Cerita kehidupan keluarga yang bahagia dengan 2 jagoan yang berbeda sifat dan kelakuan
Berakhir dengan sebuah kebohongan besar yang menghancurkan semuanya
Jovan Adrian Nayatama
Alenza Viskha Yudhistra
Marhensa Asrigrah Putra Nayatama
Harsena Junianz...
Al langsung nendial nomor suaminya selepas tiba di bandara , hari ini sepupu dari sebelah mamanya pulang dari kuliah s2 nya di Amerika, karna semua pada sibuk jadilah al yang janji jemput sekalian sepupunya juga mau langsung jenguk jemput keponakannya "Hallo hun" "Hallo jo, sory yah aku baru ngabarin aku dari rumah langsung ke bandara yah" "Lo kenapa? Kamu mau kemana?" "Aku mgga kemana2 kok, cuma hari ini Jay dia nelpon, dia bilang dia pulang hari ini" "Mendadak banget dianya" "Kayak ngga tau Jay aja kamu jo" "Yah udah kamu udah sampe bandara kan? Terus Harsen dimana" "Sudah kok ini aku udah di bandara, Harsen aku ajak dia juga mau sekalian lihat kakakny. Ini anak ya lagi beli escream" "Yah udah kamu hati2. Pesawat Jay udah landing?" "Kayak ya belum aku tadi ngecek masi flying paling bentar lagi" "Oke pokoknya kamu hati2 yah nanti kalau kesini kabarin aku. Anaknya udah kangen nih" "Baru ditinggal beberaapa jam astaga" "Mana aku tau pokoknya hati2 yah SEE you" "SEE you to"
Al langsung mengembalikan handphonenya kedalam tas yang ada di genggam. Keadaan bandara hari ini cukup ramai karna banyak keberangkatan jamaah haji Yang akan bertolak ke Mekkah. Al tersenyum melihat beberapa lansia yang baru bisa berangkat, diusia yang rentan tapi masih bersemangat untuk beribadah. Al memikirkan kira2 dia bisa tidak berangkat menunaikan ibadah haji yah takut-rakun umurnya ngga cukup. Lamunan al langsung terganggu oleh teriak kecil anak bungsunya yang belari sambil memegang 2 cone escream cokelat dan vanila
"Mammmy" "Kenapa sayang? Sudah beli escream nya" "Sudah, ini untuk mammy escream vanila favorite mammy" "Makasih sayang, kita cari tempat duduk yuk sambil nunggu om Jay" "Ayo" Keadaan bandara yang rame karna banyaknya para keluarga jemaah haji yang mengantar membuat al dan Harsen sulit mendapat ya tempat duduk beruntung ada 2 bangku jauh dari pintu kedatangan. Biar nanti Jay yang menghampiri mereka
"Mammy kok disini rame yah pake baju putih2" "Itu mereka mau berangkat naik Haji sayang" "Seperti opa sama oma dulu yah" "Iya sayang" "Naik haji itu wajib yah mammy?" "Kalau kita mampu ngga?" " mampu dari segi harta tapi kita belum diijinkan kesana" "Kenapa?" "Karna Allah mengijinkan kakek sama nenek disini untuk berangkat duluan" "Jadi nanti mammy sama daddy juga berangkat seperti mereka" "InsyahAllah iya sayang" "Harsen boleh ikut?" "Boleh kalau Harsen mampu" "Harsen mau nabung mau berangkat naik haji sama mammy daddy dan kak marhen" "Aamiin" Harsen yang sedang menikmati escream nya tiba2 berdiri terus berlari ke arah sepadan kakek dan nenek yang sedang mencari bangku untuk duduk sang mammy cuma memperhatikan sambil tersenyum tidsk lama Harsen kembali dengan kakek dan nenek itu "Kakek sama nenek duduk sini aja biar Harsen berdiri" "Soalnya kakek sama nenek pasti capek" "Mammy boleh kan" "Tentu sayang. Silahkan ibu bapak" "Terima kasih anak baik. Anak sholeh" "Sama-sama , kakek sama nenek mau naik baju yah" "Iya cu" "Kek, nek doain yah Harsen mammy daddy sama kak marhen juga kesana" "Aamiin semoga yah cu" "Harsen yuk om Jay udah sampe dia nunggu kita" "Oke mammy, kake nenek Harsen duluan yh soalnya om Harsen udsh datang" "Kakek sama nenek hati2 yah. Assaalamualaikum" "Walaikumsalam" Harsen menciumin tangan 2 manusia rentan itu "Mari ibu bapak saya duluan semoga ibu bapak menjadi haji hajjah yang mabruh" "Aaminn ya Allah" al dan Harsen langsung bergegas ke tempat Jay menunggu ngga lama terlihat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Om jayyyyyyy" panggil Harsen Jay yang merasa nama dipanggil langsung berbalik arah dan dengan singap menangkap keponakan nya "Hay boy uncle Jay kangen" "Harsen juga" "Eh. Ini kalau udah ketemu om-omnya pada lupa sama mammnya, ini juga kalau udsh ketemu ponakan lupa juga sama kakak ya" Jay langsung menuruni keponakannya dan beralih memeluk kakak sepupu perempuan satu2nya dan kebetulan pawangnya ngga ikut jadi bebas "Long time no See My bis sister" Jay memeluk erat sepupunya itu maklum 2 tahun mengenyam pendidika. Di luar ngeri jauh dari keluarga jadi dia rindu keadaan disini apalagi sama kakak sepupunya penganti sang mama "Akhirnya kamu balik yah dek" "Akhirnya kak aku balik setelah selesai semua disana" "Ini mau langsung ke rumah sakit apa kerumah kakak dulu" "Kerumah sakit aja nanti kalau rumah sakit rame aku pulang bawa mobil kakaka aja" " yah udah ayo. Barang kamu udah semua" "Sudah". Mereka bergegas ke mobil yang sudah terpakir di depan pintu keberangkatan "Sini Kak bir aku aja yang bawa" "Ngga capek?" "Ngga santai aja. Di pesawat aku juga cuma tidur" "Yah udah nih" al langsung memberikan kunci mobilnya. Perjalanan bandara ke rumah sakit mencapai 1 jam karna tadi ada macet sedikit. Setelah sampai di rumah sakit mereka langsung melaju ke ruangan marhen yang ternyata sudah ada deon sama senja yang baru sampai dari Bandung
"Wadawww anak lulusan amrik pulang juga. Wellcome bro" deon langsung memeluk sepupu yang beda 1 tahun dari dia "Kangen gue sama lu bang kagak berubah yah masih sama kak senja" "Masih dong" "Hay Jay gimana Amerika ketemu gebetan ngga" "Boro2 teh yang ada pacaran sama komputer aja" "Ehmmmmm" teguran keras yang berasal dari abang ipar yang merasa tersisihkan karna ngga ada sambutan pelukan bagaiman gitu "Ini ngga ada yang kangen sama gue. Yang lulusan Amerika mana nih ah!" "Yang nyulik bini gue nyuruh jemput dia mana orangnya. Kaga izin dulu lagi" Jay yang merasa langsung datang ke abang iparnya yang kebetulan lagi disamping ranjang sang anak baru ngasih buah
"Hehehe sorry bang habis nelpon semuanya pada ngga bisa jemput, eh kak al konfir bisa yah udah dijemput bidadari donk" "Btw long time no see bang" Jay langsung memeluk abang iparnya dengan gaya laki2 cool "Apa kabar lu, udah tergaet bule Amerika belum" "Nggga gue mau orang lokal aja bang" "Kayak kak al lah atau teh senja" "Jangan macam2" kompak 2 pria itu menjawab disamping dengan ketawa khas laki2 dewasa
"Btw yah gue kesini mau lihat jagoan gue yang lagi sakit mana dia" Jay langsung beralih ke ranjang yang di tempati marhen bergantian tempat duduk dengan al, dan berpindah ke samping suaminy "Halo big bro gimana kabarnya" "Baik, om Jay apa kabar" "Om Jay baik, om Jay kangen sama marhen kepengen main sama marhen dan Harsen" "Nanti kalau marhen sembuh kita main basket lagi mau ngga" "Mauuuuuu" jawab marhen dengan semangat "Tapi janji harus sembuh dulu yah" "Pasti om" "Om ada sesuatu buat marhen" Jay mengeluarkan figuran Spiderman yang marhen inginkan "Spiderman? Untuk marhen?" "Iya" "Asyik. Makasih om Jay" "Sama2 keponakan. Oom" "Om Jay untuk Harsen mana?" "Ehmm untuk Harsen ada ngga yah" "Kayaknya om lupa beli deh" "Om Jay pilih kasih ehmm" Harsen langsung ngambek dan memeluk tantenya "Aduh keponakan oom satu ini ngambek ternyata" "Harsen ngga mau bicara sama om Jay" "Yakin?" "Yakin " " Yqh udah hadiahnya om jual aja lagi yah" "Om Jay jahattttt. Mammyyyyyyy" "Jay" "Ngga kok astaga" "Anaknya udah mewek Jay" goda senja "Astaga ada kok tapi di mobil nanti pas dirumah om Jay kasih" "Janji" "Janji sayangnya oom"
"Anak kamu jo" "Anak kamu juga loh Yng" "Tapi Harsen kamu banget loh jo" "Iya sih ngambek nya persis kayak aku langsung ngunpet" "Kebiasaan"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Daddy, Harsen, marhen om Jay. Sedang dengerin perintah mammy untuk belanja bulanan