[15] Pesan

245 68 5
                                        

Setelah menempuh perjalanan selama 7 menit, akhirnya Caibing tiba di kediaman Ruiqi. Disana terlihat ketiga temannya sedang asik bercengkrama dengan sebuah kue dan coklat panas di meja.

"Eh nak ibing, kok telat banget?" Sakura menyapa Caibing yang baru saja melepas sepatu.

"Ada urusan, te" jawab Caibing sopan.

"Oh, yaudah masuk dulu gih. Nanti kalo mau coklat panas bilang ya"

"Iya makasih te, Caibing permisi masuk dulu ya" Caibing pun masuk ke rumah dan segera menghampiri mereka yang asik bergibah bersama.

Mereka pun menyapa si topik utama dalam gibahan mereka tersebut, "eh dateng nih" ucap wenzhe.

"Mana? Katanya ada jeongmin?" Caibing hanya melihat mereka bertiga.

"Lah siapa bilang ada jeongmin?" Ucap Yaning.

"Ruiqi" jawab Caibing.

"Plis lah ye, jeongmin cuma cerita sesuatu. Bukan berarti dia disini" jelas Ruiqi.

Caibing pun mengangguk pelan, "terus? Ada apa?"

"Pura pura gatau nih anak, itu jeongmin cerita kalo lu punya hubungan spesial sama Luofei" Ruiqi me-scroll chat panjangnya bersama jeongmin tadi siang. "Nih baca" Ruiqi pun langsung memberi hpnya kepada Caibing guna membaca riwayat chatnya.






"Anjir?! Gaada sumpah?!" Ucap Caibing setelah membaca riwayat chat tersebut.

"tapi daripada bahas kasus pacar gelap lu. Jujur, gue mau testimoni sama selimut si luofei, asli deh cuk selimutnya anget banget. Gue jadi nyaman tidurnya" testimoni dari Yaning yang merasa aman dan nyaman saat memakai selimut luofei kemarin.

"Wah coba gue ga pulang duluan" Wenzhe sedikit menyesal.

"Iya Wen, selimutnya itu kek selimut mahal gitu rasanya. Waduh bikin tidur lu nyaman dah" testimoni dari Ruiqi.

"Tapi lu semua harus percaya gue, gue gaada hubungan apa apa" Caibing takut, jika gosipan itu nantinya menyebar ke mana mana dan akan terdengar oleh Yujin nanti.

"Beres mah, jeongmin cuman kasih tau kita kita aja" ucap Ruiqi.

"Hadeh, gue takutnya dia bakal nyebar ke anggota Pramuka lain" Caibing cemas.

"Santai aja kalo kesebar, kapan lagi punya 2 pacar?" Ucap wenzhe tanpa dosa.

"Eh goblok" ucap Caibing.







Mereka pun akhirnya mengobrol bersama menceritakan topik lain sambil bermain game dengan konsol PS 2 milik Ruiqi.

"Sekarang udh mau PS 6 lu masih stuck di PS 2" ucap wenzhe yang melihat kedua temannya lagi adu skill main game Naruto.

"Gue mau beli PS 4 sih" ucap Ruiqi

"Terus kenapa gajadi?" Yaning penasaran.

"Lu tau lah, gue udah dibelikan motor satria Fu. Terus, udah beli laptop gaming juga. Yakali gue minta beli PS lagi" Ruiqi menjelaskan alasan mengapa PS nya masih stuck di PS 2.

"Minta aja lagi, lu kan beban" ucap Caibing.

"Dih beban kecamatan ga sadar diri" sahut Ruiqi.

"Udah udah kita semua beban, kecuali gue" Sambung Yaning menengahi.

"Pukul Yaning, terus buang ke kali di Deket rumah lu bisa nih Wen" ucap Caibing yang menoleh ke arah wenzhe.

"Sekarang aja gas mah" jawab wenzhe.

"Yaampun gue bercanda doang anjir, yaudah gue juga beban" ucap Yaning.





Tak lama kemudian, ada sebuah pesan masuk dari hp Ruiqi. Sebuah notif dari kontak yang bernama otingg. Wenzhe yang duduknya berdekatan dengan hp Ruiqi pun langsung melihat notif tersebut dan tak sengaja ia melihat pesan dari Xiaoting.

When Night is Falling ; YubingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang