Chap 9. Kakak dan Adek

264 14 2
                                        

Mammy pov:

Kehadiran kakak benar2 buat semua bahagia, termasuk aku dan daddynya walaupun lahir di keadaan prematur atau belum cukup bulan tapi kakak tetap tumbuh dan berkembang dengan baik bahkan sangat baik. Setelah kakak lahir hari2 aku dan jo beberan diberi cahaya kehilangan calon bayi sebanyak 2 kali sempat buat aku menundanya tapi Tuhan berkata lain marhen hadir di rahim aku dan tumbuh besar.

Sejak kelahiran marhen jo dan keluarga besar tidak mengizinkan aku untuk kembali dunia kantor, yah selama menikah jo ngga ngelarang aku kerja walaupun kerja di kantor papa dan sebagai sekretaris papa cukup untuk mengasah kemampuan.
Dan sejak marhen lahir aku melepas impian aku, dan menjadi Ibu rumah tangga yang baik

dihabiskan. Dirumah dengan bayi kecil mengemaskan ada suka dan dukanya, suka kamu lebih bisa memperhatikan. Perkembangan sang anak, dukanya ngga bisa terlalu jauh dari sang anak.

Ada cerita ketika marhen usia 2 tahun, saat itu jo minta di temani kerja ke luar kota tepatnya ke Kalimantan selama 3 hari, sebenarnya jo bisa aja pergi sendiri tapi kliennya bawa istri dan istri klien minta jo juga bawa istri untuk menemaninyq
Alhasil aku haru ikut jo dan meninggalkan marhen sama mama.

Satu hari handphone mama, papa dan deon ngga berhenti bebunyi karena aku selalu menanyakan kabar marhen, bagaimana anak aku, bagaimana asinya masih cukup atau ngga. Sampai deon jengah  dan sempat berkata

"Kak anak lu ada di tempat yang aman,ada mama,papa sama gue' terus asi lu masih banyak kak santai deh nikmati waktu berdua sama bang jo"

Iya semenjak marhen lahir kalau dipikir-pikir aku sama jo jarang Ada waktu berdua paling tidur atau jo yang sengaja pulang cepat biar bisa pillow talk berbagai informasi hari ini apa aja yang dilakukan

Selang beberapa hari di Kalimantan ternyata tidak sesuai di rencana yang direncana 3 hari harus di perpanjang 1 minggu

Pagi hari tempat hari kelima al di Kalimantan menemani sang suami kerja, hari ini juga al ngerasa nadanya ngga enak sama persis kayak dia hamil marhen cuma al belum berani ngecek dia cuma mgecek masa menstruasi dia yang lewat seminggu. Kali beberan al bisa dibilang udah isi, dan marhen bakal punya adik, tanpa pikir panjang al langsung menelpon jo

"Jo sibuk "
"Ngga kenapa?"
"Pulang nanti beliin Tespack yah"
"Ah kamu kenapa , isi?"
"Ngga tau makanya mau cek"
"Yah udah tunggu yah daddy bentar lagi pulang"

1 jam menunggu kepulangan suami aku cuma sibuk di dapur sibuk dengan masakan makan malam. Kalau beberan dia hamil lagi ke apa dia sangat suka sama bumbu dapur, lain dengan kehamilan marhen yang sangat benci bau dapur, bau daging, bau kulkas pokoknya daerah dapur adalah daerah terlarang untuk al lewatin selama kehamilan marhen, tapi kali ini kalau benera dia hamil dia sangat bersahabat sama dapur,bahkan dapur mess tempat mereka tinggal adalah tempat favorit

"Aku pulang" ucap jo yang baru nonggol dari pintu depan"
"Mana"
"Astaga aku baru sampai loh Yng"
"Jo buruan"
"Iya..Iya. Ini" jo langsung ngasih tespack yang sudah dia beli tadi, al yang menerima itu langsung ke kamar mandi guna mengecek kepastian dia hamil atau tidak.5 menit lewat, 10 menit lewat dan 1 jam al ngga keluar kamar mandi
"Sayang are you okay" tanya jo dari balik pintu
"Hasilnya gimana"
"Sayang kamu ngga kenapa2 kan" jo udah cemas krna sang istri tidak ada tanggapan dari dalam sana di sudah siap mendobrak pintu itu tapi baru mengambil ancangan pintu sudah kebuka dan memperlihatkan muka datar sang istri
"Bagaimana kamu hamil"tanya nya, sanga istri cuma diam
"Sayang please kamu kenapa" tanpa aba2 sang istri yang memberikan hasil tespack dan berlalu dari hadapan jo berjalan ke meja makan
Sedangkan jo cuma dia memperhatikan benda pipih yang ada di tangannya sekarang, awalnya dia ragu melihat benda itu dia takut kemungkinan yang terjadi
Jo melihat dengan pelan benda pipih hanya da ditanganinya dan deg.. darah jo seketika seperti berhenti. Benda itu menujukan garis dua yang sangat jelas
"SAYANG INI" jo teriak sambil belari menuju sang istri dan memeluk erat sang istri
"Terima kasih terima kasih sayang" ucap jo sambil  mencium seluruh wajah sang istri dan beralih ke perut datar sang istri
"Hay malaikat kecil daddy" sang istri cuma senyum kecil melihat kelakuan bapak  ini
"Sayang kita pulang ke Jakarta yah sore ini"
"Ah mendadak banget"
"Istri client aku ngga enak sama kamu jadi dia minta kita pulang duluan"
"Really?"
"Ya, kita kasih tau mereka pas dijakrt aja yah"
"Oke aku mau packing dulu"
"Aku bantu"

Skip 9bulan
Kehamilan kedua al sudah memasukin bulan 9 perkiraan dokter soket sekitar seminggu lagi al akan melahirkan bayi laki2 lagi. Sejak berita kehamilan kedua al keluarga besar nayatama dan yudistra benar2 bahagia bahkan mami dan papinya jo langsung terbang ke Indonesia untuk memberi selamat untuk menantu satu2ny.
Seperti hari ini niat jo sama al cuma mau meriksa keadaan sang bayi bagaimana soalnya selama kehamilan ini al lebih aktif dari sebelum nya.niatnya cuma periksa tapi dokter minta al untuk nginap dirumah sakit karena ternyata  al sudah pembukaan 6 itu berarti al bisa melahirkan hari ini juga.

Jo langsung memesan kamar vvip untuk sang istri dan keluarga yang menunggu nanti, dan jangan lupa sang kakak yang udah ngga sabar mau ketemu adilnya. Iya marhen adalah orang yang paling bahagia pas tau mammynya  hamil bahkan dia bilang
"Dedek bayi ada di dalam sini"
"Dedek bayi kapan keluar"
"Ahen mau mau. Sama dedek bayi"
Setiap pagi dan sebelum tidur kegiatan rutin marhen untuk mencium perut sang mammy

"Oma hari ini dedek bayi keluar?" Tanya marhen ke omanya
"Iya sayang,marhen senang?l
"Marhen senang"
"Om D ayo tempat mammy"
"Sabar sayang jalannya lagi macet" ucap sang opa
"Iya opa"
"Oma nanti Adek marhen mirip marhen ngga yah"
"Mirip donk kan adiknya marhen "
Bocah 2,5 tahun itu ngga berhenti berbicara menanggapinya sang adik yang mau lahir sedangkan 3 orang dewasa hanya bisa tersenyum
Sesampainya dirumah sakit marhen cuma sudah ngga sabar bertemu sang mammy di gendong sang oom marhen ngga berhentinya bertanya sang adik dan mammy
Dan sampai di kamar sang mammy, marhen dibuat binggung karena sang mammy dan daddy tidak ad dilamar

"Mammy mana grandfa"
"Mammy sudah di ruang persalinan"
"Jes mending kamu nyusul sunny aja temani al"
"Marhen sini sama grandfa" marhen langsung menyusul duduk disamping grandfa orangtua jo
"Sudah lama al dibawa bang" tanya papa al
"Sekitar 45 menit yang lalu"
"Bener2 ajaib keponakan aku yang satu ini"
"Ngga ada tanda2 lahiran udah mau lahir, selama kehamilan ngga ada ngidam atau mual, malah kakak lebih aktif dari sebelumnya"
"Syukur deon berarti anaknya sehat"
"Semoga aja lancar semuanya"
Selang 30 menit jo balik dengan membawa pakaian kotor al
"Bang gimana?"
"Allhamdulillah sudah lahir bayinya sehat"
"Allhamdulillah" jawab tiga Ornag dewAsa sedangkan bayi 2,5 tahu hanya tidur di pangkuan sang kakek
"Jo balik dulu yah, titip marhen"

Kebahagiaan nayatama lengkap sudah, 2 anak laki2 hadir diantara meraka, sang kakak yang ngga berhenti memperhatikan  sang adik dari gendongan daddy minta sambil sesekali mengelus pipi sang adik' sang mammy yang masih lemas cuma bisa memperhatikan sang anak. Lengkap sudah kebahagiaan dia meskipun harapan dia punya anak perempuan belum dikabulkan al sudah sangat bahagia karena semua kebahagiaannya sudah cukup sekarang ada jo, marhen dan Harsen sekarang semangat di untuk jadi perempuan yang kuat

Marhen Harsen vs daddyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang