Akhirnya, Ruiqi dan Xiaoting pun bertemu di cafe yang telah dijanjikan kemarin. Mereka pun memesan makan dan minum, serta sedikit berbincang agar suasana tidak terlalu canggung.
Makanan mereka hampir habis, tapi Ruiqi belum berani untuk mengungkapkan perasaannya. Dan masih berpikir kapan waktu yang tepat untuk melakukan confess dengan perempuan didepannya ini. Bahkan setelah mereka selesai makan, Ruiqi masih bingung kapan waktu yang tepat untuk menyatakan perasaannya.
"Ting" ucap Ruiqi.
"Iya?"
"Boleh jujur ga?" Ruiqi grogi.
"Boleh"
"Aku itu suka sama kamu Ting, mau ga jadi pacar aku?" Ucap Ruiqi. Sangat klise, sangat simpel, dan sangat mainstream.
"Tiba-tiba aja?" Tanya Xiaoting.
Ruiqi terdiam, ia semakin malu setelah memberanikan berbicara seperti itu. "iya, aku takut kamu diambil orang"
"Okey" ucap Xiaoting.
"Eh diterima nih?" Ruiqi sumringah.
"Iya, Qi"
Ruiqi pun senang, meskipun ia sadar pernyataan cintanya terlalu biasa dan tidak ada seni. Sebenarnya sedari tadi Xiaoting menahan sabar, memang tidak ada nuansa romantis dari pacar wibu nya ini. Ruiqi hanya romantis disaat saat yang tidak terduga (random). Tapi, setelah digantung selama satu tahun, akhirnya hubungan mereka mempunyai kejelasan.
"Sebagai hadiah kamu mau nerima aku, hari Jumat besok kan libur. Jadi aku mau kita jalan jalan ke desa" ucap Ruiqi.
"Bolehh, aku juga mau healing. Berdua aja?" Xiaoting berharap untuk pergi berdua.
"Enggaa, aku ajak temen temen juga"
Sebenarnya Xiaoting berharap liburan sekaliang nge-date. Tapi, Xiaoting sudah memegang prinsip sih, jangan berharap lebih dengan Ruiqi. Walaupun demikian, Xiaoting setuju dan berpikir jika liburan bareng teman mungkin terasa lebih seru juga.
"Siapa aja, qi?" Tanya Xiaoting.
"Nanti aku hubungi mereka, soalnya ini hadiah karena aku bisa dapetin kamu"
"Duh, kamu bisa dapetin aku dari dulu kali." Ucap Xiaoting yang sebenarnya sudah pasrah menunggu kejelasan dari Ruiqi.
"Maaf-- lain kali aku lebih peka deh, janji" Ruiqi tersenyum, sambil mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Xiaoting.
Xiaoting pun tersenyum, dan melingkarkan jari kelingkingnya dan kelingking mereka berdua saling bertautan. Dan artinya, Ruiqi sudah berjanji akan lebih peka lagi untuk kedepannya.
•••••••
Hari yang direncanakan akhirnya tiba, dan pastinya no wacana dan terlaksana. Kini, mereka berada di dalam bus mini yang disewa oleh kedua orangtua Ruiqi untuk wisata anaknya.
Di dalam bus mini tersebut, hanya berisi 7 orang. Diantaranya adalah Ruiqi, Xiaoting, Caibing, Wenzhe, Yaning, Dayeon dan Hikaru. Mereka ber-tujuh sangat senang dalam perjalanan menuju desa. Karena, selain refreshing dari sekolah, kapan lagi bisa jalan jalan sebelum sibuk untuk persiapan utbk?
"Najis banget si ruiqi, baru pacaran beberapa hari dah nempel banget" Julid Yaning.
"Baru pertama kali pacaran, maklum aja lah" ucap Wenzhe.
"Loh, kok baru--" ketika Hikaru ingin melanjutkan omongannya, tiba-tiba Ruiqi menoleh ke arah hikaru.
"Buat fitnah? Gue turunin lu sekarang" ucap Ruiqi.
KAMU SEDANG MEMBACA
When Night is Falling ; Yubing
FanfictionKisah masa sekolah sangat menyenangkan, tapi dapatkah kamu mengukir cerita indah selama masa sekolah itu? "Kamu itu susah move on kan, Bing?" "Iya, itu buktinya gue itu setia." Kisah Cai Bing, siswa kelas 12 yang masih gagal move on dari mantan gebe...
