Pagi-pagi sekali, Fikri sudah parkir dihalaman rumah Shilla. Gadis itu berkata bahwa Fikri tidak perlu menjemputnya. Tetapi larangan merupakan perintah bagi Fikri. Itu sebabnya, dia sudah ada disana bahkan sejak matahari belum memunculkan diri.
Gadis itu belum juga bangun. Fikri melirik jam di pergelangan tangannya, sudah pukul 06.35, itu artinya 25 menit lagi bel sekolah akan berbunyi.
Tepat pukul tujuh, rumah Shilla terbuka. Seorang wanita paruh baya keluar dan menatapnya dengan kernyitan tanya. Ketika dia mendekat, Fikri sontak berdiri dan menyalim tangan wanita itu dengan sopan.
"Pagi Tante," sapa Fikri lembut.
Wanita yang dipanggil tante tersenyum canggung. Dia memperhatikan mobil yang dikendarai Fikri. "Kamu temannya Shilla?"
Teman ya?
Fikri terkekeh miris di dalam hati. Ternyata hubungan selama hampir tiga tahun tidak berarti apa-apa. Dia mengangguk kaku. "Iya, teman."
"Owh, yaudah ayo masuk. Shilla kesiangan. Dia lagi mandi. Maaf ya, karena anak Tante kamu jadi ikutan terlambat."
Fikri hanya membalas hal itu dengan tawa renyah. Matanya menyapu seluruh bagian dalam rumah Shilla. Sudah lama sekali dia tidak masuk kesini.
"Mau sarapan dulu nggak, Nak?"
"Nggak usah Tan, ngerepotin."
Novi -ibu Shilla menggeleng pelan. Dia sedikit menarik senyum. "Udah temenan sama Shilla berapa lama?"
"Tiga tahun."
Novi mengangguk. "Tiga tahun? Berarti kamu kenal dengan Kasa dong, ya?"
Alis Fikri terangkat tinggi. Nama itu terdengar tidak asing. "Kasa siapa ya Tante?"
"Kamu nggak tau?!" nada bicara Novi meninggi. Wajahnya berubah antusias. Matanya berbinar hanya dengan mendengar nama 'Kasa' disebutkan. "Kasa itu pacar Shilla. Udah tiga tahun. Calon menantu idaman Tante."
Fikri tersedak liurnya sendiri. Novi yang kaget langsung bergegas memberikan cowok itu minum. Napas Fikri berubah tidak karuan. Matanya memerah, marah.
Kenyataan apalagi ini Tuhan ....
Tiga tahun? Bahkan hubungan merekapun sudah berjalan tiga tahun. Apakah Shilla selingkuh? Atau jangan-jangan..., dialah yang merupakan selingkuhan gadis itu.
Pikirannya berkecamuk. Banyak kemungkinan yang sudah dia simpulkan. Semakin kesini, semakin banyak juga rahasia Shilla yang terlihat.
"Kamu nggak pa-pa?"
Novi masih mengelus punggung Fikri. Fikri menggeleng pelan, tanpa sepatah katapun dia bergegas pergi. Hal itu sontak membuat Novi memandangnya dengan bingung.
"Aneh."
"Siapa yang aneh Buk?"
Novi menoleh ke sumber suara. Lalu menunjuk ke arah luar. "Tadi ada temen kamu kesini, tapi dia langsung pergi gitu aja."
Shilla berdiri kaku. Apakah itu Fikri? Jika iya, dia yakin ibunya pasti sudah berkata hal-hal yang seharusnya tidak diumbar begitu saja.
"Dia ngomong sesuatu nggak?"
"Enggak."
Shilla mengangguk. Pikirannya masih menduga-duga. Dia memilih bergegas pergi. Menyalim ibunya sebentar dan segera mencari angkot.
•
"Enak ya dianter papa."
Kia dan Kenan sedang berada di dalam kelas. Guru-guru sedang rapat saat ini. "Kamu lebih suka pergi bareng papa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Repas
Novela Juvenil"Maaf sayang, gue mau buat lo gila sampai lo sendiri bosan buat buka mata." Kisah cinta seorang Kiara Chira berjalan sebagaimana remaja pada umumnya. Memilih berpacaran dengan sahabatnya sendiri bernama Kenan Angkasa, selama hampir 4 tahun. Selama i...
