Chap 19. Pagi di keluarga nayatama

113 11 0
                                        

"Suara keributan sudsg terdengar disantero keluarga nayatama. Keributan dimulai dari daddy rebutan games sama anak bungus diakhirin kakak yang di ganggu sang adik. Ini masih menunukan jam setengqh tujuh tapi rasanya sudah sangat siang aja. Untungnya jo memilih rumah paling sudut jadi kalau mereka ribut ngga ganggu tetanggw.

Sang mammy yang dari tadi sibuk di dspur dengan berbagia macam makanan cuma bisa menghembuskna napas ringan. Keribmutan udsh makanan sehari-hari dirumah ini

"Kalau ngga da keributan mas jo sama den harsen rumag kurang yah mba"
"Tuan jo sama den harsen itu udah jadi bumbu dirumah ini"
"Yah begitulah bik. Oh iya ayamnyasudsh dibakar kan?"
"Sudsh mba"
"Kue nya langsung dipanggang aja sama tolong semua perlaratab makan di susun ajabyah bik"
"Baik mba"
"Saya kedepan dulu yah takut persbotan di depan rusak"
"Bisa gawat nyonya besae nanti mba"
Al cuma senyum setelah itu dia menyusul 3 bayi diruang keluarga setelah memastikan semua masakan sudsh hampir selesai. Oh iya hari ini mau ada kumpul keluarga. Hanya keluarga al sih papa dan kakak papapnya, mama, ayah dan adik mamanya

"Ini pads kenapa sih. Suaranya sampai ke dapur"
"Adek my"
"Bukan adek daddy tuh"
"Loh kok daddy. Adek tuh ngga mau kalaah"
"Adek ngga kalah daddy aja ngga mau ngalah"
"Adek kalau weh"
"Adek ngga kalah"
"Udah ah, ini sudsh pada mandi ngga"
"Kakak sudah"
"Daddy sama adek?"
2 manusia berbeda umur ini hanya memasang senyum manis agar mammynya tidsk marwh karna dari bagu. Tadi sudah disuruh mandi tapi banyak alasan
"Mandi dulu sana nanti kebutu dstang"
"Nanti aja aku masih mager"
"Sana harsen juga"
Sang mammy cuma bisa diam ini bapak dan anak benar-benar duplikat banget entag itu wajah sama tingkah laku yang sedikit membuat mammynya melatih kesabarab

"Mending kamu istirahat dulu gabubg sama kamu" ajak daddy
"Ngga, ngga mau kalian berdua belum mandi"
"Msekioun belum mandi kita tetap gantebg log"
"Yah ngga sen"
"Iya dong"
"Udah ah sini aku kepengen meluk kamu" jo dnegan kekuatannya berhasil membuat mammy terdusuk di pangkuannya
"Jo ada anak-anak jangan macam-macam"
"Yang macam-macam siapa coba orang cuma meluk"
Jo mengetatkan pelukannya di pinggang sang
Sedangkan sibunggsu sudsh memasang wajag meray kesal melihat kelakuan daddynya
"Daddyyyy itu mammy harsen"
"Yeh daddy duluan dapatin mammy weh"
"Ngga boleh ini mammy harsen, lepas ngga"
"Ngga mau"
"Daddy ih"
"Jo lepas ah anaknya tuh udah mau nangis"
"Biarin"
"Daddyyyy"
"Jo"
Jo hanya tertawa melihat ekpresi anak bungsunya. Mammy bagi harsen ada segalanya ngga ads yahg boleh peluk kalau ads dia termaksud dsddy. Tapi emang dasar daddynya jahil jadilah
"Yah tuhan daddy cuma meluk mammy loh"
"Nggaboleh ini mammy harsen"
Harsen labgsung memeluk mammy yang sudsh berpindsh posisi tepat ditengah daddy dsn harsen
"Aduh jagoan daddy gemes banget" ledek jo dibalik bahu sang istri
"Kamu tuh anaknya nangis kan"
"Yah habis takut bener mammynya aku ambil"
"Daddy ngga boleh meluk mammy" ucap harsen masih terisak. Sudsh kelas 3 tapi masig cengeng kalau mammy diganggu
"Ita iya ini mammy harsen deh"
"Udsh ah jangan nangis malu sama oma nanti kalau katanya sembab"
"Daddy jahat"
"Kok daddy jahat?"
"Iya daddy soalnya mau ambil mammy dari harsen"
"Astaga" jo benar benar tidak bisa menahan ketawanya melihat tingkah laku sang anak bungsu, dari belakang sang istri jo mengusap kepala sibunggu
"Iya daddy minta maaf, beson ngga lagi deh ambil mammynya harsen"
"Tapi kalau mammynya ada adek kecil gimana?"
Ucapan jo membuat sang istri menolah dsn memasang wajah bertanya sedangkan yang dituju cuma mengangkat bahu kecil
"Maksudnta punya adek kecil?"
"Yah nanti kalau mammy ada adek kecil lagi masa harsen ngelarsng adiknya sama mammy sih"
"Ngga boleh gitulah"
"Kwlau mammy adek ada adek kecil..."
"Emang mammy ada adek kecil?"
"Ada di perut mammy, ada adek kecil"
Ucap jo yang berhasil membuat mata sang istri melotot sempurna. Ini suaminya kenapa sih bahas bayi sama harsen, yang dari kemaren sudsh nanyain kapan punya adik lagi
"Harsen sayang kamu mandi dulu yah, nanti kebutu oma sama opaa dstang"
"Tapi mammy beneran ada adek bayi yah?"
Oke fix jangan salahin mammy kalau daddy akan didiamkan selama waktu yang tidsk bisa ditentukan

