( sudah tamat ) terjebak di suku aneh dimana Para laki-laki di suku itu sangat tampan sedangkan para perempuannya memiliki paras buruk rupa
Apakah suku tersebut dikutuk?
Nampak tetua suku Max duduk di singgasana khusus Lelaki berparas tampan berkharisma Meskipun sudah berumur tapi tetap gagah dan sangat rupawan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Tetua yang terhormat ada apa gerangan anda memanggil saya kesini ? " Tanya Miqu dengan sopan
Tetua suku tersenyum padanya " Kami memiliki adat khusus saat kedatangan tamu apa lagi tamu special seperti mu "
Dahi miqu mengernyit apa maksudnya adat khusus?
Jil dan beberapa gadis suku Max mulai menyeret miqu ke suatu tempat Miqu merasa takut dia bingung mau di apakan dirinya
" Hey kalian mau apa?? " Ucap miqu bingung kenapa dia di seret Paksa begini
" Diamlah orang asing , kami hanya menjalankan adat dan perintah tetua " jawab Jil dengan nada dan ekspresi tak ramah
Alhasil miqu pun pasrah saja
.
.
.
"Sungai "
Miqu membelakan matanya saat dia sampai di sungai yang ia yakin sungai ini adalah mata air suku Max Tapi mau apa gadis gadis suku Max membawanya kesini
" Kau akan kami mandikan , di sungai ini , sungai ini sangat suci bagi kami Orang asing seperti mu harus dimandikan disini agar tempat kami terhindar dari aura kotor dan jahat dalam dirimu orang ASING "
Miqu tertegun mendengar ucapan Jil yang pedas itu , tapi satu hal yang dia pahami yaitu suku Max sangat berhati - hati terhadap orang asing atau bahasa lembutnya ' Tamu '
Jil dan para gadis suku Max memandikan miqu , bahkan ekstrak bunga pun di guyurkan ke tubuh miqu sehingga membuat tubuhnya sangat wangi dan miqu merasa lebih ringan
Setelah selesai mandi , miqu di pakaikan gaun khusus yang terbuat dari bulu kelinci putih
Gaun itu terlihat bagus , dan sangat pas di tubuhnya , sentuhan terakhir Miqu di pasangkan rangkaian bunga indah di kepalanya Dia tampalk seperti seorang putri
Kemudian miqu di bawa ke rumah kebesaran suku Max , dan Menghadap tetua lagi
Di tempat itu , hanya ada tetua dan miqu , entah kemana orang-orang Miqu hanya melihat tetua di sana Bahkan Jil dan yang lainnya juga langsung pergi setelah membawanya
" Nona miqu kau sangat cantik , kau mengingatkan ku pada seseorang Tapi sudahlah sekarang aku akan melanjutkan adat ini "
Tetua mengambil sesuatu yang aneh berwarna putih Lalu di oleskan ke dahi miqu
" Sudah selesai , mari ikut dengan ku " Tetua mengajak miqu keluar dari rumah kebesaran itu
Begitu dia keluar , betapa kagetnya miqu melihat banyak orang berkerumun
" Wahh lihatt cantik sekali diaa !"
" Mataku telah di berkahi !"
" Apakah dia Dewi? "
" Siapa dia wajahnya sangat indah "
" Apa aku bermimpi "
Jay dan Dev tercengang melihat miqu Yang berpenampilan sangat Cantik
" Lihat Dev , untungnya sebelum aku mati aku sudah melihat makhluk seperti nona miqu , jadi aku tak akan punya penyesalan dalam hidup " ucap Jay mulai dramatis , Dev tak perduli dengan ucapan Jay matanya hanya berfokus kepada miqu saja dan dia tak mau berpaling
Seketikah suasana menjadi riuh karena kehadiran miqu , semua perhatian penduduk suku Max tertuju padanya
Jil menatap sinis gadis asing yang sangat tidak dia sukai itu Semua perhatian kini telah pergi darinya dan Jil sangat benci
" Harap tenang saudara saudara " Tetua mulai angkat bicara
Semuanya langsung diam dan hening Tetua sangat di hormati oleh semuanya
Akhirnya tetua memulai pidatonya dan mengenalkan miqu kepada seluruh penduduk suku Max
" Dev anakku , untuk adat terakhir Tolong kau bantu nona miqu untung berkeliling di wilayah kita dan jaga dia dengan baik ! "
" Baik ayah " Dev mengangguk patuh
Miqu tercengang , Dev anak tetua suku Max? Kenapa Dev tidak bilang dari awal
Ayah dan Anak itu sangat memiliki aura kepemimpinan yang kuat Bodoh sekali dirinya baru menyadari itu