Chapter 2: Om-om gila

884 134 19
                                        

Selepas hilangnya Erson, Anna hanya termenung sambil menikmati angin yang berhembus disela rambut panjangnya. Dirinya masih bingung, dan belum percaya dengan kejadian yang barusaja datang.

"huft, ngapain juga saya pikirin pria itu, pasti dia Cuma datang sekali" ucap Anna sambil berjalan meninggalkan rooftop dan berjalan kembali ke kelasnya

"Lo, dimana sih An? Kita cari dimana-mana nggak ketemu!" tanya Shella , sahabatnya dengan wajah khawatir didepan pintu kelas

Dengan disampingnya ada Talita sahabat Anna lainnya,

"kalian lihat kan, saya nggak kenapa-napa" jawab Anna singkat dan langsung duduk dibangkunya

Kedua sahabat Anna merasa ada yang tidak beres dengan Anna hari ini, terleih lagi sedari malam, mereka tahu Anna akan mengungkapkan perasaannya pada Angga

"keknya ditolak Angga deh sel," ucap Lita dengan suara lirih

"pulang sekolah aja kita kerumah dia, yuk masuk" balas Shella

Anna lagi-lagi menenggelamkan kepalanya di bawah lipatan tangah diatas meja. Dirinya masih memikirkan bagaimana orang dapat bertransmigrasi melalui waktu, masa kini dan masa depan.

saya tidak boleh terpengaruh pria itu, pasti dia orang gila yang tiba-tiba datang, batin Anna

Sepulang sekolah,

Anna berjalan beriringan bersama kedua sahabatnya keluar dari kelas. Ketiganya terdiam dengan pikiran masing-masing, Shella dan Leta memikirkan masalah Anna dan Anna memikirkan kemunculan pria misterius tadi siang.

"Kita ke rumah lo ya An?" ajak Shella memecah keheningan,

"Ayo aja, Mama juga belum pulang kayaknya" jawab Anna sambil menganggukkan kepalanya

-----------000--------------

"Lo kenapa sih, diem mulu, dari tadi" tanya Lita tiba-tiba ketika mereka sudah berada di dalam kamar Anna

"Kalian percaya perpindahan waktu? Orang dari masa depan datang gitu?" tanya Anna tiba-tiba

Kedua sahabatnya saling melihat satu sama lain sambil mengerutkan dahi bingung

"Keknya, lo kebanyakan nonton drama deh An, mana ada kek gitu" jawab Lita heran

"Bener, kalau ada masalah lain cerita ajalah" jawab Shella tiba-tiba seakan tau Anna sedang mengalami masalah

"Saya ditolak Angga" ucap Anna pelan

"Hah!!," ucap kedua sahabatnya bersamaan

"Kan, gue udah bilang Shel, pasti Anna sedih ditolak Angga makanya diem" ucap Lita tanpa dosa dengan suara yang cukup keras

"Heh, mulutnya" saut Shella

Anna mengendus pelan, sudah menduga sahabatnya mengira penolakan jadi masalahnya

"Bukan kayak itu. Saya diem tuh mikir, jadi........" Anna menyeritakan kemunculan Erson kepada kedua sahabatnya yang mengaku sebagai anak dari masa depannya.

Kedua sahabatnya mendengarkan dengan sesekali menganggukkan kepala sambari melihat memikirkan hal yang diaggap mereka aneh itu,

"Terus lo habis ini mau gimana? Ngikutin si Erson itu?" tanya Shella

"Masih bingung, mungkin kita liat besok saja"

"Kalau besok dia nggak keluar ya berarti cuma boongan, orang gila keknya dia" ucap Lita tiba-tiba

-------------------------00000------------------

Saat ini Anna dan dua sahabatnya tengah berjalan menuju rooftop sekolah untuk memastikan keberadaaan Erson. Anna melihat jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 10 tepat. Dia sudah berasumsi jika memang Erson datang, pasti dia sudah di Rooftop saat ini.

"Kan apa gue bilang, dia tuh keknya cuma orang gila An" ucap Lita ketika mereka sampai di rooftop

Anna menyedarkan pandangannya di sekeliling rooftop, dan benar saja tidak ada orang sama sekali. Bahkan lokasi bertemunya mereka kemarin, sekarang kosong.

"Coba lo panggil dia An, kali aja muncul" ucap Shella

"Erson!"

"Kamu dimana, saya sudah datang"  teriak Anna

Namun tetap, tidak ada sautan dan tidak ada orang sama sekali

"udah lah yuk!" ucap Lita mengajak kedua sahabatnya keluar rooftop

mereka mulai membalikkan badan dan berjalan menuju tangga

"Bunda, sabar dikit napa" 

---------------------00000-------------------------

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

---------------------00000-------------------------

Enjoy the story

don't forget to click the vote button, 



Feign [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang