Chapter 17

9.7K 670 48
                                        

-MBMM-

Pagi ini, Keysa harus di sibukan dengan beberapa barang yang ada di kamar Yusuf. Anak laki-laki tersebut akan study tour dari sekolahnya. 

"BUNDA!" Teriak Yusuf dari kamar mandi

"Iya" balas Keysa yang masih menasukan beberapa cemilan untuk Yusuf

"Udah selesai" Balasnya yang masih berteriak dari kamar mandi

"Mas!!!" teriak Keysa memanggil Aydan yang seperti nya berada di ruang tengah. 

"Iya?" seru Aydan yang berjalan menghampiri Keysa. 

"Itu, Yusuf. Tolong, kasih handuk sama pakaikan baju. Aku agak repot" perintahnya kepada Aydan. Tanpa banyak berbicara Aydan berjalan kearah kamar mandi. 

"Bund" seru Harsha yang sudah rapih dengan seragamnya. 

"Iya?" seru Keysa sambil menoleh kearah Harsha yang hanya menyembulkan kepalanya dibalik pintu. 

"Itu, Kaos kaki nya engga ketemu" Ujar Harsha takut-takut. Sungguh niatnya untuk meringankan beban Keysa justru dia malah menambahkan beban tersebut. 

"Tunggu ya, kak. 5 menit lagi" ujar Keysa sambil tersenyum. Mendengar jawaban dari Keysa, Harsha hanya menghela napas lega dan menganggukan kepalanya. 

Tidak lama, Keysa berjalan masuk kedalam kamar Harsha dan berhasil menemukan Kaos kaki yang di maksudnya Harsha. 

"Hehehe... makasih Bunda" ujar nya sambil terkekeh. Keysa hanya menganggukan kepala sambil mengusap kepala Harsha. 

Di ruang makan, Keysa tampak serius menyuapi Harsha yang sedang sibuk dengan rambutnya jangan lupakan Yusuf yang masih repot dengan sepatunya. 

"Dimakan dulu" tegur Keysa sambil memasukan nasi goreng kedalam mulut Harsha. Harsha hanya membuka mulutnya tanpa harus menjawab omongan Keysa. 

"Sya, kamu juga sarapan" Tegur Aydan dan di angguki oleh Keysa. 

"Oh iya, kita harus cepet. Nanti Yusuf kesiangan" ujar Keysa yang sudah selesai menyuapi sepasang adik kaka tersebut. 

"Yuk, yuk" ujar Aydan sambil menggendong Yusuf dan berjalan kegarasi rumah. 

-MBMM-

Ibra baru saja sampai di dalam kelas, Napas nya tidak beraturan karena harus berlari dari parkiran motor ke kelasnya yang berada di lantai 3. 

"Shaaaaa" ujar Ibra dari depan pintu. Harsha yang tadinya sedang bercanda dengan Keysa segera menoleh ke sumber suara. 

Ibra berjalan mendekati Harsha, dan menarik tangan gadis tersebut. 

"Gue perlu ngomong" Ujar nya. Harsha terdiam sambil menunggu hal apa yang akan di ucapkan oleh temannya. 

"Gue, suka sama lo. Lo mau kan jadi pacar gue?" ujar Ibra sambil tersenyum, tangannya terus memegang tangan Harsha. 

Harsha tersentak kaget karena ucapan yang keluar dari mulu Ibra, ini terlalu buru-buru. "Ibra, Bukan Ibra. Maaf, Tapi Dion" ujar Harsha 

Semua yang mendengar jawab Harsha, tersentak kaget. Bahkan Dion yang namanya di sebutpun terheran-heran. Kenapa dia?

"Ibra, maaf" ujar Harsha dan berjalan menjauhi Ibra yang diam mematung di tempat. 

Harsha berjalan mendekati Dion dan tersenyum "Maaf, kalau gue suka sama lo" ujar nya 

"Sha, bukan gak boleh. Bukan maaf. Tapi ini salah. Gue engga suka sama lo. Mungkin lo bisa membuka hati lo buat Ibra" ujar Dion sambil tersenyum dia mengusap kepala Harsha sayang. 

"Lo ade gue, Sha. Engga akan berubah" ucap nya. 

-MBMM-

Pintu kamar Harsha terus di ketuk oleh Tante Mila. Kenapa Tante Mila tau kalau Harsha berada di rumah. Karena Tante Mila sedang menyapu halaman dan melihat Harsha turun dari motor tukang ojek online. 

"Harsha, Buka pintu nya" ujar Tante Mila, Tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar. 

tanpa pikir panjang, Tante Mila menelfon Keysa untuk bertanya. kenapa gadis ini pulang lebih cepat. 

"Halo?"

"Sya, ini Harsha kenapa ?" tanya tante Mila 

"Dia pulang, tant ?" 

"Iyaa, pintu kamarnya di kunci dari dalam" 

"Kunci cadangan di belakang kulkas tant, tulisannya 'kunciku'" 

"Okey" 

sambungan terputus, akhirnya Tante Mila bisa membuka pintu kamar Harsha. 

-MBMM-

maaf baru update, aku baru ada waktu senggang. Maaf yaaaa temen-temen 

jangan lupa vote dan comment 

next / not ?

My Bestie is My MomCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang