Beberapa hari jji bukti al lagi sibuksibuknya entah itu tamu yang mau beli dres atau baju, yang ambil pesanan bahkan ada yahg mesan.
Selain para stafd yang sibuk al juga ikutan sibuk karna ads client yabg minta khusus di desain sama al untuk gaun pernikahananya. Berujunglah al harus bolak balik rumah dan butk bebeeapa hari ini.
Seperti hari ini al sudsh janji sama clieng untuk membicarakan hasil desain yang sudah al buat semalamsesuai permintaan sang calon pengantin, tapi entah ke apa badan hal tidak bisa diajak bekerja sama dalam malam tadi juga badan dia ngga enak ditmabha pagi tadi al haru bagus pagi sekali untuk menyiapkan 2 jagoan yang harinini mau berkemah deri sekolah jadilah badan al semakin tidka enak
Al memberhentika pekerjaan setelah semu ukuran sudah tecatat rapi dibuku desain dia. Dia melanjutkn nya di kantor pribadi untuk membuat desain selanjut. Tapi sebelumbya kepala al masih pusing ditambah lagi dengan rasa mual
"Bel tolong handel butik bentar yah"
"Oke mb, Mba ngga apa-apa"
"Ngga apa apa ko bel"
"Serius,muka mba pucar loh, mau aku buatin teg? Atau mba sudsh makan"
"Aku sudsh sarapan kok"
"Aku keatas dulu yah kamu pantu butik aja"
"Mau aku antar ngga mba?"
"Ngga perlu aku bisa kok"
"Yah udah kalau ada perlu telpon aja mba"
"Oke"
Al langsubg menaikin lift menunu ruangan pribadinya entah dari malan tadi badan al benar-benar ngga enak kepala al pusing dan perutnya mual. Maunya a hari ini istirahat tapi sayang dia sudshbuat janji sama client terpaksa dia harus ke butik.
Sampai di kantornya al sudah tidak kuar dia langsung menuju sofa yang ada di ruangan pribadi. Keringat dingin keluar dari badan al, kepla ya bener-bener mutar semakin hebat seperti al naik roda berputar. Ingin rasanya menghubungin bella atau senja untuk mibta tolong. Tapi tanganya benar-bener tidsk ada tenaga untuk di gerakan
Sepersekian detik al langsubg tidak sadarkan diri.
Butuh waktu untuk al sadar dari pingsanya. Sekarang di ruangan dia sudsh ada sang suami, adik, calon adik ipar dan sekretarisnya. Sang suami tepat duduk di depan al membuat al berlahan bangun dengan pelan
"Aku kenapa?"
"Kamu tadi pingsan hun, untung ada bella"
"Kak minum dulu nih" senja langsung menyodorka. Segelas air mineral
"Pelan-pelan kak"
"Kakak kenapa?"
"Kepala aku tadi pusing nja"
"Aku periksa tensi kakak dulu yah" senja labgshbg mengeluarkba semua perlengkapan dokternya yang selay dia bawa kemana sna langsung memeriksa al
"Bell aku boleh minta tolong ngga"
"Tolong apa mba senja"
"Tolong buatin teh angat yah sama beliin roti atau makananan untuk kak al"
"Baik mba saya pamit dulu"
"Tensi kaka renda, darah kakak rendag Selain pusing kaka ngerasain apa?"
"Mual"
"Kakak isi" tabya deon
"Ngga ada tanda tanda kalah kak al ngisi deon"
"Aku kasih obat amnemia obat maagh sama vitamin yah"
"Kakau belum baikin hari ini besok periksa ajq"
"Kamu kenapa sih sakit masih di paksain ke butik"
"Untung aku pulabg hari ini"
"Ada janji sama client jo, kamu di jemput siapa?"
"Dijemput gue" celetuk deon
"Lagian bisa bisa yah ngga makan malah sibuk ngurus client"
"Ini lu bayangin yah kak kalau bella ngerasa ngga enak ngga ngecek lu kesini. Lu bagaimaba coba"
"Untubg juga ads gue bang jo sama senja"
"Kebiasanaa bener sakit maksain diri"
"Habis ini gue ngga mau tau lu makan yah kak habisi tuh obat dari senja"
"Gue sama senja mau kebawa dulu"
"Nwnti bella datang tehnya sama makananya dihabisin yah terus minum obat sama vitamin aku kebawa dulu yah"
Deon dan senja langsubg keluar. Disusul bella yang baru mengantarakna bubur dan teh angat untuk si bos. Sekwrang diruangan tinggalah suami istri,yang mana sang suami sedang menahan emosi. Gimana. Gga emosi jika pulang dismabut dengan kondisi sang istri yahg pingsan diruangan sendirian
"Makan dulu yah"
"Ngga nafsu jo"
"Dikit aja kamu pucat banget loh yng"
"Perut aku mual jo"
"Yah karna itu ngga kamu isi. Aku dapat laporan dari bella kamu skip makan siang yah"
"Aku ngga suka yah al kamu kagak gitu"
"Kamu selalu ngingatin aku untuk makan sama jaga kesehatan, sedangkan kamu?"
"Kamu lalai loh sama kesehatan kamu sendiri al, kamu ngga tau khawatirnya aku pas baru sampai dapat kabar kamu pingsan di kantor"
"Kamu nfga tau panik ya deon dengar berita ini"
"Kamu ngga tau semua staff kamu panik al pas bella minta bantuab"
"Maaf" habya itu yang bisa al ucapkan dia ngga bernai bantah jo kwrna ini kesalahan dia yangsvudsh lalai menjaga kesehatan
"Please al jangan buat aku ngerasa ngga berguna sebagai suami kamu"
"Jujur lihat kamu pingsan tadi aku ngga bisa bepikit apapun ubtung ads senja"
"Aku minta maaf jo"
"Aku harsp ini yang terkahir kamu lalai sama kesehatan kamu al"
"Iya"
"Sekarang makan yah. Biarkanu ada tenaga"
Jo langsubg menyuapka. Sedikit demi sedikit makanan ke sanv istri dengan berlahan, sedangkan dibawa 2 manusia juga berdebat kecil
"Kamu seharusnya jangan begitu sama kak al"
"Loh aku bener dong nja, kak al harus digituin yng"
"Yag tapi ngga perlu kasar juga eon"
"Ngga kasar loh cuma tegas"
"Sama aja"
"Kak al itu kalau ngga diceramahin dulu mana mau dengar yng, babg jo juga nggamau marsh sama kak al jadi yah harus aku"
"Kamu tau kak al kan. Dia kuat diluar tapi ngga di dalam dia"
"Kalau bukan aku atau bang jo siapa lagi yang merhatiin dia. Dia bisa merhatiin orwng lain tapi tidsk dengan diri dia"
"Kadang aku suka kesel lihat dia begitu"
"Tapi kamu sayangkan sama kak al?"
"Aku ngga perlu bilang pasti kamu tau kan ja"
"Iya aku tah kamu itu sayabg banget sama al"
"Sangkjng sayangnya cerewwt kamu ngalahi. Mama sica tau"
"Tapi kamu ngga boleh kasar juga yah kasian kak al kalau kamu juga marah pasti kak al sedih"
"Dan sekarsnv yang merhatiin kak al bukan kamu aja ada bang jo ada aku bella sama 2 jagoan jadi kita bagi yah untuk jaga kak al"
"Aku masih belum bisa nja. Entah kenapa"
"Setiap kak al sakit aku ngerasa bersalah nja. Pwdshal bener kata kamu"
"Yang jaga kak al banyak bukan aku aja"
"Itu karna rasa tanggung jawab kamu besar. Udsh ah makan yuk aku laper"
"
KAMU SEDANG MEMBACA
Marhen Harsen vs daddy
Fiksi PenggemarCerita kehidupan keluarga yang bahagia dengan 2 jagoan yang berbeda sifat dan kelakuan Berakhir dengan sebuah kebohongan besar yang menghancurkan semuanya Jovan Adrian Nayatama Alenza Viskha Yudhistra Marhensa Asrigrah Putra Nayatama Harsena Junianz...
