Selamat membaca....
*******
Latifa dan Avi pergi untuk berolahraga pagi ini, kedua nya sudah siap untuk lari pagi disekitar komplek. Setelah berolahraga mereka mampir untuk makan bubur ayam yang biasa berkeliling komplek.
"gimana soal tadi malem?" tanya Avi.
"tetep gak di izinin" jawab Latifa.
"kalo lo aja gak di izinin apalagi gue"
"sebenarnya pengen gak peduli tapi kasihan"
Keduanya terdiam memikirkan masalah yang seharusnya bukan tanggungan mereka. Walau begitu Avi dan Latifa harus membantu, mereka tidak bisa berpikir seolah tidak terjadi apapun.
"sebenarnya gue capek kalo harus terlibat kayak gini" curhat Avi, rasa nya memang sangat melelahkan ketika harus terlibat dalam hal yang seharusnya bukan urusan mereka.
"gue pengen banget bantu, tapi gue gak bisa. Kalo kayak gini lebih baik gue gak pernah tau mereka ada masalah" lanjut Avi.
"lo gak usah ikut gapapa, gue tau ini berat. Gue aja gak pernah bayangin bakalan terlibat kayak gini apalagi yang dihadepin bukan masalah kita" jawab Latifa.
Sepertinya ini memang pagi yang melelahkan, keadaan yang memaksa untuk berpikir hal yang seharusnya tak perlu dihadapi.
"kita gak maksa kalian, kalo memang kalian gak bisa" Latifa dan Avi menoleh kesumber suara, keduanya melihat Brylian sedang berdiri dibelakang Avi.
"kok lo disini?" tanya Avi.
"gue mau ketemu kalian, ternyata kebetulan lihat disini" jawab Brylian sambil mengambil kursi untuk duduk.
"bang bubur nya satu" ucap Brylian pada penjual bubur ayam tersebut.
"siap mas"
******
"gue minta maaf" ucap Brylian ditengah keheningan mereka.
"buat apa?" tanya Latifa.
"karna kita ngelibatin kalian dalam hal ini, jujur gue sendiri gak terlalu tau soal ini tapi gue masih percaya sama temen-temen gue. Mereka gak serendah itu buat ngelakuin hal yang gak baik" jawab Brylian.
"kita masih belum terlibat kali" sanggah Avi
"gue akan coba ajak sepupu gue, mungkin dengan itu gue bisa di izinin sama abang gue" ucap Latifa.
"sepupu?" tanya Avi tak paham.
"iya, dia emang ngeselin tapi sebenarnya dia baik. Semoga aja dia mau bantu nemenin gue buat urus masalah ini" jawab Latifa lagi.
"kalo gue gimana?"
"ajak Ilham aja, pasti dikasih izin"
"hmm... Gue pikir dulu"
"jadi kalian mau bantu?" tanya Brylian.
"gak janji, kalo kita dikasih izin kita bakalan bantu. Kalo gak, maaf kita gak bisa berbuat apa-apa" jawab Latifa.
******
Tok tok tok...
Ketukan pintu tersebut mengalihkan perhatian suami-istri yang sedang duduk santai diruang tamu. Sang istri berjalan untuk membuka pintu, dia melihat seorang gadis berdiri didepan rumah nya.
"permisi kak, Dilla nya ada?" Icha masih belum kenal dengan gadis dihadapan nya, Hanif yang mendengar ada yang mencari adik nya langsung bangkit dan melihat siapa yang datang.
