Hari ini mammy sudsh pusing membujuk sang anak bungsu untu berhenti menangis. Dari sejam yang lalu anak itu ngga berhenti menangisini sang daddy dan kakak yang pergi hanya berdua, padahal salah dia sendiri lebih milih main sama teman-teman dri pada ikut daddy
"Sayang sudsh yah nanti sakit loh" bujuk sang mammy
"Daddy jahat my, daddy ngga ngajak harsen"
"Daddy cuma sebentar kok benetar lagi balik"
"Bohong, daddy lama"
Mammy cuma bisa mengusap punggung sang anak ini juga daddynya lama, janjianya cuma bentar tapi udah 2 jal lebih belum pulang. Entah karna lelah menangis atau apa ternyata dibungsu tertidur di pangkuan sang mammy
"Astaga malah tidur"
Al membiarkan posisi mereka seperti ini meskipu. Harsen termasuk berat tapi kalau anak ini termasuk sesintif kalau bukan di kasur.
Suara deru mobil terdengar dari arah luar. Sang daddy dan kakak masuk dengan beberapa paper bag salah satu minimarket terkenal oke bisa di tebak terbyata mereka belanja
"Loh kok kamu disini, harsen kenapa"
"Nangis anaknya kamu tinggal"
"Yah tuhan, padahal udah berkali-kali aku ajak"
"Sekarang tidur?"
"Iya"
"Sini aku bawa ke kamar"
"Hati-hati nanti bangun"
Daddy jo langsung mengambil alih harsen dengan hati-hati, membawanya ke kamar anak itu sedangkan mammy dan kakak langsung membawa tas isi belanja penuh ada total 4 tas belanja entah apa aja yang dibeli,biasanya kalau belanja sama mammy tidak sebanyak ini.
"Banyak banget kakak sama dadd belanja"
"Kata daddy mau ada acara mammy "
"Oh iya?" Al mengingat acara weekend perasaan weekend ini ngga ada agenda buat acara enth itu keluarga sana teman-teman.
"Lagi beres-beres yah" ucap daddy yang sudah kelar dengan urusan harsen. Dan sekarang lagi bantu mmay meletakin barang di loker atas sekalian modus
"Kata marhen mau ada acara. Acara apa?"
"Acara?"" ?"
"Oh weekend nanti aku mau ngundang anak-anak kantor"
"Kenapa ngga bilang"
"Cuma baka bakar aja kok ini juga sebagian. Sebagian lagi sudsh dibagi-bagi"
"Mammy ini susunya mau tarok dimana?"
"Terus yang ini" marhen mengangkat tas berisi keperluan mandi dan segalanya
"Biar mammy aja, jo lepas dulu kasian marhen"
"Anaknya bisa kok, aku kepengen meluk"
"Kan bisa nanti, kasian marhen"
"Iya iya"
"Bantu marhen sana. Aku mau cuci dulu"
"Oke bu bos"
Merka melanjutkan kegiatan masing-masing daddy dan kakak dengan kegiatanab menyusun, mammy dengan kegiatan mencuci. Art mereka? Al sengaja mengerjakan art non nentap alias pulang pergi karna mereka cuma bantu al ketika weekday atau hari kerja, kalau weekend al lebih mengerjakannya sendiri makanya kalau weekend al selalu bangun lebih pagi dari sebelumnya
Hari sudsh menujukan waktu untuk istirahat. Sanga mentari sudah hampir kembali ke tempat mulanya.
Kegiatan sore iji berlangsung diruang keluarga dangan si bungsu yang masih mendiamkn sang daddynya, bahkan bangun tidur tadi yang di cari mammy nya.
"Anaknya masih ngambek" tabya daddy
"Masih kayakanya coba tegur"
"Ngga berani, serem!"
"Kamu sih"
"Iya iya maaf"
"Mammy harsen lapar"
"Yuk makan"
"Ngga mau makab dirumah"
"Jadi?"
"Makan mcd boleh?"
"Eh"
"Sekali aja boleh yah"
"Yah udah ayo kita keluar sekalian jalan jalan" ajak daddy
"Ngga mau sama daddy"
Daddy yang awalnya semangat jadi loyo mendengar pernyataan sang anak bungsu. Ok sepertinya harsen beneran marah
"Kalau daddy ngga ikut, mau pergi sama siapa"
"Om D"
Sang mammy melirik sang suami yang sudah cemberut. Dia mengelus pipi sang suami dnegan lembut
"Dengan daddy aja yuk perginya, kalau sama om D lama. Om D lagi rapat"
"Kalau gitu sama om jay aja"
"Om jay juga sibuk sayang"
"Sama daddy aja yuk sekalian kita jalan-jalan"
"Yah udah ayo. Yang oenting mammy ikut"
Akhirnya sang anak luluh. Ada senyum gembira daei sang daddy
"Yah udah kakak sama marhen siap -siap dulu sana"
"Oke mamm ayo kak" harsen langsung menarik sang kakak menuju kamar merekq
"Anak kamu satu itu kalau ngambek susah di bujuk"
"Sama kayak kamu juga jo"
"Enak aja aku mudah yah cukup dicium ngga ngambek lagi"
"Ada aja. Udah aku mau siap2 dulu"
"Ikut"
Mereka semua sudah di mobil menuju makana cepat saji favori si bungsu denge berbagai hidangan. Kentang burger ayam tersaji di meja mereka. Daddy dan mammy memperhatikan 2 jagoannya dengan seksama ada senyk bahagia melihat kegembiraan 2 jagoan.
Sang kaka yang selalu membagi jatahnya ke adek.
"Mau nambah lagi ngga" bisik daddy
"Ini aja masih banyak jo"
"Bukan makannya maksudnya bocah depan ini mau nanbah lagi ngga satu wjw"
Mammy melirik daddy yang sudanv memasang muka genit.
"Bisanya bahas itu disini. Bisw nanti nggw"
"Oke nanti"
"Daddy mammy harsen boleh nqmbah escream!"
"Harsen jugw"
"Boleh tapi jangan banyak banyak. Dirumah nanti kwlwk langsung minum obwt yah
"Siap mammy"
"Daddy pesan dulu yah"
KAMU SEDANG MEMBACA
Marhen Harsen vs daddy
FanfictionCerita kehidupan keluarga yang bahagia dengan 2 jagoan yang berbeda sifat dan kelakuan Berakhir dengan sebuah kebohongan besar yang menghancurkan semuanya Jovan Adrian Nayatama Alenza Viskha Yudhistra Marhensa Asrigrah Putra Nayatama Harsena Junianz...
