Etheral - Part 9

5K 515 163
                                        


Happy reading (┛❍ᴥ❍)┛

.

.

.

" Levi-san!" teriak Gabi yang berlari menuju tempat dimana Levi duduk. Gadis itu terlihat khawatir dari raut wajahnya.

" Apa Levi-san baik-baik saja? Tadi Farlan menyuruhku untuk datang kemari, aku sangat menghawatirkanmu jadi aku langsung bergegas kemari."

" Aku tak apa, Gabi bisakah kau merahasiakan sesuatu."

" Merahasiakan apa Levi-san?"

Levi diam, ia turun dari atas batu untuk berdiri didepan gadis itu seraya mengangkat kalungnya. Membuat Gabi memincingkan matanya heran.

" Aku akan menghancurkan kalung ini dengan kekuatanku."

" Apa?! Levi-san juga memiliki hal magis seperti Yang mulia Kaisar?"

" Bisa dibilang begitu namun aku tidak sekuat dia, jika dibandingkan mungkin hanya empat dari sepuluh."

Gabi hanya bisa mengamati setiap gerak-gerik Levi. Dia menaruh kalung itu di rumput, menyatukan jari telunjuk dan tengahnya kemudian menggambar sebuah segel di udara. Putaran angin terlihat berkumpul di sekitar jarinya, Levi memejamkan matanya lalu mengarahkannya ke kalung dibawahnya.

" Woah..." gumam Gabi

Levi mendesis tajam ketika mengetahui jika kalung itu juga terdapat kekuatan yang menyangkal kekuatan miliknya sehingga sulit untuk dihancurkan. Levi menambahkan tenaganya, nafasnya terengah-engah. Tubuhnya tidak bisa bertahan lagi jika terus-menerus mengeluarkan kekuatannya.

" Ugh sedikit lagi." ucapnya serak, matanya tertutup sebelah merasakan sesak didadanya.

" Levi-san!"

Kalung itu bergetar-getar, asap abu-abu keluar dari benda itu dan dua detik setelah keluar asap itu kalungnya meledak layaknya sebuah bom. Gabi menutup hidungnya karena bau yang menusuk.

" Uhukk..uhukkk."

" Hah Levi-san!" Gabi berlari mendekati Levi yang telah duduk bersimpuh di rumput, memuntahkan darah di mulutnya.

" Astaga Levi-san kau memuntahkan banyak darah!"

Mata Levi sangat sayu, Onyx nya mencari-cari dimana kalungnya berada senyumnya mengembang saat mengetahui kalung itu telah hilang dan hancur.

" Akhirnya.." lirihnya sebelum dirinya tak sadarkan diri.

------------------

Setelah berhasil membawa Levi ke ruang tabib. Gabi tidak menemukan dimana pun tabib kerajaan, ia segera berlari ke seluruh kerajaan untuk mencari sang tabib. Saat melewati sebuah taman yang berisikan tanaman herbal Gabi melihat seseorang yang dicarinya, yah itu tabib!

" Hanji-san...Hanji-san cepat kau harus menuju ke ruanganmu. Levi-san, uhm maksudku Yang mulia ratu tak sadarkan diri!"

Tabib yang bernama Hanji melebarkan matanya, " Baiklah ayo."

Ruang tabib

Gabi menggigit bibirnya, rasa khawatir memenuhi dirinya melihat Hanji yang mengkerutkan dahinya setiap memeriksa Levi. Apalagi wajah Levi saat ini sangat pucat, bibirnya tak lagi berwarna merah seperti biasanya. Nafasnya juga memendek, membuat kekhawatirannya semakin bertambah.

Hanji menghela nafasnya, " Permaisuri mengalami luka internal lumayan parah hampir saja membahayakan nyawanya."

" A-apa!? Lalu apa masih bisa diobati.. kumohon kau tabib kerajaan seharusnya kau bisa menyelamatkan nyawanya."

ETHERAL- [ EreRi ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang