3. Car vs Motorcycle

29.5K 375 2
                                        

Sesampainya di Indonesia Arthur langsung disambut oleh beberapa karyawan perusahaan. Marlon yang mengekor mengikuti Arthur dari belakang bingung saat mereka jalan mengarah ke pintu keluar.


"Tuan Archer, ruangan Anda ada disebelah sana" tunjuk Marlon.
"Aku mau cari angin dulu" jawab Arthur singkat.


Marlon membuka mulutnya hendak melarang Arthur pergi namun kalah cepat dengan langkah kaki Arthur yang langsung menuju lift untuk menuju parkiran.
"Shit! Lagi dan lagi. Kapan si boss CEO itu tobat. Aku mulu yang harus urus kerjaan CEO! Harusnya gaji double!" Umpat Marlon kesal.


Di Indonesia Arthur juga mempunyai mobil kesayangan yang tidak kalah mewah dengan mobil yang dipakainya di Belanda. Ya Bugatti Chiron Super Sport 300 + hitam yang akan menemani Arthur melanglang buana mencari kenikmatan di Indonesia.



 Ya Bugatti Chiron Super Sport 300 + hitam yang akan menemani Arthur melanglang buana mencari kenikmatan di Indonesia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Arthur menikmati pemandangan kota Jakarta dari dalam mobil sambil menghbuskan asap rokok yang sedari tadi disesapnya.


'cccciiiiiiitttttt'
Bunyi rem mobil mewahnya berdecit dan 'brrruuuuggghhhh'
Terdengan suara benda bertabrakan dibarengi dengan rintihan gadis disana.


"Hey what are you doing?"
"Kamu gak liat apa? Mobil sialan mu ini menabrak motorku yang lagi berhenti"


Ya memang gadis itu sedang berhenti di pinggir jalan untuk menerima telpon tapi tak lama motornya ditabrak dari belakang oleh mobil mewah Arthur.


Gadis itu terus memegangi kakinya yang lebam sambil merengis kesakitan. Gadis itu memberanikan diri menatap lelaki itu. Dilihatnya lelaki bule sangat tampan dengan tinggi 190 cm sepertinya karena dia berdiri menjulang didepan si gadis. Matanya biru keabuan, kulitnya putih, dan wajahnya ditumbuhi bulu halus disekitar dagu.


"Tanggungjawab dong, ini gimana sama motor aku? Motor aku rusak, aku juga gak bisa berdiri" rintih si gadis.


Tapi Arthur tidak peduli. Dia langsung kembali masuk mobil sambil mendengus kesal dan pergi begitu saja meninggalkan si gadis.
Gadis itu hanya termenung dengan rasa kesal sambil menatap pergi mobil mewah itu.


Dari kaca spion Arthur melihat bagaimana gadis itu susah payah untuk berdiri.


"Shiiiiittt!!!!"
Mobil yang sudah menjauhpun kembali. Arthur membuka pintu mobil dan mendatangi gadis itu. Digendongnya tanpa aba-aba membuat si gadis meronta.


"Stop it! Mau ngapain kamu?" Sambil menepuk dada Arthur.
Sejenak Arthur behenti untuk memandangi wajah si gadis. Membuat gadis itu pun ikut membeku menatap Arthur. Dengan sangat hati-hati Arthur menunduk untuk mamasukan gadis itu kedalam mobilnya.


Sejenak tanpa suara sebelum si gadis memberanikan diri membuka mulutnya.
"Maaf Tuan, saya mau dibawa kemana?"
"Arthur membuka kacamata hitam dengan kasar dan memandangi sekejap mata kehijauan si gadis. Wajah itu terliat sendu.


"Aku mau bawa kamu kerumah sakit"
"Ta tapi motor aku?"
Tanpa menjawab, Arthur megambil ponsel di saku celana dan menghubungi seseorang.


"Marlon, aku ada sedikit masalah. Tolong urus motor yang ada dipinggir jalan XX. Pengemudinya sedang bersamaku menuju ke rumah sakit. Jangan banyak tanya Marlon!"

Biip.
Sambungan telpon terputus.
"Masalah motormu sudah beres" kemudian mobil kembali hening


Sampainya dirumah sakit, si gadis langsung ditangani oleh dokter profesional. Ya, Arthur membawanya ke rumah sakit yang berada dibawah naungan Archer Group. Sehingga membuat semua karyawan sangat mengenal siapa Arthur.


Sejenak Arthur memandangi wajah polos gadis itu, sangat cantik dari kejauhan. Gadis itu sedang diberi pertolongan oleh dokter. Tak lama dokter pun mendatangi Arthur.

"Hanya terkilir saja Tuan Archer, tidak perlu khawatir" Arthur meninggalkan dokter dan langsung mendatangi si gadis.


"Hanya terkilir. Ini uang untuk ongkos kau pulang" Arthur memberi gadis beberapa lembar uang.
"Terimakasih Tuan"
Arthur langsung melangkah pergi dari rumah sakit
melajukan mobilnya menuju mansion.


"Marlon, tolong urus dulu perusahaan. Hari ini aku tidak bisa kembali ke kantor"
"Ya ya ys oke pak boss" dengan nada malas
"Aku akan ke mansion, istirahat"
Biip.


Sambungan terputus. Disebrang sana Marlon mengumpat seperti biasa.
"Sialan. Lagi lagi dan lagi"
Marlon pun harus mengerjakan semua urusan kantor dirinya dan juga kerjaan CEO.




===============

Jangan lupa vote dan komen ya.. Biar makin semangat update nya.. Terimakasih..

Mr. CEO 21+Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang