Bagian XIII

374 37 2
                                        

-
-
-
-
-

"Untuk rapat hari ini kita akhiri. Dan untuk masalah kerjasama antar perusahaan akan di bahas di pertemuan selanjutnya terimakasih" Tuan Kim membungkuk hormat sekilas pada para petinggi sesama perusahaan besar.

Para presdir ikut membungkuk termasuk Jay yang mengikuti rapat itu. Setelah itu mereka keluar dari ruangan rapat satu persatu.

"Tuan kim, saya dengar anakmu mengalami kecelakaan? Apa dia baik-baik saja?" Tanya salah satu presdir perusahaan lain.

"Ah tenang saja, dia mendapatkan perawatan khusus" Jawab Tuan Kim.

Jay ikut bergabung dalam obrolan. "Kau seharusnya lebih mementingkan anakmu, Tuan Kim" Ucap Jay menekankan kata di akhir.

Setelah mengatakan itu Jay keluar dari ruang rapat. Meninggalkan Tuan Kim dan presdir itu.

"Dia anak Tuan james bukan? Park Jay?" Tanya presdir itu.

"Benar, dia emang seperti itu lupakan saja" Ucap Tuan Kim.

Mereka lalu mengobrol sebentar. Tak lama setelah itu merekapun berpisah. Presdir itu turun melalui lift sedangkan Tuan Kim pergi keruangan presdir Kim yang kebetulan kosong. Presdir Kim sedang menjalani perjalanan bisnis, dan Tuan Kim menyuruh semua orang bungkam atas kejadian yang menimpa Seokjin.

Kebetulan, pada saat kejadian presdir Kim tak jadi menemui Seokjin karna ada acara mendadak yang tak bisa dia tinggalkan. Jadilah dia berangkat dengan pesawat pribadinya.

"Papah!"

Taehyung masuk kedalam ruangan presdir. Wajahnya terlihat emosi. Namun Tuan Kim hanya menanggapi dengan ekspresi datarnya.

"Oh kau datang, baguslah. Sekarang kau pergi ke perbatasan dan ambil senjata yang papah pesan. Hati-hati jangan sampai ketahuan karna senjata itu ilegal" Ucap Tuan Kim.

"Papah! Dia sekarat dirumah sakit! Papah mau hal yang sama terjadi, hal yang sama saat mamah sekarat dirumah sakit tapi papah sama sekali tak datang?!"

Tuan Kim terdiam.

"Papah ingat pesan mamah kan?! Setidaknya papah anggap dia anak papah! Jangan hanya harta dan pekerjaan yang papah utamakan!!" Teriak Taehyung. Bahunya naik turun akibat emosi. Dia mengepalkan Tanganya kuat dan wajahnya memerah karna amarah.

"Dia tak sekarat, papah sudah membayar mahal rumah sakit untuk mengobatinya" Balas santai Tuan Kim.

"Sekali saja pah, kau tak pernah mau mendengarkan anakmu. Saya muak dengan sikap egoismu!"

Setelah mengucapkan itu. Taehyung keluar dari ruangan presdir kim sambil menahan emosinya.

Tuan Kim hanya diam. Hati dan pikiranya berkecamuk. Pikiranya hanya fokus pada pekerjaan dan harta saja namun sebenarnya hatinya sangat ingin melihat pertumbuhan anak-anak nya. Selama ini Tuan Kim hanya mengandalkan pikiranya tanpa bertanya pada hatinya.

Disisi lain. Tepat saat Taehyung keluar dari ruangan presdir. Jay muncul dibalik persembunyiannya. Dia menyeringai.

"Huh!, Anak itu terlihat lemah tapi ternyata cukup kuat untuk saya taklukan" Monolognya.

✨✨✨

Satu minggu berlalu...

Namjoon sekarang tinggal sementara di sebuah apartement yang tak jauh dari rumah sakit tempat Seokjin dirawat. Dia juga sudah mulai mendapatkan pekerjaan paruh waktudi sebuah cafe untuk membagi waktunya menjaga Seokjin dan bekerja.

ALTER DESTINY (COMPLETE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang