-
-
-
-
-
Dua orang penjaga masuk kedalam ruangan Seokjin. Berjalan kearah pria itu dan melepaskan ikatan yang mengikat Seokjin Tanpa berkata sepatah katapun.
Walaupun Seokjin merasa senang karna dibukakan. Namun dalam hati dia masih bertanya-tanya kenapa dua penjaga ini membukakan ikatanya.
"Aku bebas?" Tanya Seokjin menunjuk dirinya sendiri.
Dua penjaga itu masih bungkam.
Sampai akhirnya seseorang masuk kedalam ruangan. Seokjin dan dua penjaga itu menoleh. Mereka melihat Heeseung yang berjalan memasuki ruangan dengan wajah dinginya.
Dua penjaga itu menunduk hormat dan pergi keluar dari ruangan tak lupa menutup kembali ruangan tersebut.
Tersisa Heeseung dan Seokjin sekarang. Mereka saling berhadapan dan bertatapan.
"Oh, apa kau yang menyuruh mereka membebaskanku?" Tanya Seokjin.
Heeseung berdecih, dia membuang wajahnya sekilas lalu menatap Tajam kearah Seokjin. Dia juga menaikkan sudut bibirnya.
"Membebaskanmu?huh!"
Seokjin mengerutkan alisnya bingung.
"M-maksudmu?"
"Mau tau?"
Heeseung menarik kerah baju Seokjin.
Bugh!
Satu pukulan tepat mengenai pipi kiri Seokjin. Pria itu jatuh tersungkur menatap Heeseung terkejut.
Heeseung kembali mendekati Seokjin, menarik kembali baju Seokjin lalu kembali memukuli pria malang itu tanpa ampun. Semua emosinya mengalir melalui Tangan yang dia gunakan untuk memukuli Seokjin.
Sedangkan disisi lain.
Jay berdiri dibalik ruangan lainya. Dia menyilangkan tanganya didepan dada dan menyaksikan itu dari balik kaca satu arah. Wajahnya terlihat sumringah melihat kejadian itu. Rencananya berhasil, tak harus mengotori tanganya lagi untuk menghabisi Seokjin, dia punya dua budak. Jika salah satunya tersakiti, maka yang lain akan melawan.
"Tuan, makan malammu" Ucap Maid membawa Nampan berisi makanan mewah.
"Simpan di meja lalu pergilah" Balas Jay.
Maid itu mengangguk. Dia menata rapih makan malam itu di meja ruangan itu, lalu pergi setelah semuanya selesai. Meninggalkan Jay yang masih memandang kearah ruangan tempat Seokjin di sekap.
.
.
.
.
.
Heeseung mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya. Dan mengarahkan pisau itu pada Seokjin dengan wajah penuh amarah dan nafas yang memburu.
"Kau-BERANINYA KAU MENYAKITI SAUDARAKU!!! ARGHH!!!"
Heeseung mengarahkan pisau itu ke wajah Seokjin. Dia melayangkan pisau itu dan berniat menancapkanya di wajah Seokjin.
Dengan sisa tenaganya, Seokjin menahan Tangan Heeseung. Dia mengerahkan seluruh tenaganya untuk menjauhkan pisau lipat yang mengarah tepat di jidatnya. Mereka saling beradu kekuatan sekarang.
Seokjin berhasil menjauhkan Heeseung. Dia menendang spontan heeseung hingga menjauh dari dirinya. Melihat kesempatan itu Seokjin segera bangkit.
"M-maaf... A-aku tak sengaja"
"Heeseung, bukan aku yang melakukan itu pada adikmu. Mereka yang melakukanya, bukan aku" Jujur Seokjin.
"Tak ada yang bisa dipercaya disini, siapapun itu aku akan melampiaskan nya padamu, karna kau yang paling mencolok. Kalau kau punya dendam, itu harusnya padaku bukan Dia!"
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTER DESTINY (COMPLETE)
RomansaBercerita tentang dua orang pemuda yang berlatar belakang berbeda. Bertemu pada sebuah pertemuan yang tak terduga. Siapakah mereka?.... Yuk baca cerita author khususnya penumpang kapal Namjin nihh. Ayo- ayo xixi. ⚠WARNING-!⚠ BXB BL BOYLOVERS SHIPPE...
