Chap 27. Daddy vs 2boys

145 15 0
                                        

Sabtu   dengan  hujan menemanin keluaraga nayatama, diruang tamu nayatama ada 1 orang dewasa dan 2 anak laki laki yang sedang gusar menunggu hujan berhenti. Rencana sore ini mau main bulutangkis dan jalan-jalan sore harus kandasa karna cuaca yang dari pagi sudah di guyur hujan

"Kita mau ngapain sekarang?" Tanya daddy 2 anaknya cuma diam tidak menanggapi apapun hanya duduk mengarah ke jendela melihat air yang selalu turun

"Main game disini aja yuk"

"Mau main apa?

"Petak unpet mau?" Ajak daddy. 2 anak ini langsung menolah satu sama lain dan seketika

"Ayo"

"Ajak mammy ngga"

"Coba tanyq sana"

"MAMYYY IKUT MAIN PETAK UMPET NGGA"

"Kalian aja mammy masih sibuk buat cookies"

"Oke"

"Daddy yang jaga yah"

"Oke daddy mulai" sang daddy langsung menutup matanya di tembok deng hitungan, sedangkan anak anaknya mencari tempat persembunyian, mammy hanya meihat dari dapur

"96,97,98,99..100, daddy  is coming" daddy mulai mencari keberadaan 2 jagoanya mulai di lantai 1 semua tempat yang menurut daddy bisa jadi tempat sembunyi tapi nihil, lanjut ke lantai 2 tapi sebelum itu dia kesempatan memeluk dan mencium pipi sang istri ketika mencari ke kolong meja makan. Sang mammy hanya tersenyum

Dilantai 2 sudah hampir semua ruangan daddt ngeledah tapi tetap saja 2 jagoan belum ketemu sampai daddybingat ada 2 tempat yang belum daddy cek yaitu ruang penyimpanan, ruang kecil menuju lantai 3. Tanpa aba-aba daddy membuka ruangan itu dah hap. Anak anak itu ada disana tapi sayangnya daddy kalah cepat mereka menuju kelantai satu

"Daddy kalah" teriak mereka berdua

"Kalian cepat banget larinya"

"Daddy aja yang lambat"

"Yehh, oke daddy jaga lagi kali ini daddy tidak akan kalah sama kalian"
Daddy mulai menghitung kembali dab 2 jagoan kemabli bersembunyi kali ini mereka menemukan tempat strategis.

Permainan berlangsung 3 ronde dan daddy selalu kalah, permainan sekarang berganti game vr, dimulai dari harsen yang mendapat nila 100, marhen dengan nolwi 95 dan daddy hanya 50

Semua permaiann sudsh mereka lakukan sampai tidsk harinsudsh petang, mereka bertiga sudah kelelahan dengan permainan yang mereka buat total ada 5 game yabg mereka mainkan sekarwang waktunya mandi

"Mandi dulu sana kalian ngga main keluar tapi keringatnya astaga"

"Entar dulu yng masih capek aku"

"Siapa suruh ngajak merekq main game, udah tau anak anaknya maniak game semua"

"Sudsh ah mandi dulu sana, harsen marhen mwndi dulu yah"

"Bentar mammy masih capek"

"Mammy kasih waktu 5 menit lagi yah setelah itu mandi"

"Siap mammy" jawab mereka bertiga. Mereka bertiga akhirnya menghabiskna waktu 5 menit dengan tiduran di lantai sambil baju diangkat

"Lomba terakhir mau ngga?" Ajak daddy

"Apa?"

"Lomba siapa cepat sampai kamar duluan nanti yang kalah harus kasih jajannya untuk yang menang"

"Deal tapi daddy kasih apa kalau daddy kalah"

"Nah iya daddy kn mgga ada jajanan?"

"Lag iya juga. Oke daddy kasih uang nanti deal"

"Deal"

"Oke kita mulai 1...2..." mereka semua bersiap di posisi masing2 "3..." 2 jagon langsung berlalri meninggalkan daddybyahg masih binggung melihat kelakuan anaknya setelah sadar dia langsung menyusul anak anaknya sampai kelantai dua dan masih mereka berteriak

"HARSEN JUARA 1"

"MARHEN JUARA 2"

"DADDY KALAH LAGI"

"DADDY NGGA KALAH KALIAN NYURI START"

"MANA ADA YAH DADDY AJA LAMBAT"

"NGGGA TUH"

"IYA DADDY LAMBAT DADDY KAN SUDAH BERUMUR"

"EHHH HARSEN"

Mammy yabg dibawa cuma mengeleng melihat kelakun bapak dan para anak diatas yang ribut karna perlombaan yang mereka ciptakan apalaagi daddy yang harus mengakui kekealahahnya di deoan anak anaka padahal daddy sangat anti itu

Jam menunjukan pukul 19.00 selesai beribadah mereka sekarnwg duduk dimeja makan dengan berbagia macam makanan yang sudah dibut mammy dan art dirumah iniw. Mereka memulai makan dengan khidmat sampai suatu kejadian

"Ini punya daddy yh"

"Ini punya marhen"

"Marhen kan sudah"

"Tapi marhen mau lagi daddy"

"Daddy juga"

Mammy kayaknya harus nambah ekstra sabar  pasalnya yang mereka rebutin itu ada perkedel kentang favorit mereka yang kebetulan tinggal satu padshal mereka sendiri yabg makan mammy pun cuma kebagian 2 itupun karna ambil awal. Perdebatan masih berlangusng sampai happ

"HARSEN" teriak daddy dan marhen

"Kalian lama sih jadi harsen makan duluan"

Oke bertambah lagi. Mana harsen dengan seeenaknya makan tanpa melihat perdebatan yang terjadi tadi. Setelah berdebat dengan marhen sekarang daddy berdebay dengan harsen masalah sate yang tinggal satu tapi langsung dihabisin ssma daddy

"Ih daddy itu kan punya harsen"

"Anak kecil ngga boleh banyak makan sate entar sakit perut"

"Daddy juga ngga boleh banyak makan entar kolestrol nya naik"

"Uhukkk" daddy langsung kesedak daging sate ketika mendengar omongan harsen

"Tuh kan kualat sama harsen" daddy cuma diam dan mulut mengangga mendegar perkataan harsen sedangkan mammy sudsh lelah menahan ketawa melihat kelakuan mereka bertiga.

Mereka akhirnya selesai makn malam sekarang sedang menikmati cookies yang dibuat mammy sore tadi. Di meja sudsh tersedia beberap rasa ada vanilq, greentea, coffe, dan coklat

Dengan televisi yang menyiarkan totonan khas anak anak mereka bertiga memakan cookie denga satu toples masing masing. Sedangkan mammy hanya menerima suapa dari masing masing

"Daddy ngga boleh" teriak harsen ketika daddynya ingin mencicipin cookie rasa vanila yang ada di pelukan harsen

"Minta dikit ih"

"Daddy kan sudsh punya nanti punya harsen habis"

"Eh kamu juga ngga boleh yah" ucap daddy setelah melihat tangan hasen juga mencoba meraih toples berisi cookie rasa coffe

"Daddy pelit"

"Biarin harsen juga pelit"

"Awas aja yah"

"Yeh biarin"

"Kalian ngga capek apa ribut mulu"

"Daddy tuh my"

"Apaan harsen sama marhen tuh"

"Kok marhen di panggil" protes sang anak sulung pasalnya dari tadi  daddy dan adiknya ributs. Cookies dia hanya diam karna memang ngga ada yang mau cookie yang dia makan. Tapi ini kok dia dibawa bawa

"Daddy sama harsen yang ribur kok marhen dibawa bawa. ANEH"

"Sudah ah ribut terus, cookies nya masih banyak kok"

"Kalau habis isi lagi aja"

"Siap mammy"

Itulah kegiatan hari sabtu yang dilakukan keluarga nayatama. Sabtu yang dipenuhi berdebatan antara bapak dan anak yang membuat suasana rumah ini menjadi hidup dan ceria

Marhen Harsen vs daddyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang