Sebelumnya, mereka selalu menghindari pilihan jujur karena itu terlalu beresiko. Maka dari itu, timbullah ide untuk menggunakan pilihan jujur dengan syarat tidak terlalu menjurus ke arah pribadi dan menjaga semua rahasia setiap kejujuran dari setiap pemain.
Semua orang setuju, mereka saling menanyakan hal hal random yang sedikit memalukan. Tetapi, tidak terlalu parah dan pastinya bisa dibawa santai.
Sampai saat giliran Ruiqi, Caibing pun keceplosan menanyakan perihal japanfest beberapa hari kemarin. Saat itu, Ruiqi bingung ingin mengajak siapa saat japanfest berlangsung. Semua temannya tidak minat dengan berbau jejepangan. Kebetulan Ruiqi mengenal Yeseo, teman lesnya di bimbel Fate dan juga wibu akut seperti dirinya.
Maka dari itu, Ruiqi mengajak Yeseo untuk pergi ke japanfest dan menghabiskan waktu bersama.
"Aku bisa jelasin ting" ucap Ruiqi yang merasa takut.
Caibing juga merasa gaenakan, karena keceplosan menanyakan, "bagaimana perasaan lu waktu pergi ke japanfest kemarin?" Seingat Caibing, Ruiqi itu masih jomblo ngenes. Dan baru sadar ketika beberapa saat Ruiqi terpaksa menjelaskan detail ceritanya waktu di japanfest.
"ya gapapa kok, yang penting kamu jujur aja sih" Xiaoting tersenyum
"Ga salah lu nanya gitu Bing, kunci hubungan lancar kan kejujuran." Wenzhe menepuk pundak Caibing untuk mencairkan suasana.
"Yaudah deh, udahan dulu. Ubinya udah pada masak loh" sambung Dayeon yang membuka tutup periuk yang berisi ubi.
Mereka pun akhirnya makan ubi hasil kerja keras mereka beberapa jam yang lalu, dengan sangat bangga mereka makan ubi itu karena dicari dengan menggunakan perasaan dan juga tenaga.
••••••••
Sesuai rencana, mereka akan mengisi waktu malam dengan acara bakar-bakar daging sapi yang telah dibeli di toko daging terdekat. Mereka pun menyiapkan beberapa peralatan untuk memanggang serta alat masak lainnya.
"Dagingnya belum dipotong?" Caibing melihat segepok daging sapi yang belum dipotong.
"Sini biar gue potong sama Xiaoting, kalian urus pekerjaan lain" Ruiqi mengambil dua pack daging sapi tersebut dan mengajak Xiaoting untuk membantunya.
"Apaan kok sama oting sih? Sama gue kan bisa" ucap Yaning yang sebenarnya iri.
"Mau ngehomo?" Tanya wenzhe.
"Jaga mulutmu tukang kasbon gorengan" jawab Yaning.
Mereka pun membagi tugas agar pekerjaan semakin cepat selesai dan mereka juga semakin cepat untuk makan. Untuk bagian perdagingan, dipotong oleh Ruiqi dan dicuci oleh Xiaoting dan Hikaru.
Untuk bagian sosis dan alat alat masak dikerjakan oleh Yaning dan Wenzhe. Sisanya, Caibing dan Dayeon yang mengatur pemanganggan dan alat bakar.
"Lu ngerti masang ini Bing?" Dayeon masih sedikit asing dengan pemanggangan yang sedikit kuno tesebut.
"Gampang, nenek gue dulu sering pake" ucap Caibing sambil memasang pemanggang itu dengan telaten.
Dayeon hanya membantu pada saat Caibing merasa kesusahan, pokonya kerja Dayeon sangat tanggap disaat Caibing mulai merasa susah atau kebingungan.
Setelah membantu Caibing, ia pun mencuci tangannya kembali barulah ia membuat bumbu oles dan saos untuk makan nanti. Setelah siap membuat bumbu tersebut, ia pun kembali melihat pekerjaan Caibing.
KAMU SEDANG MEMBACA
When Night is Falling ; Yubing
FanfictionKisah masa sekolah sangat menyenangkan, tapi dapatkah kamu mengukir cerita indah selama masa sekolah itu? "Kamu itu susah move on kan, Bing?" "Iya, itu buktinya gue itu setia." Kisah Cai Bing, siswa kelas 12 yang masih gagal move on dari mantan gebe...
