Cekklek,
Anna berjalan keluar kamar dengan tas backpack di pungungnya. Anna berjalan lemas menuju ruang makan. Dirinya melihat Ayahnya tengah duduk di meja makan dan membaca koran, seperti biasa. Sedangkan sang Ibu terlihat masih menyajikan makanan dari arah dapur.
"Udah bangun sayang? Yuk makan.." ucap Ibu Anna lembut pada anak sematawayangnya
Anna lantas duduk di kursinya yang bersebrangan dengan milik sang Ayah.
"Kamu tau kan, kenapa Ayah marah kemarin?" ucap Ayahnya mengingatkan Anna lagi
"Hmm" respon Anna sambil mengunyah roti di mulutnya
"Inget kata-kata Ayah kalau kamu emang sayang sama ayah" Ayahnya menekan kata sayang, seolah selama ini dirinya tidak sayang pada orang tua
"Tugas Saya buat bangga ayah kan? Akan selalu saya lakukan" ucap Anna
"Saya paham, saya juga selalu ingat"
Anna lantas berdiri dan membersihkan sisa sisa makanan yang tercecer di seragamnya
"Pulang sekolah saya ada bimbingan olim, saya ikut itu biar bisa membanggakan orang tua, karena saya memang sayang sama ayah " ucap Anna dengan menekan beberapa kata lantas berjalan keluar rumah.
Entah kenapa tiap berhadapan dengan sang Ayah, Anna selalu tersulut emosi. Dirinya mungkin sudah jengah tekanan-tekanan sang Ayah yang bahkan tidak pernah memberinya semangat ataupun pujian..
Nasib..nasibb, batin Anna
--------------------0000000---------------------
Teettt...Tteett
Jam istirahat berbunyi
Seperti biasanya, Anna keluar kelas bersama kedua sahabatnya menuju kantin,
"Nggak mau ketemu om ganteng na?" tanya Lita ketika ketiganya berjalan keluar kelas,
"Oh iya, aku temuin dia bentar ya, kalian duluan aja"
Anna lantas berjalan cepat di koridor kelas menuju tangga Rooftop
"Erson, saya disini saya mau beritau kamu sesuatu" ucap Anna dengan berjalan menyusuri tiap ruangan di rooftop
"Apaan tuh?" ucap sesorang tiba-tiba dengan menyandarkan tubuhnya di salahsatu pilar bangungan dan tangan yang menyilang didepan dada.
Anna lantas berjalan dan berdiri dihadapan pria itu.
"Nanti saya bimbingan lagi, kali ini bimbingan gabungan. Jadi saya sama Angga akan sekelas"
Erson mengangguk-anggukan kepala menanggapi
"Oke, terus?"
"Kamu itu, setidaknya kasih respon yang bagus dikit. Atau kasih saya misi buat hari ini"
Erson terkekeh pelan melihat gadis menggerutu didepannya
"ha..haa, iya bunda, aku buka infome bentar"
Erson mengambil sesuatu di kantong celananya. Pria itu mengeluarkan tablet transparan dan mengetikkan sesuatu.
"nih, coba liat" Erson menunjukkan temuannya di tablet pada Anna
Anna melebarkan matanya, di terlihat informasi lengkap tentang Angga. Dibagian atas terdapat foto Angga, namun lebih dewasa. Mungkin disesuaikan dengan tahun asli Erson. Kemudian terlihat riwayat pendidikan, pekerjaan, dan bisnis yang dimiliki Angga. Bahkan di biodata terlihat tertulis have married artinya Angga memang telah menikah, namun tidak disebutkan nama Istrinya.
"Nggak usah melotot juga kali" Erson menyadarkan Anna dan menarik tablet dari hadapan gadis itu.
"Biar aku aja yang baca"
Erson mulai membaca rincian data yang tertulis di website tersebut
"Angga lebih mudah kagum sama wanita pinter daripada wanita cantik. Dia tipe orang supel, mudah bergaul, punya banyak teman, humoris juga. Dia nggak begitu ngincar wanita cantik yaa karena dia juga nggak tampan.... bagus lah sadar diri!!"
Anna mendengarkan tiap ucapan Erson dengan menulisnya diotak. Tanpa sadar sudut bibirnya terangkat keatas dengan ekspresi Erson yang berhasil menarik perhatiannya.
"Oke terus?"
"Ya gitu, bunda. Buat aja Angga kagum dengan kepintaran Bunda waktu kelas gabungan nanti. "
"kalau begitu, saya balik ke kantin aja. Udah paham juga"
Anna berjalan keluar rooftop menuju kantin dengan waktu istirahat yang tersisa.
"Nggak sia-sia ada tuh setan Ilangan" ucap Anna dengan terkekeh pelan.
--------------------0000000---------------------
Waaaw udah 11 chapter, gimana guys??
Kalian tim siapa nih
Anna-Angga
Atau
Anna-Erson...
Yuk jangan lupa ninggalin warisan, vote sama komentar, wkwk
Cuma sedetik kawan, biar gw masin semangat nulisnya <3
KAMU SEDANG MEMBACA
Feign [ON GOING]
Teen FictionBaru saja ditolak pria idaman sejak jaman SMP, Anna dibuat terkejut dengan kemunculan pria dewasa dari masa depannya, "Bunda lupa sama Erson?" balas pria dewasa itu dengan mata berbinar "hah? Bunda?" Imbuh Anna bingung seraya mengerutkan dahi "Iya...
![Feign [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/287516531-64-k816905.jpg)