"Sayabg mandi dulu yah, jangan dengerin daddy kamu yah"
"Tapi harsen mau adek bayi
Yah tuhan ini al harus gimana kenapa kalau lagi seerti ini bapak dan anak ini kompak bange

"Mandi dulu masalah adek bayi nanti mammy bahas yah"
"Beneran yah, oke harsen mandi" anak itu langsung turun menuju kamarnya meskipun manja anak itu tetap mandiri kon meskipun tetap mammy ada ambil andil

"Mammy kakak kekamar dulu tah mau beresin mainan"
"Iya sayang"
Sepeninggalan kedua jagoannya mammy labgsung menghakimi daddy dengan tatapan membunuh

"Kenapa?"
"Kamu yah"
"Loh aku kenapa. Kan aku cuma bilang"
"Mana tau beneran kamu lagi ada adeknya"
"Ngga lucu yah jo"
"Kok ngga lucu sih. Emang salah yah kalau kamu hamil lagi?"
"Bukan gitu jo"
"Emang kenapa sih. Aku malah senang kalau kamu hamil lagi"
"Kamu ngga tau jo. Tau ah" al langdubg meninggalkan jo menuju kamarnya. Bukan bukan. Al menolak kehadirna nyawa lagi di rahim dia. Cuma al masih tskut, takut ngga bisa membagi rasa ssayang ke marhen dan harsen usia mereka itu lagi perlunya perhatian dari orang tua, dan al ngga mau lewatin perkembatan mereka, tapi bukan berarti al menolah anak lagi hanya kalau bisa jangan sekarang.

Meskioub beberapa hari ini jo juga sering membahas tentabg bayi terutama bayi perempuan. Tapi jo seslu mengerti tapi kali ini jo sepertinya niat punya anak lagi. Apa yang harus al lakukan menurutin egonya dan membuat semua yang berharap kecewa atau mengikuti kemauan anak dan suamin dengan salah satunya melewayi perkembangan 2 jagoannya

Jam menunjukan pukul 09.00 semua keluarga sudsh berkumpul di halamann belakang rumag al dsb jo, berbagai hidangan sudsh tersajikan didepan mereka. Semua melahap makanan dengan nikmat hanya satu orangvyang tidsk terlalu berselera yaitu al. Al hanya memutar pasta yahg tersedia, kegitan dia ternyata mendapat perhatian dari sang ayah kakak dari mamanya

"Al kamu sehat"
"Ah al sehat yah"
"Lagi banyak pikiran"
"Ngga kok, lanjut yuk makannya"
Jo yang berads di samping istrinya memperhatikan sang istri yang sedang tidsk mood dsn mungkin ksrns pagi tadi. Jujur jo ngerasa bersalah juga, ternyata bukan hanya jo tapi deon juga merasakan ada aura yang tidsk enak dari sang kakak. Untuk mencairkan suasana deon langsung mengutarakan niatnya mumou keluarga kumpul

"Ehm deon mau nyampaikan sesuatu" semua mata tertuju ke deon termasuk al yang langsubg fokus
"Deon mau ngelamar senja"
Semua orabg yahg ada di jamua itu terdiam akhirnya, akhirnya butuh waktu lama di bungsu yudistra menyampaikna niatnya

"Sudah yakin eon"
"Sudsh yah, aku sama senja sudah serius"
"Kamu udsh bicarakan sama senja nak?"
"Belum ma, deon mau bicarakan dulu sama kalian baru nanti sama senja"
"Kalau papa sama mama duku apapun keputusan kalian"
"Ayah juga"
"Deon ini bukan untuk main2 yah kamu harus yakin" ucap tante adiknya dari mamanya
"Iya tan pasti. Kak?"
"Apapun keputusan kamu kakak ikut deon"
"Thabk you. Setelwga senja pulabg deon bakal bicara sama dia"
"Semoga lancar bro" ucap jay yang berada di samping deon
"Kalau butuh apa-apa cepat kabari. Deon"
"Pasti bang"
Mereka melanjutkan jamuanta dan dilanjutkan sengan obrolan santai dengan ditemanin cemilan yang al buat khusus untuk jamuan ini

Marhen Harsen vs daddyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang