[18] kalung

206 49 7
                                        

Caibing sedang memilih beberapa kalung di sebuah toko emas di pasar, sudah hampir setengah jam Caibing melihat deretan aneka macam kalung di dalam kotak kaca toko tersebut, tapi sedari tadi ia belum menemukan sebuah kalung couple yang cocok.

Sampai si ruiqi sudah bosan menunggu dan memilih mengobrol dengan penjual batu akik yang kebetulan berjualan di depan toko emas tersebut.

"Qi, bantu saran dong" Caibing bingung, sedari tadi ia belum menemukan sebuah kalung yang cocok.

Ruiqi yang tadinya asik berbicara dengan penjual batu akik itu pun permisi untuk pergi sebentar dan menuju ke arah sahabatnya itu.

"Nih cocok" ruiqi langsung menunjuk sebuah kalung berbentuk hewan.

"Lu asal tunjuk aja atau gimana si?" Ucap Caibing.

"Tadi minta saran, setelah gue kasih lu malah ga Nerima"

Caibing melihat kalung yang disarankan Ruiqi tadi, sebuah kalung berbentuk kelinci yang lucu.

"Nanti gue jadi binatang apa?" Tanya Caibing.

"Pake nanya lagi, lu jadi tikus udh paling cocok"

•••••••




Akhirnya, Caibing pun membeli kalung pilihannya. Dengan sangat bangga ia membeli kalung itu dan ingin segera menyerahkannya ke Yujin besok.

Sambil berjalan menuju ke motor, mata Caibing menandakan bahwa ia senang sekali. Karena, ia bisa membelikan sebuah hadiah yang bagus untuk Yujin. Bukan sekadar mengajak Yujin makan di tongkrongan bakso saja seperti sebelumnya.

"Gimana kalung gue?" Caibing langsung memakai kalung tersebut, dengan nama Y di lehernya.

"Jelek" ucap Ruiqi sambil melihat Caibing.

"Ha? Tadi lu setuju gue beli yang ini"

"Orang yang make jelek, gitu Bing"

"Tahan Bing, ini di tempat umum. ga boleh nyiksa binatang modelan Ruiqi" Caibing mengelus dadanya sambil menghela nafas pelan.

Setelah sampai ditempat parkir, Ruiqi pun mengeluarkan motor satrianya dan langsung membayar uang parkir. Kini, mereka menuju kerumah Yaning karena diundang ke acara arisan bulanan oleh kedua orangtuanya. Lumayan, makan siang gratis dan dapat berbagai macam kue enak.

Setelah sampai di kediaman Yaning, mereka pun disambut dengan baik oleh ibu Yaning dan dipersilahkan untuk mengambil nasi dan lauk yang disajikan secara prasmanan. Karena perut mereka udah lapar karena kelamaan di pasar, mereka pun mengambil nasi dengan porsi kuli serta mengambil berbagai macam lauk yang banyak.

"Ini ngerampok dengan gaya" ucap wenzhe yang menghampiri mereka berdua yang baru datang.

"Bacot, lu udah makan?" Tanya Caibing ke Wenzhe.

"Belum"

"Oh baru datang juga?" Tanya Ruiqi.

"Gue nunggu nasi minyak, kata Yaning bentar lagi ada" ucap wenzhe yang daritadi melihat meja tempat nasi.

"Kenapa ga bilang dari tadi anjir" ucap Caibing sebagai nasi minyak lovers.

"Ya salah sendiri ga nanya" jawab wenzhe.





When Night is Falling ; YubingCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang