggak nemuin saya. Saya ada salah sama kamu? Kalau ada tuh bilang aja, jangan buat saya kebingungan gini" cerocos Anna
"Nggak perlu tau, itu urusan aku bunda" jawab Erson
Huft,
"Oke, kalau gak mau beritau saya. Tapi saya mau memastikan satu hal" Anna melangkah mendekati Erson.
"Apa benar kamu anak saya?"
Erson diam, gadis didepannya sudah curiga mengenai kebenaran ini. Erson bingung. Apakah dia harus menjawab jujur hubungan aslinya dengan Anna, atau melanjutkan saja sandiwara ini.
"Kok diem?" interupsi Anna
"Bukannya udah banyak bukti, kalau aku emang anak bunda?" hanya kalimat itu yang bisa dia ucapkan
"Awalnya saya percaya sama kamu, terlebih lagi kamu membantu saya kenal dengan Angga. Tapi saya bingung mengapa saya bertemu dengan pria sepertimu ketika olimpiade" jelas Anna
Erson terkejut, pria itu tidak pernah menduga pertemuan Jack dengan Anna lebih cepat dari perkiraaanya. Harusnya mereka belum bertemu, tapi mengapa takdir mempertemukan mereka lebih cepat. Bahkan saat Erson belum mencapai tujuannya.
Tuhan, takdir apa lagi yang hendak kau tunjukkan padaku, batin Erson
"Kok diem lagi?"
"Kalau kamu diam seperti ini, semakin buat saya curiga kalau kamu sudah membohongi saya" Anna melihat alis Erson yang mengerut, eksresi kaget, dan bingung. Semua itu tergambar jelas didepan matanya.
"Atau jangan-jangan kamu ini Jack, bukan Erson!" putus Anna yang mulai emosi
Dada Erson berdetak kencang mendengar tuduhan Anna padanya. Emosinya mulai memuncak mendengar tuduhan.. bukan...kebenaran yang telah diketahui Anna.
"Aku tidak tau siapa dia, terserah kamu mau nuduh aku apa. Aku nggak peduli lagi" jawab Erson dengan emosi
Bahkan pria itu tanpa sadar mengganti ucapannya, bukan lagi memanggil bunda pada Anna.
"Kok kamu jadi Emosi?, saya tanya baik-baik loh ya" heran Anna ketika Erson yang mendadak mudah terpancing emosi
"Saya penasaran dengan Jack, dia siapa? Apa boleh saya berteman dengan dia?" tanya Anna tiba-tiba. Erson yang mendengar itu semakin terkejut.
"Maksud kamu apa? Kemarin udah dekat dengan Angga, terus sekarang mau sama yang lain" emosi Erson mulai memuncak. Bukan berarti dirinya tidak ingin Jack dekat dengan Anna, namun kedekatan mereka akan membuat tujuan awalnya datang ke masa lalu terancam.
Kamu itu harusnya sama Angga na, bukan jack, batin Erson
"Respon kamu hari ini aneh Erson, kamu daritadi jawab pertanyaan saya dengan emosi, tidak seperti biasanya. Dan Ini semakin membuat saya curiga sama kamu." Ucap Anna tegas dengan menggelengkan kepalanya heran,
Mendengar itu Erson terdiam, kepalanya semakin pening memikirkan keberlanjutan tujuannya.
"huh... kenapa kamu seyakin itu dengan Jack?" Tanya Erson, berusaha mengendalikan emosinya.
"Saya percaya kalau saya punya ikatan dengan Jack, dimasa depan." Anna berbicara dengan tegas dengan memandang lurus mata pria didepannya
Erson tersenyum meratapi semua usahanya. Memang tujuan membuat Anna dekat dengan Angga, cinta pertamanya berhasil membalikkan kondisi sekarang. Namun itu akan menjadi percuma, jika takdir telah memperkenalkan orang lain, yang akan menjadi takdir Anna sesungguhnya.
"Terserah kamu mau ngomong apa. Terserah kamu dekat dengan siapa. Angga atau Jack, aku tidak lagi peduli"
Erson berjalan menuruni tangga rooftop meninggalkan Anna sendiri.
-----------------------00000000------------------------
Disisi lain,
Seorang wanita melihat semua kejadian itu dari ujung rooftop sambil tersenyum.
"Sekuat apapun kamu berusaha menghindarkan takdir kita, Tuhan pasti berhasil mempertemukan kita. Bahkan dengan cara yang tidak pernah kamu duga sebelumnya"
TBC
Lama nggak ketemu Erson ya?
Ya gitu rasanya jadi Anna, gaenak ya
KAMU SEDANG MEMBACA
Feign [ON GOING]
Novela JuvenilBaru saja ditolak pria idaman sejak jaman SMP, Anna dibuat terkejut dengan kemunculan pria dewasa dari masa depannya, "Bunda lupa sama Erson?" balas pria dewasa itu dengan mata berbinar "hah? Bunda?" Imbuh Anna bingung seraya mengerutkan dahi "Iya...
![Feign [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/287516531-64-k816905.jpg)