jangan lupa vote dan komentarnya
sorry kalau ada typo
-MBMM-
Sore hari, setelah Harsha piket dia melihat Keysa sedang berbincang dengan laki-laki yang kalau tidak salah bernama Samuel. Percakapan kedua terlihat sangat inters, Harsha terus mengendap-endap mendekati Keysa, agar Keysa tidak tau kalau dirinya menguping. Belum dia sampai, tas backpacknya sudah di tarik oleh seseorang dibelakangnya.
"Engga usah kepo. Mending balik sama gue, katanya mau beli tas " Ujar seseorang dibelakangnya, yang Harsha yakini adalah Ibra.
"Iya. Ntar dulu, ini lebih penting dari dari pada tas. Urusan hidup dan mati" balas Harsha dengan kedua alisnya mengkerut tanda dia kesal mimik muka tersebut malah menggemaskan menurut Ibra.
"Hidup dan mati lo, bukan hidup dan mati nya Keysa" seru Ibra yang sengaja membuat kesal Harsha.
"Ih, rese lo" Geram Harsha sambil menghentakan kakinya. Suara Harsha ternyata sampai ketempat Samuel dan Keysa yang sedang berbincang.
"Ibra, Harsha sini" teriak Keysa menyuruh keduanya untuk menghampirinya.
"Kenapa ?" ketus Harsha kepada Keysa. Keysa yang mendengar suara yang tidak mengenakan tersebut hanya tersenyum maklum, pasti gadis tersebut kesal melihat dia dengan Samuel.
Keysa tampak mengeluarkan kunci mobil nya dan memberikan kepada Ibra. "Ini Kunci mobil gue, Lo yang bawa ya" ucap Keysa kepada Ibra, Ibra yang diberi kunci mobil hanya mengerutkan dahinya bingung.
"Gue mau jalan sama Samuel, Nanti mobil gue di taro di rumah lo aja. Atau lo nganter Harsha sekalian naro mobil gue di rumah dia aja" sambung Keysa dan mendapatkan anggukan kepala oleh Ibra.
"Gue ajak anak lo ke mall ya, ada yang mau di beli" Izin Ibra kepada induk gadis didepannya.
"Gih sana, Bensin mobil gue penuh. Oh iya, ini stnk" balas Keysa yang tidak sesuai ekspetasi Harsha, dia pikir Keysa tidak akan mengizinkan dirinya pergi dengan orang lain. Jika diizinkan pun, biasanya Keysa akan ikut.
"Okey, terima kasih. Mama mertua" ujar Ibra dan langsung menarik tangan Harsha tanpa permisi. Harsha yang masih terdiam hanya bisa mengikuti Ibra tanpa berontak, sungguh otaknya tidak bisa berjalan dengan baik.
"Mama mertua, gemes banget" sambung Samuel sambil mengacak rambut Keysa, dan di balas dengan kekehan pelan.
"Iya, calon anak" sambung Keysa sambil tertawa.
"Hahaha... aneh-aneh aja kalian" timpal Samuel sambil menggelengkan kepalanya.
"Yuk, jadi kan?" tanya Samuel dan langsung di angguki Keysa. Mereka akan pergi kesalah satu cafe yang baru buka, menurut samuel disana sedang ada diskon 30% dengan kartu pelajar.
Selama perjalanan, Samuel terus menerus melempar lelucon yang membuat Keysa tertawa terbahak-bahak. Awalnya mereka hanya teman satu organisasi tetapi lama-kelamaan menjadi dekat karena sering melakukan projek bersama. Hobi mereka juga sama yaitu mencoba cafe-cafe baru yang menurut mereka worth it untuk di kunjungi.
Biasanya mereka akan pergi di hari minggu karena Harsha tidur seperti orang mati, gadis itu akan bangun siang dan bermanja-manjaan dengan papanya, sedangkan yusuf akan diungsikan kerumah Keysa dan bermain bersama Tante Mila dan Papa Barra. Mungkin Yusuf kenal dengan Samuel tetapi tidak dengan Harsha.
10 menit kemudian mereka sampai dicafe yang mereka tuju, Ketika masuk mereka merasa sedang di pantai dengan beberapa ornamen seperti patung Flamingo yang berdiri diatas kolam kecil dan beberapa papan surfing yang di pajang di depan pintu. Masuk lebih dalam mereka menemuka pohon kepala tiruan yang cukup tinggi dan kolam renang kecil di pinggir toko. Sangat cantik. Mungkin minggu besok dia harus memaksan Aydan untuk kesini bersama kedua anaknya. Yusuf pasti menyukainya.
-MBMM-
Dilain tempat, mari kita lihat single papa yang sebenarnya tidak meresakan menjadi single papa. Yup, Aydan yang sedang berbincang dengan Papa Barra di kantor Barra. Kedua pria berbeda usia tersebut dengan asik membasah beberapa proyek dan piala dunia.
"Jadi?" tanya Barra ketika keheningan melanda keduanya.
"jadi?" tanya Aydan bingung, Kemana pembicaraan kali ini.
"Kamu bersungguh-sungguh dengan Keysa?" tanya Barra yang membuat Aydan tersedak teh yang sedang dia minum.
"Kenapa Om tanyakan hal itu sekarang?" bingung Aydan, Keysa belum lulus SMA. kenapa harus dibahas sekarang.
"Karena, saya ingetnya sekarang." Balas Barra dengan tawa renyah. Bukan bermaksud membuat takut pria mapan di depannya tetapi Keysa seperti merangkap menjadi ibu ketika dirumah nya ada Yusuf.
"Ya, saya ada rencana sih om. Mau nikahin Keysa, tapi ya balik lagi. Keysa masih terlalu kecil dan masih sekolah. Masa depan Keysa masih panjang dan juga Dia telalu dini untuk menikah" sambung Aydan tenang. Sebenarnya bahasan ini yang perlu Aydan bahas kepada calon mertua tetapi terlalu takut.
"Jadi kamu, nunggu Keysa suka sama kamu baru kamu berani ngomong sama dia?" tanya Barra bingung.
"Iyap, rencana nya kaya gitu" seru Aydan mantaps
"kelamaan, itu anak dablek. Gak pernah peka. 4 cowo kerumah ngomong suka, ngomong sayang kedia cuman di jawab haha hehe doang. Abis itu di tinggal" seru Barra, Aydan bukannya terkejut malah tertawa puas mendengar ucapan Barra. Untuk hal tersebut Aydan sudah tau, Gadisnya adalah sumber informasinya.
"Saya terima lamaran kamu" ujar Barra tanpa pikir panjang.
"Lah, Om. Saya kan belum ngelamar Keysa" seru Aydan tidak terima.
"Lama, kalian sama-sama oon" balas Barra kesal.
"udah, sono pulang. Yusuf kelamaan sama neneknya nanti gila. Mila kan agak-agak, Nanti yusuf malah diajak ngerumpi di rumah" sambung Barra yang mengusir Aydan.
-MBMM-
SIAPA YANG KEMAREN MINTA TRIPLE?
lunas yaaaa
chapter 10 sepi sepi aja, dikit yang komen, kenapa tuh ?
next?
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bestie is My Mom
Humor"Key, gimana lo jadi Nyokap gue aja ?" "Gak!" "Dih lo gak kasihan sama anak piatu ini" "gak, bodo amat" Cerita tentang Harsha yang terus membujuk teman sekelasnya untuk menjadi ibu tirinya
