Satu per satu Arthur melepas kancing kemeja dan dilemparkanya ke sembarang tempat. Arthur dengan liar meberikan kecupan pada leher jenjang Cyra sebelum menurunkan kecupan pada puncak dada cyra yang mulai menegang.
Punggung Cyra melengkung begitu saja ketika merasakan kecupan liar Arthur mulai turun turun dan turun menuju pusat intim sampai benar-benar membangunkan gairah yang sangat luar biasa.
Arthur membuka kaki Cyra hingga liang kewanitaanya terlihat jelas. Jari Arthur mulai menjamah bagian intim yang amat basah. Dibukanya liang kewanitaam itu dan seketika pandangan Arthur diselimuti gairah yang sangat besar.
Arthur menjilati seluruh bagian kewanitaan Cyra. Tak sedikitpun terlewat. Sesekali Arthur menggelitik klitoris Cyra menggunakan lidahnya. Batang Arthur sudah mulai meronta sejak tadi ingin segera masuk kedalam sarangnya.
"Arthur tolong.."
"Tolong apa honey?"
"Stop it.. aahhh"
"Kau sangat menikmatinya huh?"
"Bisakah lebih dalam lagi?"
"Lebih dalam seperti ini?"
"Aaaahh ya.. see seeperti itu.. ooohh fuck"
Mulut Cyra mulai meracau tak terkendali.
Dengan gairah memburu Arthur segera mengeluarkan batang kejantanannya. Digesekan pada liang kewanitaan Cyra sebelum batang itu masuk perlahan.
"Oohh fuck" Arthur mengerang tertahan saat batangnya masuk sedikit demi sedikit hingga kewanitaan Cyra penuh dengan batang Arthur.
"Hhhhmmmpphhh.. oohh fuck!" Lagi-lagi Cyra meracau saat Arthur mempercepat gerakannya.
"Im coming honey..."
"Ooooohhhh fuuucckkk" kata-kata itu keluar menandakan semburan sperma Arthur yang keluar membasahi perut rata Cyra.
Arthur tidak mau mengambil resiko menghamili anak orang seperti yang selalu Mommy nya ingatkan.
Arthur dan Cyra tidak menyadari kalau aoa yang mereka lakukan membuat Kay membeku. Ya, Kay tanpa sengaja mendengarkan desahan nikmat mereka saat hendak meletakkan file yang harus ditandatangi Arthur.
Sebenarnya ruangan istirahat yang ada berada dalam ruangan CEO sudah dilengkapi dengan fasilitas kedap suara. Namun cerobohnya Arthur tidak menutup rapat ruangan itu sehingga suara nikmat mereka bisa terdengar seluruh ruangan Arthur.
Dengan langkah seribu Kay keluar ruangan Arthur dengan wajah pucat dan tangan bergetar. Arthur kembali duduk di kursi kebesarannya dan menatap pada file yang ada dimeja kerjanya.
"Shiitt, sejak kapan dia masuk ke ruangan ku?"
"Ada apa honey?"
"Sepertinya ada yang masuk keruangan saat tadi kita sedang bercumbu"
"Tenang honey, udah jadi rahasia umum kan kalau kita sering bercumbu di ruangan ini"
Perasaan aneh hinggap didada Arthur. Memang benar hampir seluruh karyawan mengetahui kebiasaanya ini. Namun entah mengapa dia merasa marah ketika menyadari bahwa Kay telah mengetahui kelakuan nya, padahal selama ini dia cuek dengan karyawan lain. Apakah karena Kay orang baru? Entahlah.
Kay berjalan cepat menuju pantry untuk sekedar menenagkan diri dan berusaha menghilangkan apa yang tadi didengar.
Bella yang sedari tadi memperhatikan Kay saat keluar dari ruangan Arthur pun mengikuti langkah Kay menuju pantry.
"Hi Kay kamu kenapa?"
Dengan tatapan datar Kay membeku didepan Bella.
"Kay.. Kay.."
"Bel i..i tu.. ta di.. aku denger su suara.. aneh"
Bella yang sudah paham betul apa yang dimaksud Kay hanya menggeleng
"Minum dulu Kay, tenang dulu"
"Ceritain ada apa sebenarnya?"
Kay menceritakan semua yang didengarnya saat diruangan CEO.
"Kayaknya mulai hari ini kamu harus terbiasa"
"Terbiasa apa maksudnya?"
"Terbiasa mendengar suara aneh seperti tadi"
"Hah? Maksudnya?"
"Kay seluruh karyawan dikantor ini tahu betul kebiasaan CEO kita. Memang dia amat sangat baik memimpin kantor tapi sisi negatifnya adalah dia emang punya kebiasaan buruk sering berganti wanita"
"Astaga.. sampai dia melakukan itu di kantor?"
"Ya begitulah boss kita, apapun bisa dilakukannya"
"Jangan-jangan aspri sebelumya adalah salah satu korban Arthur?"
"Iya. Dia mengundurkan diri sehari setelah kejadian itu"
"Oh my God"
"Kay kamu harus hati-hati dan selalu waspada. Jangan sampai boss kita punya kesempatan untuk melakukan itu. Tapi aku tidak terlalu khawatir karna dari CV saat kau melamar kerja tertulis Juara taekwondo tingkat provinsi"
Kay hanya mengangguk pelan dan kembali berusaha menelan salivanya. Tak disangka obrolan dua wanita tadi didengar oleh wakil CEO secara tidak sengaja.
Marlon mengepalkan tanganya saat mendengan percakapan dua wanita tadi. Marah. Hanya satu kata yang daoat menggambarkan suasana hatinya saat ini.
===============
Jangan lupa vote dan komen ya.. Biar makin semangat update nya.. Terimakasih..
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. CEO 21+
RomansaCarita tentang CEO muda yang gemar bermain cinta dengan wanita seksi kelas atas. Namun cintanya justru jatuh pada wanita sederhana yang tomboy. Cover dan semua gambar pada cerita by Pinterest
