Senin pagi. Ketika sekitar rumah masih tenang dengan urusannya masing² beda dengan rumah Nayatama dimulai dari teriakan si kakak yang sibuk nyari tas sekolah, daddy yang sibuk nyari jas, dan di bungsu yang sibuk ngoceh dengan mulut penuh roti bakar selain coklat
"Mammyyyy boleh nambah roti coklatnya ngga?"
"Harsen sudah makan roti coklatnya 3 loh masih mau? Perutnya udah gede tuh" Ucap sang mammy
"Ngga kok perut harsen kan gede. Boleh yah"
"Sudah yah makan roti coklatnya nanti harsen di sekolah sakit perut"
"Harsen ngga boleh makan roti coklat lagi? "
"Bukan ngga boleh sayang... Tapi nanti harsen sakit perut ngga bisa main sama teman"
"Tapi harsen boleh bawa roti coklat? "
"Boleh sayang"
"Makasih mammy"
"Yang jas coklat aku dimana yah"
"Di lemari? "
"Ngga ada. Udah aku cari"
"Beneran?"
"Beneran aku udah bongkar lemari jas ngga ada juga"
"Yaudah kamu jaga harsen dulu biar aku yang nyari" Tanpa aba² mammy langsung lari ke kamar yang ada di lantai dua
"Anak daddy lagi ngapain"
"Makan roti"
"Enak? Daddy nya ngga dikasih"
"No" Dengan gerakan jari telunjuk
"Kata mammy roti coklat buat acen ama kak ahen, daddy ngga boleh mamamnya"
"Anak daddy pelit ih"
"Dad jas kamu nih" Mammy datang sambil membawa jas
"Kok ketemu. Dimana?"
"Ada kok kamu aja yang ngge teliti"
"Hehehe makasih sayangku" Ucap daddy jo sambil ngecup kening
"Daddy cium mammy" Ucap acen sambil nutup matanya
"Anak daddy mau???" Harsen hanya menggelengkan kepala
"Udah kamu sarapan dulu gih. Aku mau ngurus marhen. Kopi sama nasi goreng udah aku sediain"
Belum sempat mamy keatas anak sulung keluarga nayatama sudah turun dengan tas koper gambar spiderman dengan seragan sekolah yang dasinya di pakai dengan asal, kaos kaki dengan warna berbeda
"Mammyyyy" Panggil sisulung
"Iya sayang... "
"Kakak boleh bawa bekal nasi goreng sama roti bakar?"
"Boleh sayang. Ada lagi?"
"Boleh bawa jus dan susu juga?" Tanya si sulung, sang mammy hanya mengangguk
"Kakak kok banyak bawa bekal untuk apa?"
"Hari ini kata ibu guru kakak mau kunjungan ke rumah teman yang ngga ada orang tuanya"
"Jadi kakak mau berbagi, kata mammy kan kita harus selalu berbagi sesama" Sang mammy hanya tersenyum dengan penutur anak sulung yang menginjak kelas 3 SD sambil merapikan seragam sekolah sangat kakak
"Kenapa kakak ngga bilang mammy kalau kakak pergi ke panti asuhan hari ini. Kan mammy bisa buat banyak makanan"
"Kakak lupa mammy soal nya kakak kan main sama adek"
"Yah udah kakak sarapan dulu nanti buatin roti bakar lagi yah"
"Siap mammy" Si sulung langsung menuju kursi kosong yang ada di sebelah kiri sang kepala keluarga. Tempat wajib sang kakak
"Kak ahen mau main ke yumah teman?"
"Iya"
"Acen boleh ikut?"
"No... Ini khusus sekolah kakak"
"Tapi acen mau ikut.. Acen mau main sama teman juga"
"Harsen main kerumah temannya tunggu sekolah"
"Tapi acen udah sekolah"
"Beda nak..ini khusus kelas kak marhen jadi kakak
"Jadi acen ngga boleh ikut kak ahen?"
"Nanti kita kesana yah kalah libur" Ucap sang mammy yang baru selesai membuat tambahan roti bakar dengan berbagai selai. Niatnya mau buat banyak tapi waktu ngga keburu, takut anak² terlambat
"Kakak roti bakarnya ini dulu yah nanti mammy nyusul kesekolah kakak sambil bawa makanan yah"
"Oke mammy"
"Kamu ngga sarapan"
"Aku udah kenyang lihatin kalian bertiga lahap sarapannya apa lagi si adek"
"Jangan skip sarapan loh.. Aku ngga suka"
"Ngga skip habis kalian berangkat aku sarapan kok"
"Beneran yah"
"Iya... Yah udah berangkat sana udah mau jam berangkat kerja takut telat nanti"
"Ngusir nih!!! Padahal lagi enak"
"Bukan gitu kasian kakak kalau telat. Nanti aku kirimin makan siang yah"
"Yah udah deh kalau ratu ngomong gitu... Kakak adek sudah siap"
"Kakak sudah" "Acen sudah"
"Yah ayo kita berangkat. Jangan lupa pamit sama mammy"
"Mammy kakak berangkat yah"
"Hati² sayang belajar yang pintar"
"Siap mammy" Ucap sulung dengan memberi hormat alat militer *kebanyakan gaya sama kakeknya*
"Mammy ahen pamit dulu yah mau cekolah"
"Iya sayang anak mammy jangan nakal yah kasian temannya"
"Oke mammy"
"Aku sama anak² berangkat dulu yah, kamu jangan skip sarapan. Aku tau kamu skip saraoan beberapa hari ini"
"Bella pasti"
"Demi kesehatan kamu sayang"
"Iya. Yah udah Berangkat sana udah ditunggu tuh sama bocil kamu"
"Yahbudah bye. See you tonight. I love you" Ucap kepla keluarga dengan mengecup kening sang ratu
"I love you too"
"Daddaada mammy"
"Dadadada boys"
Setelah kira mobil yang ditumpangib menghilang dari pandangan mammy memilih untuk masuk kerumah beberea sisa sarapan. Sebenarnya nayatama ada assisten rumah tangga tapi hari ini lagi libur jadilah mammya yang turun tangan
"Hallo bell. Tolong client untuk hari ini kamu handlle dulu yah.
" Mba ada urusan"
"Iya aku mau masak untuk makan siang jo, sekalian mau masak untuk bekal marhen pergi ke panti"
"Oh Oke mba kerjaan di butik aku yang handlle"
"Oke thank you bell"
"Anytime mba"
"Oh yah satu lagi awas kamu ngadu ke jo kalau aku skip sarapan atau makan siang"
"Oh kalau itu ngga bisa bayaran dari mas jo lebih gede untuk mantau mba. Heheheh"
"Bell..... "
"Mba udah dulu yah ada client nih bye mba"
Hay hallo salam kenal aku dyoederma this my story entah keberapa yang coba aku tulis. Bantu vote dan share link yah. Dan boleh baca juga cerita yang lain
Terima kasih.
Salam sayang dari mammy al
KAMU SEDANG MEMBACA
Marhen Harsen vs daddy
FanfictionCerita kehidupan keluarga yang bahagia dengan 2 jagoan yang berbeda sifat dan kelakuan Berakhir dengan sebuah kebohongan besar yang menghancurkan semuanya Jovan Adrian Nayatama Alenza Viskha Yudhistra Marhensa Asrigrah Putra Nayatama Harsena Junianz...
