Carita tentang CEO muda yang gemar bermain cinta dengan wanita seksi kelas atas. Namun cintanya justru jatuh pada wanita sederhana yang tomboy.
Cover dan semua gambar pada cerita by Pinterest
Arthur duduk dimeja makan sambil menikmati makanannya. Setelah selesai, Mom Tamara berdehem kemudian mulai membicarakan sesuatu. "Eeehheemm.. Mom mau bicara sesuatu" "Maaf Mom, Kay permisi dulu" "No, Kay. Ini ada hubunganya sama kalian berdua" Arthur dan Kay saling menoleh, melihat kedalam mata masing-masing untuk beberapa detik kemudian kembali ke posisi semula dengan wajah merona mengingat kejadian diruang gym.
"Kay, minggu depan ada acara pembukaan hotel baru dari Archer Group di Grindelwald, Switzerland. Untuk itu, Mom and Dad besok akan berangkat ke Swiss" "Bukanya bulan depan acaranya Mom?" "Archer Group setuju kalau pembukaaannya dipercepat" "Oh bagus deh, ada Mom and Dad jadi Arthur gak perlu lagi dateng kesana" "Eh siapa bilang? Kamu sama Kay harus secepatnya nyusul Mom ke Swiss!" "Kay?" "Iya Kay. Gak cuman acara pembukaan hotel aja tapi acara pertunangan kalian!" "Apa???" Arthur dan Kay menyahut secara bersamaan. "Ya Tuhan kalian ini sampe kaget aja bisa barengan gitu" goda Mom Tamara "Tapi Mom?" "Udah deh gak usah ngebantah Mommy. And buat Kay, Mom tahu ini mungkin terlalu cepat tapi Mom and Dad gak mau buang-buang waktu lagi. Mom pengen banget cepet punya mantu dan cucu. Lagian kalian berdua ini sebenernya saling suka kan?"
Mendapat pertanyaan yang begitu to the point, Arthur dan Kay kembali saling menatap satu sama lain. Dan kemudian berpaling dalam keadaan pipi merona. "Kalau kalian keberatan bisa bilang sekarang!" Arthur dan Kay tidak bisa berkata apapun. Arthur memanglah merasakan hal yang aneh ketika menyangkut urusan Kay tapi Arthur belum bisa memastikan apakah itu rasa suka, sayang, atau obsesi.
Kay juga tenggelam dengan pikirannya sendiri. Di satu sisi, Kay mulai menyukai Arthur semenjak kepergianya ke Swiss. Namun disisi lain, Kay tahu betul Arthur adalah laki-laki pemuja banyak wanita.
"Oke, karena kalian tidak ada yang bersuara maka Mom and Dad anggap kalian seruju" Mom and Dad pergi ke kamar dengan raut wajah senang dan tersenyum karena berhasil membuat keduanya panik. Namun baik Arthur maupun Kay masih mematung di tempatnya hingga ponsel Arthur berdering dan menampakan nama Cyra dilayar. Arthur segera menjauhi Kay dan masuk ke kamarnya. Sedangkan Kay melangkah dengan gontai masuk kedalam kamar dan menenggelamkan wajahnya dalam bantal.
"Apa lagi sih Ra? Kan aku udah bilang jangan lagi hubungin aku! Aku mau kita selesai!" "Wait Arthur, aku tau kamu sayang sama aku. Apa alasan kamu tinggalin aku?" "Hah? Sayang? Apa kamu pernah denger aku bilang sayang selain diranjang? Huh?" Tidak ada jawabam dari Cyra, hanya ada suara isak tangis yang terdengar. "Oke Listen Cyra! Aku mau kita selesai sampe disini karena aku akan bertunangan minggu depan!" "Apa? Tunangan? Kenapa tiba-tiba begini? Atau jangan-jangan dia salah satu jalangmu yang sedang hamil?" "Jaga mulutmu Cyra! Dia perempuan baik-baik, dari kekuarga baik-baik! Dan kamu harus ingat satu hal, aku hanya menganggap kamu sebagai pemuas nafsuku! Gak lebih!" "Fuck you Arthur!" Cyra mematikan ponselnya. Arthur menarik nafasnya panjang seperti ada beban yang kini hilang.
Hari berikutnya mereka pergi berbelanja untuk keperluan acara tunangan. Mom menyempatkan diri untuk menemani Kay, sedangkan Arthur masih berkutat dengan pekerjaan di kantornya.
Kay membeli beberapa gaun yang akan digunakan dalam acara tunanganya nanti. Tidak hanya itu, Kay juga memilih cincin untuk bagian dari acara pertunangan. Kay memilih cincin dengan lingkar tipis namun ada berlian ditengahnya, serta berlian lain yang berukuran lebih kecil berada di samping kanan dan kiri. Tergolong sangat sederhana untuk ukuran cicin pertunangan keluarga Archer.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mom Tamara pun telah memberinya pilihan cincin dengan model yang lebih mewah dan harganya yang mahal. Namun Kay menolak dengan alasan Kay ingin model cincin yang sederhana. Dari situlah kekaguman Mom pada Kay semakin tinggi. Dan Mom semakin yakin atas keputusanya memilih Kay sebagai calon menantunya.
===============
Jangan lupa vote dan komen ya.. Biar makin semangat update nya.. Terimakasih..