Chap 26. Baikan

187 14 0
                                        

Sudah hampir 3 hari al tidak bicara sama sekali ke jo., dia hanya menyiapkan semua kebutuhan jo tanpa berbicara bahkan malam pun tidak ads pelukan hangat atau hanya sekedar bertukar kabar. Mereka hanya tidur seperti biasa, jika jo meluk al langsung melepas pelukan itu.

Seperi malam ini sudah waktunya tidur al langsung menidurkan badannya yang lelah akibat berkutat dengan kegiatan dibutik. Jo hanya memperhatika sang istri dari balik meja rias dia setelag itu menyusul sang istri dan memberanikan memeluk sang istri masa bodoh di tolak yang penting bisa melepaskan rindu

"Masih marah yah" tanya jo dengan posisi dagu menempel ke kepala sang istri dengan tangan memeluk pinggan tempat favoritnya. Al hanya dia tidak merespon apapun

"aku minta maaf. Aku tau aku salah kemaren"
"Aku ngga dengar penjelasan kamu dulu dan langsung emosi"
"Aku salah bicara begitu" ucap jo sambil mengeratkan pelukan dan mencium pucuk kepala sang istri

"Aku sudah dengar penjelasan dari bang sehan" al langsung  berbalik menghadap sang suami

"Bang sehan minta maaf ke aku dan jelasin kalau dia hubungin kamu karna mau mesan dress untuk istri dan anaknya"

"Aku juga baru tau bang sehan sudah menikah. Dan yang nelpon kamu pagi itu adalah anaknya"

"Aku minta maaf al"

"Sudah tau kan? Tapi bukannya kamu mau pisah sama aku"

"Ngga, aku ngga mau pisah sama kamu aku saat itu emosi"

"Lain kali jangan pake emosi jo. Kamu dengar dulu penjelasan orang"

"Jujur kalau kemaren kamu beneran pisah aku terima kok. Karna berarti kita udah selesai"

"Ngga aku ngga mau al. Aku minta maaf"

"Jangan di ulangi Lagi"

"Aku sudah pernah bilang kan. Apapun yang terjadi aku ngga mungkin mengingkarin janji yang aku buat. Tapi jika kamu yang minta maka aku akan siap melepsnya"

"Ngga aku ngga mau. Mendapatin kamu butuh perjuangan dan aku ngga mau karna hal bodo dan kesalahan aku, aku dengan mudah melepaskan kamu"

"Nggga bakal al"

"Bagus kalau gitu. Semoga kamu pegang janji kamu jo"

"Dan aku mohon jangan pake emosi untuk ngadepin anak anak kamu"

"Iya aku minta maaf"

"Ehmm"

"Yng dimaafin. Ngga nih"

"Ehmmm"

"Yng ih kamu mah"

"Kenapa sih"

"Dimaafin ngga nih"

"Iya , astaga jo" teriak al kaena jo yang memeluknya dengan erat

"Sayang kamu"

Pagi hari

Suasana sudsh kembali normal sperti bisa dengan 2 jagon yang sedsng berbagi roti satu sama lain, mammy yabg menyiapkan kopi untuk daddy dan daddy sendiri yang masih bersiap dan tidak lama

"Selamat pagi. Hallo boys" ucap daddy kepada 2 jagoannya dan langsung memeluk sang istri dari belakang mengecup pipi sang istri

"Jo aku lagi masak air"

"Bentar aku kepengen meluk"

"Iya tapi nanti dulu. Aku mau buatin kamu kopi"

"Nanti aja buat kopinya pokoknyq aku mau meluk kamu"

Marhen Harsen vs daddyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang