Chapter 19

8.4K 662 49
                                        

pertama, aku minta maaf karena menggantung kalian semua dengan cerita ini 

kedua, aku bingung mau ngelanjutin cerita ini gimana lagi, ada saran? 

ketiga, i love u guys, happy reading 

-MBMM-

Harsha terlihat berlari di koridor meninggalkan Keysa yang masih berada di parkiran sekolah, dan keysa hanya bisa menggelengkan kepala nya ketika melihat Harsha berlari sambil membawa kotak bekal di tangannya. 

Di depan pintu kelas, Harsha melihat Ibra yang sedang fokus dengan handphonenya. Gadis tersebut berjalan mendekati Ibra dengan langkah mengendap-endap. 

"Ngapain?" tanya Dion yang berada di belakang Harsha. Harsha tersentak kaget dan segera menoleh kearah Dion. 

"Gak usah kepo" ujarnya sambil mejulurkan lidahnya. 

"Dih, gak kepo gue. Itu liat apa tas lo kebuka, isi nya hampir keluar semua" ujar Dion sambil berusaha menutup tas milik Harsha. 

"Eh" ujar Harsha yang sibuk memutar badannya kearah kiri berkali-kali membuat Dion kesal. tanpa pikir panjang Dion menarik bahu Harsha agar gadis tersebut diam. 

"Diem, curut. Nah kan selesai, udah sana" ujar Dion yang sudah mendorong Harsha pelan. Hasrha yang di dorong oleh Dion hanya bisa membalas dengan dengusan sebal. 

"Apa?" tanya Ibra yang melihat Harsha sudah berada didepan nya.

"Ih, galak banget" ujar Harsha sambil memeluk kotak bekal nya. 

"Ada mau nya itu, hati-hati" ujar Dion yang berada tidak jauh dari mereka. 

"Diem" ujar Harsha sambil menyipitkan mata nya. 

"Dion" Ucap Keysa yang baru saja masuk kedalam kelas, tangan kanan nya berada di pinggang seperti seorang ibu yang memperingati anak pertama nya untuk tidak usil ke adik nya. 

"Eh, iya Key hehehe" ujar Dion sambil mengangguk kepalanya yang tidak gatal. 

Kembali ke Ibra dan Harsha, Gadis tersebut masih ragu-ragu untuk membelikan kotak makan yang ada di genggaman nya. Ibra yang melihat gelagat aneh dari gadis di depan nya hanya bisa menyipitkan matanya tanda heran. 

"Kenapa lo?" tanya Ibra 

"Ini, gue tadi masak nasi goreng" balas Harsha malu-malu 

"Terus?" bingung Ibra, gadis depan nya sangat aneh. Biasa nya kalau memberikan sarapan, Harsha langsung memberikan nya tanpa gelegat aneh seperti sekarang. 

"Buat lo" jawab Harsha sambil menaruh kotak tersebut di atas meja Ibra. 

"Iya... makasih yaa cantik" ujar Ibra sambil mengacak rambut Harsha karena gemas. 

"Sebenernya, gue mau bilang makasih untuk masalah kemarin. Juga mau bilang Maaf karena kemarin udah nolak lo" ucap Harsha malu-malu 

"Iya, engga apa-apa. Gue paham kok, engga semua hal harus berjalan sempurna kan?" ujar Ibra sambil tersenyum 

"Gue mau nyoba buat terbiasa sama lo boleh?" tanya Harsha kepada Ibra. 

Ibra tersentak kaget karena ucapa Harsha yang sangat terburu-buru untuk nya. "Sha, gue engga maksa lo buat suka sama gue kok. santai aja" jawab nya 

"No, gue juga engga ngerasa terpaksa kok" sambung Harsha sambil tersenyum 

Mendengar hal tersebut, Ibra tidak bisa menahan diri nya untuk tidak tersenyum. "okey, i will try to treat you like a queen" 

mendengar ucapan Ibra, Gadis tersebut hanya menganggukan kepala tanda setuju. 


-MBMM-

Siang ini, Aydan sedang menunggu Keysa yang sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Sudah hampir 30 menit tetapi gadis itu belum juga sampai. Aydan terus mondar-mandir di depan pintu ruangannya. 

"kemana sih itu anak?" gerutu Aydan yang masih melihat jam tangan di tangan kirinya. 

"AYANG" teriak Keysa dari depan pintu ruangan Aydan 

"Sttt... Suara mu kecilkan" perintah Aydan yang sudah memeluk Keysa dengan erat. 

"Iya... maaf yaaa. Aku kangen kamu" balas Keysa manja

"Gemes banget sih kamu" ujar Aydan yang masih sibuk mencium puncak kepala Keysa berkali-kali

"kamu tau gak sih mas, anak mu itu... " belum selesai Keysa bercerita, Pintu ruangan Aydan sudah di ketuk dari luar. 

"Misi om" ujar seseorang di belakang Keysa. Kedua langsung menoleh kesumber suara

Ibra yang berasa di depan pintu ruangan Aydan hanya bisa menahan panas, dia iri melihat adegan didepannya. 

"Iya, Ibra. Ada apa ?" tanya Aydan yang sudah melepaskan pelukannya.  

"E-eee.... engga jadi om" balas Ibra dan langsung balik badan pergi dari ruang tersebut. 

"Eh, kok?" bingung Keysa 

"Dasar anak jaman sekarang" Gerutu Keysa yang masih didengar oleh Aydan

"Emang kamu anak jaman kapan ha?" Ledek Aydan kepada Keysa yang sudah duduk di sofa sambil memakan cemilan di toples. 

"Eh, iya ya hahaha...." seru Keysa sambil terkekeh pelan. Dia lupa kalau dia seumuran dengan Ibra. 

"Kamu tunggu sini, Aku mau rapat ya dibawah" ujar Aydan dan di balas dengan anggukan oleh Keysa. 

"Jangan lama-lama" ujar Keysa setengah berteriak. dan di balas dengan ancungan jempol oleh Aydan. 

-MBMM-


Ada saran buat ngelanjutin cerita ini ? apa mau di end in aja ? yg ada saran boleh banget dm aku okeyyy 

My Bestie is My MomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang